30 December 2019

Pentingnya Ikut PKD Sebelum Mengikuti Diklatsar Banser

Sudah mafhum bahwa Banser adalah bagian dari organisasi pergerakan Ansor. Akan tetapi dalam praktek di lapangan tidak sedikit dari anggota Banser yang 'emoh' dan 'enggan' dengan Ansor. Bahkan ada yg sempat melontarkan; Ansor ya Ansor. Banser ya Banser. Ya membuat miris lagi, ketika ada anggota (entah anggota betulan atau tidak) Banser membuat pernyataan; Banser dengan Ansor lahirnya duluan Banser 😢


Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) merupakan jenjang dasar untuk anggota Ansor. Mengapa harus mengikuti PKD? Dengan PKD setiap peserta diberikan materi struktur organisasi dan menata organisasi dengan baik pula. PKD merupakan bagian awal gemblengan peserta supaya menjadi kader yang terstruktur  dan masif.

PKD mencetak generasi pemikir dan kaderisasi yang kolektif, membangun kebersamaan dlm perbedaan dan pemikiran yang seirama serta pemahaman.

Kaderisasi bisa tumbuh jika adanya pendidikan dan pelatihan. Dan konsolidasi anggota yang kokoh hanya bisa dicapai melalui kaderisasi. Tanpa kaderisasi semacam PKD, mustahil anggota bisa solid dan satu komando.

Perekrutan Banser

Banser merupakan bagian badan semi otonom yang dimiliki Ansor. Kalau Banser mesti Ansor. Tapi jika Ansor, belum tentu Banser. Dari pemikiran ini lantas bagaimana menyelaraskan dan menyeimbangkan antara Ansor dan Banser? Maka jawabannya adalah, seyogyanya calon anggota Banser harus mengikuti pelatihan dasar terlebih dahulu, yaitu PKD.

Realitas di lapangan bisa kita jumpai bahwa perekrutan Banser tanpa menyertakan sertifikasi PKD. Jangan kaget jika ada oknum Banser yang kadang main sendiri, bertindak sendiri dan bahkan membuat keputusan sendiri. Mengapa demikian? Karena ia telah menganggap bahwa Banser berada dalam satu tingkat di atas Ansor.

Di Jawa Tengah saat ini sedang diupayakan dan bahkn sudah berjalan, PKD dan Diklatsar dalam satu agenda (4 hari). Harapannya para peserta calon Banser diarahkan mengikuti materi PKD (2 hari) dulu sebelum mengikuti Diklatsar (2  hari juga). Jika agenda tersebut bisa berjalan sukses, akan diterapkan ke seluruh cabang Ansor di Indonesia.