2 December 2019

Gus Muwafiq Menghina Rasulullah?

Mencermati Pengajian Gus Muwafiq ala Review HP
Dikarenakan yang tersebar ada pada youtube, maka, perlu diperhatikan menit dan detik keberapa sebuah ungkapan/ucapan itu dilontarkan. Itu penting untuk melihat secara utuh maksud si pembicara.

Sebenarnya dalam pengajian full version, bila diklasifikasikan sebagai berikut:


0:58= memulai hamdan lillah
1:54= bahasan memperingati maulid nabi
2:03="kulo tak 'cerito' bab lahire kanjeng nabi"
2:04-6:26= cerita kelahiran beberapa nabi
6:26-10:47=cerita masa kecil nabi (yang lagi viral)

10:47 -11:51= Gus Muwafiq berkata "Kiro-kiro, jarene, awak dewe kabeh kan jarene, ora petuk dewe, mulo ojo petita-petiti wong podo-podo jarene, jarene wong salafi Kanjeng Nabi jenggoten, makane podo nyontoh jenggoten".

11:54= "kanjeng nabi ora tau goroh" (nabi tidak pernah berdusta)
12:06= "kanjeng nabi melihat kaumnya ruwet"

12: 25= "kanjeng nabi melihat fenomena kaumnya menyembah berhala, lalu disuruh balik oleh Jibril"
12:46="kanjeng nabi iku wong biasa yo angon wedos, ngeterno dagang, hingga nabi menjadi pedagang sukses yang selalu untung, tidak pernah rugi"

13:12= fenomena mendung/awan yang selalu mengikuti nabi yang diilustrasikannya dengan "kiro-kiro mendunge kayak awan kinton"

13:25= santri nek mbahas nabi iku penuh keindahan

14:07=kisah nabi berdagang hingga sukses

14:56=kisah pendeta bukhaira melihat Nabi

15:07=Bukhaira ngobrol dengan Abu Talib tentang akan diangkatnya sang keponakan menjadi Nabi

15:23=Kaum Arab saat itu tidak pernah tau dengan istilah Nabi, yang tahu dengan istilah Nabi hanyalah orang khos seperti Ahlul kitab yang tinggal di Palestina

18:30= "orang arab tidak ngerti Allah, maupun kenal Nabi, mereka hanya mengenal latta uzza dkk"

18:30-1:53= Lanjutkan sendiri, kawan.

Sebagai pamungkas youtube menit 1:31- 1:41= Gus Muwafiq menyatakan bahwa sholawat iku kunci, kunci langit terbuka karena sholawat, inti maulid adalah sholawatan dan ia menegur tim sholawatan yang membaca sholawat lalu gak fokus karena penceramahnya datang. "Kanjeng nabi iku luweh penting. Pangkat kulo mboten wonten nopo-nopone". Dan pada menit 1:42: pas krungu mahallul qiyam, masio mangan, langsung tak geletakno. (ketika mahallul qiyam, meskipun saat makan, langsung makanan kutinggalkan).
(Byuh kesel mripatku, rek.. hehehe)
Walhasil....

Hemat saya, setelah melihat full version:
1. GM tidak dalam rangka menghina akan tetapi pilihan katanya kurang cocok dalam menerjemahkan ke masyarakat awam. Lagian ini dalam rangka memperingati maulid mosok yo menghina?

2. GM mencoba mengajak mengenal Nabi dari sudut pandang yang lain, karena bagi GM pemahaman kita semua tentang tarikh sama-sama "jarene/katanya, kiro-kiro".

3. GM tetaplah manusia khilaf yang sabqul lisan, punya kesalahan dan insyaallah sudah dituturi para masyayikh.

4. Menjadi tokoh/public figure yang kerap tampil di era 4.0 ini sangat berat dan kudu lebih hati-hati dalam bermedsos, kawan.

5. Seyogyanya--bahkan wajib--bagi para muballigh, dai, ustadz yang jam terbangnya padat untuk selalu ngaji, belajar, mutolaah, mendengar dan berdiskusi sembari ngopi.

6. Sangat tidak etis bila durasi sepanjang 1:53 harus di"karam"kan oleh durasi 5 menit hasil crop-cropan.
Oya biasakan nonton versi fullnya. Bisa dilihat dalam
https://youtu.be/-Wx3sIewhKA

Sebab, bagi yang tidak mendengarkan full version dijamin tidak akan melihat senyuman mbak jilbab biru. Atau memang lebih memilih reunian saja?

Oleh: Ahmad Karomi