12 November 2019

Arti 'Kdung Wahyu Kolosebo'

Kidung wahyu kolosebo adalah susunan karya sastra yang diciptakan, dilantunkan dan ditembangkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, anggota organisasi dakwah Walisongo pada zaman peralihan Majapahit (Hindu-Buddha) ke Demak Bintara (Islam).
Kidung wahyu kolosebo mengandung ajaran nilai-nilai Islam makrifat yang memiliki muatan spiritual, berisi ajaran kepada umat manusia yang ingin mengetahui kesejatian hidup.
Wahyu adalah pesan dari langit yang disampaikan Tuhan kepada umat-Nya. Dalam Islam, wahyu diberikan kepada nabi yang berisi petunjuk-petunjuk hidup yang kemudian dibukukan dalam bentuk kitab suci.

Dalam ajaran Islam Kejawen, wahyu identik dengan kasf atau pesan dari Tuhan kepada umat manusia, berisi ajaran-ajaran agar manusia dapat hidup sesuai dengan kebaikan, kebajikan dan kebenaran.
Kolo artinya adalah waktu. Kolo dalam ejaan bahasa Indonesia adalah kala. Dalam tradisi, mitologi dan sejarah Jawa, Bathara Kala merujuk pada penguasa waktu.
Sebo maknanya adalah menghadap. Dalam istilah modern, sebo atau seba merujuk pada tempat seperti paseban atau tempat untuk menghadap raja. Dalam konteks mistisme-spiritualisme Jawa, sebo identik dengan menghadap kepada Yang Maha Kuasa, dalam Islam adalah Allah.
Menurut pengertian di atas, Wahyu Kolosebo adalah petunjuk agar manusia dapat menghadap kepada Sang Maha Kuasa. Maka lagu atau kidung ini sangat identik dengan spiritualisme Islam berbaur nuansa mistisme Jawa.
Ditafsirkan secara bebas oleh redaksi islamcendekia.com, berikut adalah arti dan makna kidung wahyu kolosebo yang berisi tuntunan untuk umat Islam agar bisa menemukan kesejatian hidup.

Lirik dan terjemah Kidung Wahyu Kolosebo, silahkan klik link di bawah ini
https://www.islamcendekia.com/2019/01/kidung-wahyu-kolosebo-lirik-arti-dan-makna-menurut-islam.html