4 October 2019

Dibalik Rencana Jahat, Abdul Basith, Dosen IPB Yang Rakit Bom Molotov

Seorang Dosen yang berasal dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) bernama Abdul Basith yang ditenggarai pembuat bom molotov untuk melakukan pembakaran ruko-ruko di sekitar Jakarta Barat. Tujuannya agar terjadi penjarahan masal dan kerusuhan.


Seorang pegiat sosial Eko Kunthadi membeberkan fakta terkait Abdul Basith yang diduga merupakan bagian dari anasir radikalis yang memiliki pengaruh di IPB.

Basith adalah dosen mata kuliah manajemen di kampus yang dikenal banyak menyimpan bibit-bibit radikal ini. Kabarnya, istri Basith adalah salah seorang pejabat eselon I di Kemdikti. Kita gak tahu nasib pendidikan negeri ini jika isinya orang-orang seperti ini.

IPB memang ditenggarai salah satu kampus tempat gerombolan semacam Basith ini bercokol. Karena itu, desakan pada rektor IPB untuk membersihkan kampusnya dari anasir radikal harus menguat.

Jangan sampai Institut Pertanian Bogor sebagai aset bangsa berubah jadi Institut Perakit Bom. Ini sangat mengkhawatirkan.

Menurut informasi, Basith ditangkap di rumah Sony Santoso, di Cipondoh Tangerang. Mereka dan beberapa orang lainnya merencakan kekacauan di Jakarta. Harapannya agar kekacauan itu merembet ke daerah lainnya. Polanya meniru kerusuhan 1998 lalu.

Alhamdulilah mrk tercyduk!

Polisi menangkap enam orang yang diduga merancang kerusuhan dalam sebuah aksi demo.

Disebut-sebut mereka telah menyiapkan bahan peledak berupa bom molotov. Penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya@PaidjoMatrix @My_LoveNebe @Aryosutejo3 @Je_Ly


Sony sendiri adalah seorang pensiunan militer yang juga tercatat sebagai Caleg Partai Berkarya besutan Cendana. Mulanya Sony merektur Okto Siswantoro atau Toto untuk ditugaskan menjadi eksekutor yang akan melemparkan bom-bom molotov ke ruko-ruko di seputaran Jakarta Barat. Sony juga sempat memberikan Toto granat tangan untuk aksinya tersebut.

Toto kemudian merekrut eksekutor lain seperti Ali Nurdin dan Yudhi Febrian. Keduanya dikenal sebagai relawan Prabowo-Sandi dalam Pilpres kemarin. Ada lagi Sugiono, seorang pengusaha yang menyiapkan bom molotov dan membantu merancang aksi.

Kita bayangkan jika aksi mereka berhasil terlaksana. Jakarta akan terbakar. Harta benda akan terjarah. Jerit tangis bercampur asap hitam menghiasi kota ini.

Kalau kita telusuri latar belakang pelakunya, mudah ditarik semacam garis singgung. Ini adalah kerja bersama antara orang yang sakit hati kalah Pilpres, Celeg dari Partai keluarga Cendana dan gerombolan pengasong agama. Ketiganya bersatu merencanakan untuk menghangusnya Jakarta.

Tidak ada kata lain bagi mereka, selain, biadab! Negeri ini memang harus dibersihkan dari tang noan mereka. Untung aparat cepat bekerja. Kadal-kadal itu sekarang digelandang ke kantor polisi. Alhamdulillah. Indonesia masih dilindungi Allah dari perusak yang menunggangi agama.

https://beritadunia.net/?p=52958