7 September 2019

Energi Buruk Dari Tindakan Saling Berkata Buruk

Apakah kata-kata buruk perlu dibalas dengan kata-kata (buruk) yang sama? Mungkin dipandang wajar dan adil jika orang yang berkata-kata buruk dan menyakitkan hati dibalas dengan cara yang sama. Jika tidak begitu dia akan makin berani dan melonjak.

Begitu yang biasa kita dengar. Tetapi Syeikh Syamsi Tabrizi, sufi misterius itu menyampaikan pandangan lain, mungkin kontoversial. Beliau mengatakan;


ﻳﺸﺒﻪ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺟﺒﻠًﺎ ﻣﻜﺴﻮًﺍ ﺑﺎﻟﺜﻠﺞ، ﻳﺮﺩﺩ ﺻﺪﻯ ﺻﻮﺗﻚ، ﻓﻜﻞ ﻣﺎ ﺗﻘﻮﻟﻪ ﺳﻮﺍﺀ ﺃﻛﺎﻥ ﺟﻴﺪًﺍ ﺃﻡ ﺳﻴﺌًﺎ ﺳﻴﻌﻮﺩ ﺇﻟﻴﻚ ﻋﻠﻰ ﻧﺤﻮ ﻣﺎ . ﻟﺬﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻫﻨﺎﻙ ﺷﺨﺺ ﻳﺘﺤﺪﺙ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ ﻋﻨﻚ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺘﺤﺪﺙ ﺑﺎﻟﺴﻮﺀ ﺑﺎﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﻧﻔﺴﻬﺎ ﻋﻨﻪ ﻳﺰﻳﺪ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺳﻮﺀًﺍ . ﻭﺳﺘﺠﺪ ﻧﻔﺴﻚ ﺣﺒﻴﺲ ﺣﻠﻘﺔ ﻣﻔﺮﻏﺔ ﻣﻦ ﻃﺎﻗﺔ ﺣﻘﻮﺩﺓ . ﺍﻧﻄﻠﻖ ﻭﻓﻜﺮ ﻃﻮﺍﻝ ﺃﺭﺑﻌﻴﻦ ﻳﻮﻣًﺎ ﻭﻟﻴﻠﺔ ﺑﺄﺷﻴﺎﺀ ﻟﻄﻴﻔﺔ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﺸﺨﺺ . ﺇﻥ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﺳﻴﺼﺒﺢ ﻣﺨﺘﻠﻔﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ، ﻷﻧﻚ ﺳﺘﺼﺒﺢ ﻣﺨﺘﻠﻔﺎ ﻓﻲ ﺩﺍﺧﻠﻚ .

"Dunia ini bagaikan gunung bersalju yang menggaungkan suaramu. Apa pun yang kau ucapkan, baik atau buruk, akan memantul padamu.
Oleh karena itu, bila ada seorang yang berkata-kata buruk tentangmu, dan kau mengatakan sesuatu yang sama buruknya tentang orang tersebut, maka itu hanya akan memperbesar masalah. Kau akan terperangkap dalam lingkaran energi buruk.
Ketimbang demikian, akan lebih baik bila selama empat puluh hari empat puluh malam kau mengatakan dan memikirkan hal-hal yang baik tentang orang itu. Di akhir empat puluh hari itu, semua akan berbeda, karena (suasana jiwa) dirimu pun akan berbeda.
Seorang teman bertanya, bagaimana menurutmu pandangan sang darwish pengembara ini? Oalah. Mungkin hanya para Nabi dan orang suci yang menyetujuinya dan senang. Aku akan memikirkannya dalam waktu yang panjang."

Oleh: Habib Husein Muhammad

Diambil dari Fanpage; Pustaka M2HM Ensiklopedia Islam Aswaja