Di Zaman Sahabat Nabi, Sebagian Kaum Muslim Melakukan Ritual Haji Ke Betlehem, Yerussalem

Pada tahun 689 M Abdullah bin Zubair semakin kuat mengukuhkan posisinya sebagai khalifah dunia Islam yang berpusat di Mekkah. Di situ juga ia juga menguasai semua titik-titik lokasi ritual haji semisal Shofa-marwa, Mina dan Arafah.

Dalam setiap khotbahnya di hari-hari haji di mina dan arafah ia terus menerus mengobarkan permusuhan, melaknat, mencela dan menyerang pribadi Abdul Malik bin Marwan, khalifah tandingannya dari Damaskus, Syam (sekarang Syiria; red) itu.


ibnu katsir menulis:
ﺃﻥ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺍﻟﺰﺑﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﻗﺪﺍﺳﺘﻮﻟﻲ ﻋﻠﻲ ﻣﻜﺔ ، ﻭﻛﺎﻥ ﻳﺨﻄﺐ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﻣﻨﻲ ﻭﻋﺮﻓﺔ ، ﻭﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺑﻤﻜﺔ ، ﻭﻳﻨﺎﻝ ﻣﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻭﻳﺬﻛﺮ ﻣﺴﺎﻭﻱ ﺑﻨﻲ ﻣﺮﻭﺍﻥ ﻭﻳﻘﻮﻝ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻟﻌﻦ ﺍﻟﺤﻜﻢ ﻭﻣﺎ ﻧﺴﻞ ﻭﺃﻧﻪ ﻃﺮﻳﺪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻟﻌﻴﻨﻪ .

Berita pelaknatan dan pembunuhan karakter ini sampai kepada Khalifah abdul malik bin marwan di syam.
Sang khalifah Abdul Malik bin Marwan murka! Ia mengharamkan umat muslim pergi haji ke Mekkah. Kemusian ia memerintahkan membuat bangunan disekitar "Batu suci" yang berada di Betlehem, Yerussalem, sebagai gantinya kabah, sebagai pusat ritual haji, umrah dan lain lain. Dengan cara: disekitar batu itu dibangun kubah besar dan tinggi, kubahnya berlapis emas. Di dalam kubah, dibagian sekitar "batu suci" itu dibangun pagar dari pualam (Yasym) yang mengitari "batu suci". kemudian kain sutera dibungkuskan pada pagar-pagar pualam tersebut, sebagai tandingannya kiswah kabah di Makkah. "Batu" itu disirami minyak Kasturi yang sangat mahal dan di dalam ruangan kubah dibakari dupa kemenyan.

Sejak saat itulah titik bangunan tersebut Dinamai dengan istilah "Kubah Batu" ﻗﺒﺔ ﺍﻟﺼﺨﺮﺓ atau Dome of the rock.

Arsitek pembangunan kubah batu ditugaskan kepada Roja' bin Haiwah dan Yazid bin Salam.

ia juga mengumpulkan ratusan arsitek dan insinyur lain untuk mendesain kubah batu, serta membuat banyak kubah disekitarnya.

Ibnu Katsir menulis :
ﻭﺑﻠﻎ ﺫﻟﻚ ﻋﺒﺪﺍﻟﻤﻠﻚ ﻓﻤﻨﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺞ ﻓﻀﺠﻮﺍ ، ﻓﺒﻨﻲ ﺍﻟﻘﺒﺔ ﻋﻠﻲ ﺍﻟﺼﺨﺮﺓ ﻭﺍﻟﺠﺎﻣﻊ ﺍﻻﻗﺼﻲ ﻟﻴﺸﻐﻠﻬﻢ ﺑﺬﻟﻚ ﻋﻦ ﺍﻟﺤﺞ ﻭﻳﺴﺘﻌﻄﻒ ﻗﻠﻮﺑﻬﻢ ، ﻭﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﻘﻔﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺼﺨﺮﺓ ﻭﻳﻄﻮﻓﻮﻥ ﺣﻮﻟﻬﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﻄﻮﻓﻮﻥ ﺣﻮﻝ ﺍﻟﻜﻌﺒﺔ ﻭﻳﻨﺤﺮﻭﻥ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﻌﻴﺪ ﻭﻳﺤﻠﻘﻮﻥ ﺭﺅﺳﻬﻢ

Maka sejak saat itu banyak kaum muslim yang melakukan ibadah haji, umrah, tawaf dan menyembelih hewan kurban disekitar kubah batu betlehem Yerussalem.

Dari fakta sejarah ini menjadi jelas bahwa Kubah batu ﻗﺒﺔ ﺍﻟﺼﺨﺮﺓ Yerusalem adalah pusat ritual tandingannya ka'bah di Mekah, yang dibangun oleh persaingan antar khalifah dengan tujuan menciptakan lokasi haji sendiri.

Dari Fakta sejarah ini pula menjadi gamblang bahwa kubah batu dibangun oleh orang islam sendiri, bukan dibangun oleh Yahudi atau Zionis.


Sumber;
Tarikh Ibunu Katsir, Al-Bidayah Wan Nihayah. Juz; 8 hal; 287-288. Cetakan Darul Kutub Al-Ilmiyah

Ditulis oleh: Ziyyulhaq

Bisa ditemukan di; http://facebook.com/ziyyulhaq.ziyyulhaq

0 Response to "Di Zaman Sahabat Nabi, Sebagian Kaum Muslim Melakukan Ritual Haji Ke Betlehem, Yerussalem"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel