Syeh Maulana Maghrobi Parangtritis, Sang Penurun Raja Raja Jawa

Kabupaten Bantul bukan hanya menghadirkan keindahan pantai dan panorama alam semata, tetapi sarat akan nilai dan kekayaan sejarah.
Banyak kisah lampau hingga kini masih terpatri apik. Salah satunya makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis, Bantul.

Juru kunci yang juga merupakan koordinator Abdi Dalem Parangkusumo Mas Panewu Surakso Jaladri saat ditemui Kamis (25/7/2019) menceritakan Syekh Maulana Maghribi, konon merupakan penyebar agama Islam generasi pertama di tanah Jawa.
Ia adalah tokoh besar yang berasal dari Maroko, Afrika bagian Utara.


"Untuk keperluan apa beliau datang ke Parangtritis? Untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa," tuturnya.

Ketika sampai di Parangtritis, diceritakan dia, Syeh Maulana Maghribi bertemu dengan Joko Dandung dan Joko Jantrung.
Konon, keduanya adalah putra dari Raja terakhir Majapahit, Brawijaya V.
Namun, ada yang menyebutkan bahwa Joko Dandung dan Joko Jantrung hanya bersahabat.

Satu Perguruan
Dikemudian hari, Joko Dandung dan Joko Jantrung ini diketahui adalah nama lain dari Syekh Bela-Belu dan Syekh Damiaking. Makam kedua tokoh ini berada di gunung Banteng, Parangtritis. Tidak terlalu jauh dari makam Syekh Maulana Maghribi.

Dikatakan Mas Panewu Surakso Jaladri, Joko Dandung dan Joko Jantrung saat bertemu dengan Syekh Maulana Maghribi, kala itu masih memegang teguh agama nenek moyang.

Hindu Dan Buddha
Kedatangan Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis--yang bertujuan untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa--direstui oleh keduanya dengan sejumlah persyaratan.

"Syarat pertama, masyarakat jangan dipaksa. Memeluk agama harus dengan suka rela," terangnya.

Permintaan itu oleh Syekh Maulana Maghribi disanggupi. Hingga akhirnya, berkelindan waktu, Islam kini bisa berkembang dan menyebar menjadi agama yang dianut oleh hampir mayoritas masyarakat Parangtritis dan sekitarnya.

Syarat selanjutnya, agama Islam jangan hanya disebarkan bersifat lahir semata, akan tetapi juga batin.
Masyarakat Jawa, kata mas penewu Surakso Jaladri sudah dari zaman dahulu dikenal memiliki olah kebatinan yang tinggi.

"Antara lahir dan batin ini harus seimbang. Islam ini disebarkan dengan lahir dan batin. Jadi jika ada ustad kemudian diundang untuk menyampaikan agama, tapi dipikiran terbersit. Ini nanti amplopnya berapa. Itu tidak bisa," katanya, lalu terkekeh.
"Antara hati dan pikiran harus menyatu,"

Penurun Raja Jawa
Berdasarkan silsilah garis keturunan yang tertera di kompleks makam,
Syekh Maulana Maghribi diketahui merupakan putra dari Nyai Tabirah, keturunan dari Syeh Majidil Qubro.
Ia menikah dengan Dewi Rosowulan yang tidak lain merupakan saudara kandung dari Sunan Kalijaga (Raden Sahid), putra dari RT Wilatikta.
Pernikahan tersebut dikaruniai anak bernama Joko Tarub II. Joko Tarub II menikah dengan Dewi Nawangwulan yang kemudian dikaruniai putri bernama, Dewi Nawangsih.

Dewi Nawangsih ini kemudian menikah dengan R. Bondan Gejawan.
Ia adalah putra dari Prabu Brawijaya V. Pernikahan keduanya melahirkan trah Ki Ageng Getas Pendawa, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Nis, lalu Ki Gede Pemanahan.

Ki Gede Pemanahan memiliki putra bernama Danang Sutawijaya.
Kelak, dikemudian hari Ia lebih dikenal dengan gelar Panembahan Senopati. Pendiri Kesultanan Mataram dan juga dikenal sebagai sosok peletak dasar kesultanan.

Bertahta tahun 1587 - 1601
Penembahan Senopati kemudian digantikan oleh Kanjeng Susuhunan Hadi Prabu Hanyakrawati.
Bertahta tahun 1601 - 1613.
Kemudian berlanjut ke Sultan Agung Hanyakrakusuma.
Naik tahta 1613 - 1645.
Di bawah kepemimpinan Sultan Agung, Mataram berkembang menjadi kerajaan besar di tanah Jawa dan Nusantara kala itu.

Dari silsilah tersebut. .."Syeh Maulana Maghribi bisa dikatakan sebagai penurun raja-raja di tanah Jawa," kata Mas Panewu Surakso Jaladri.
Ramai Dikunjungi Peziarah
Makam syekh Maulana Maghribi berada di atas sebuah bukti di Parangtritis.

Untuk berkunjung kesana, peziarah harus naik jalan kaki melewati ratusan anak tangga. Makamnya berada dipuncak. Di komplek area makam terdapat pendopo. Ada pula deretan bangunan yang biasa digunakan bagi para peziarah untuk menginap.

Juru Kunci, Mas Bekel Sepuh Surakso Widodo mengatakan sebagai tokoh terkemuka, makam Syekh Maulana Maghribi di Parangtritis ramai dikunjungi oleh peziarah dari berbagai daerah.

Utamanya ketika malam selasa dan Jumat Kliwon. Terlebih, saat kalender Jawa, bulan ruwah. Menurutnya tidak pernah sepi peziarah.

"Biasanya datang rombongan. Dari Jawa timur, Surabaya, Semarang, Kendal, Tegal. Sampai Jawa Barat. Kalau bulan ruwah pendopo sampai tidak muat," tuturnya.

https://jogja.tribunnews.com/amp/2019/07/26/kisah-syekh-maulana-maghribi-sang-penurun-raja-jawa

0 Response to "Syeh Maulana Maghrobi Parangtritis, Sang Penurun Raja Raja Jawa"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel