Gerakan Pembodohan Umat

Apakah spanduk si bawah ini beneran atau bukan, itu bagi saya tidak penting. Namun, bila narasi yang terpajang seperti yang tertulis pada spanduk tersebut tidaklah asing di telinga kita.

Bagi saya, narasi seperti yang tertulis pada spanduk di bawah ini bukanlah sebuah pemahaman parsial seseorang atau komunitas atas peradaban Islam. Namun, ini sebuah gerakan terencana dan pembodohan terhadap umat dengan berjubah agama dan dengan dalih identitas agama yang periferal. Artinya, ada upaya pembodohan terselubung yang sistematis dari katalisator kapitalisme global agar umat Islam semakin terisolir dari modernitas dan peradaban saintifik Islam itu sendiri.


Dalam konteks ini, umat Islam makin dibawa ke alam kebodohan dengan cara pola pikir seperti yang terpajang pada spanduk tersebut. Kayaknya episteme seperti ini sudah tersistematis dan terencana, dan anehnya ternyata berhasil merangsek ke mimbar-mimbar masjid serta mempengaruhi alam bawah sadar kebanyakan umat Islam yang secara de facto haus beragama. Pemikiran "nyeleneh" ini dibawa oleh "ulama-ulama" jahat yang dalam khotbah-khotbahnya justru mereka meng-anatema dan mengkriminalisasi ulama-ulama Abad Pertengahan yang dilabeli sebagai "penyesat umat." Padahal justru ulama-ulama Abad Pertengahan itulah sang penyokong peradaban Islam.

Mereka memandang kebenaran agama hanya dipandang dari sudut parsial seremonial dan fiqh oriented. Inilah gerakan pembodohan umat Islam by design. Islam bukan sekedar sebagai agama ritualistik, yang kemudian dikemas secara fashionable, tapi justru sebaliknya, Islam adalah agama peradaban. Itu yang harus kita ajarkan kepada generasi milenial sekarang.

Bacalah buku karya non-Moslem misalnya Chase E. Robinson berjudul "Islamic Cibilation in Thirty Lives: the First 1000 Years" (2018). Dan, bacalah juga karya ilmuwan Muslim yang bernama Firas Al-Khateeb berjudul "Los Islamic History: Lost Reclaining Muslim Civilation From the Past" (2014). Anda pasti akan malu kepada generasi pendahulu kita, tentang betapa hebatnya para ulama kita yang paham tentang agama dan sekaligus sebagai ilmuwan yang cakap/pakar di bidangnya.

Orang dulu bersorban membuktikan kepakarannya di bidang agama dan sains; tapi kini simbol sorban hanya dimaknai sebatas "sunnah" semata, meski sang pengguna sorban tersebut tanpa kualitas sekalipun. Inilah yang menjadikan agama kita semakin dikerdilkan peranannya dalam peradaban dunia.

Mawlana Syekh Imran N. Hosein sudah memperingatkan bahayanya kapitalisme global berbungkus agama sebagai barang komoditas. Para pembesar kapitalisme global hanya menginginkan kita sebagai Muslim di era modern ini agar terpenjara dalam ritualistik dan seremonial keagamaan, dan digiring dalam kancah sektarian, dan secara de facto hal ini menumpulkan daya nalar kita untuk meraih kemajuan dan keunggulan dalam bidang sains.

Stigmatisasi negatif peradaban Islam Abad Pertengahan senantiasa diwacanakan berulang-ulang di ruang publik dan mimbar-mimbar masjid; dan para ulama Abad Pertengahan pun dikriminalisasi sebagai bukan ulama yang sejati.

Sebaliknya, mereka mengklaim sebagai ulama yang sejati, padahal mereka hanya "mahir" pada bidang fiqh sentris yang sempit, dan perdebatan teks suci tanpa aplikasi sains yang membumi. Wajar bila mereka merasa benar dengan narasi khotbah "flat earth" yang justru menjadi bahan tertawaan keilmuan/sains, tetapi sebaliknya mereka justru bahagia dengan itu.

Kini agen kapitalis global sudah merasa aman, karena "jantungnya" pusat kemunculan Islam sudah dikebiri dari sains; dan kini sebagai jalan untuk memutilasi kebesaran Islam itu sendiri melalui "icon" tanah suci sudah berada pada pemilik kapitalisme global. Tiga agen utama Zionisme kini sedang berjaya karena poros geopolitik dan kapitalisme global sudah tertata rapi. Zionisme Yahudi (Israel), Zionisme Muslim (Saudi Arabia), dan Zionisme Kristen (Amerika) ketiganya bahu-membahu "menghabisi" peradaban Islam di Timur Tengah dengan alasan isu sektaƕian.

Semua negara di Timur Tengah yang melawan agenda Zionisme akhirnya tumbang dan hancur dengan alasan isu sektarian tersebut; Libya, Yaman, Irak, Suriah dll dibuat tidak berdaya; dan Saudi Arabia sebagai the Herod of Islam berperan aktif dalam hal ini; dan kita pun bungkam seribu bahasa karena alasan isu sektarian tersebut. Tiga poros utama Zionisme ini benar-benar membuat kita tak sadarkan diri. Israel, Saudi Arabia dan Amerika (USA) memang beda agama tapi satu ideologi, yakni Zionisme global yang saling bersahabat di bawah satu komando demi terwujudnya Pax-Americana. Inilah rencana Dajjal yang sering kita tidak memahaminya.

Oleh: Menahem Ali, Universitas Airlangga

0 Response to "Gerakan Pembodohan Umat"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel