27 July 2019

Gak Nyangka, Tuyul Ini Beri Tips Supaya Uang Tidak Dicurinya

Peristiwa ini terjadi bulan Syawal tahun lalu. Penulis bersama sejumlah rekan sowan seorang kiai. Sungkem tradisi lebaran sebagai bukti takdzim santri pada gurunya.

Di tengah asyik sowan, tetiba di antara kami ada yang nyeletuk, “Pak Kiai, coba tangkap tuyul dong…”

Pak Kiai yang dulu saat mondok di Kediri dan akrab dengan Gus Maksum Lirboyo itu hanya tersenyum, “Ya nanti kalau ada yang lewat.” Pak Kiai kita yang satu ini memang dikenal jago urusan beginian.

Penampakan tuyul/ilustrasi (sumber gambar: Youtube)

Dan, suasana mendadak hening. Pak Kiai ngendika, “Uwis tak cekel, saiki tak taleni ning pager (Sudah aku tangkap, sekarang aku ikat di pagar).”

Kami pun larut dalam obrolan hangat lagi. Masing-masing mengutarakan problema hidup. Sang kiai pun memberi pesan agar kami menjaga betul sholat 5 waktu. “Kunci ketenangan hidup ada di Subuh, jangan sampai dilewatkan sholat subuh berjamaah di masjid,” pesan kiai berparas putih bersih itu.

Satu jam berselang. Kami baru ingat kalau tadi Pak Kiai nangkep tuyul. “Pak Kiai, kasihan dari tadi tuyul diikat, monggo dilihat..” pinta salah satu dari kami.

Di luar rumah, kami tidak melihat apa-apa (lha gimana mau lihat wong blas tidak punya kemampuan). Namun Pak Kiai terlihat bergumam dan berdialog.

“Coba jupukken kui ning uwuh (tumpukan sampah) ambil di bagian bawah!” dawuh Kiai ke penulis. Kami pun merogoh tumpukan sampah yang berisi daun kering. Dan…… seikat tebal uang 50 ribuan. Taksiran kami tak kurang dari 5 juta! Di bawah uwuh!

Uang itu kami berikan ke rekan-rekan lain untuk mengetes keasliannya. Semua terpana seolah tak percaya. Jutaan rupiah hanya teronggok seperti sampah.

Tuyul yang lagi sial itu pun diinterogasi Pak Kiai. Kata si tuyul, ia baru saja mencuri di sebuah toko  penjual plastik. Pak Kiai tidak peduli, si tuyul disuruh mengembalikannya lagi. “Tapi nanti saya dimarahi bos, Pak, kalau setoran kurang,” begitu kira-kira memelas si tuyul yang apes. “Kuwi urusanmu, sing penting dibalekke!” (itu urusanmu, yang penting dikembalikan), tegas Pak Kiai.

Uang jutaan tadi lantas kami kembalikan ke bawah tumpukan sampah.

Sambil ngeloyor pergi, si tuyul malah memberi pesan. “Pak, sebenarnya mudah agar uang tidak dicuri oleh kami.”

“Apa?” tanya Kiai.

Ini, yang paling penting. Tips ampuh dan aman menyimpan uang dari serbuan tuyul. “Baca Bismillahirrahmanirrahim pas simpan uang, dijamin kami gak mampu ambil…” ujarnya sambil ngeloyor pergi dan menyesali nasib apesnya malam itu…

Catatan:

*Identitas Pak Kiai sengaja disembunyikan, beliau enggan dikenal orang;

**Kisah ini disaksikan paling tidak oleh 8 orang dewasa, dan kami setengah kasihan-setengah jengkel sama si tuyul…



Ngoto, Juli 2019

Bramma Aji Putra, Humas Kemenag DIY dan Pengurus LTN PWNU DIY

https://bangkitmedia.com/ketika-tuyul-beri-tips-aman-simpan-uang/