Ketika Jokowi Mengajarkan Etika ke Pemilih Yang Tidak Memilihnya

Usai mengucapkan belasungkawa kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Prabowo Subianto, capres 2019, memberikan pernyataan didepan Pers bahwa pilihan politik bu Ani Yudhoyono tahun 2014 dan 2019 adalah kepada dirinya. SBY dengan tanggap langsung berupaya menetralisir ucapan Prabowo karena dianggap tidak pas, dalam situasi masih berkabung Prabowo membicarakan pilihan politik Almarhumah ibu Ani.


Lepas dari apakah benar atau tidak ucapan Prabowo tersebut, saya hanya mau menyoroti dari sudut lain. Bulan Februari 2019 lalu, Pak Jokowi selaku Presiden, didampingi ibu Iriana, secara khusus dari Jakarta menjenguk ibu Ani yang sakit dan dirawat di Singapore. Apakah saat itu Pak Jokowi tidak tahu preferensi politik ibu Ani?
Saya yakin sudah tahu.


Setelah menjenguk ibu dari Agus Harimurti Yudhoyono itu, di rumah sakit yang sama, Jokowi dan Bu Iriana, juga mampir menjenguk putri Denada yang sedang dirawat. Bu Iriana secara khusus membawakan Boneka untuk sang Putri, sehingga loncat-loncat kegirangan. Apakah Pak Jokowi tidak tahu bahwa Denada adalah caleg dari partai PAN yang notabene lawan politiknya? pasti sangat tahu.


Jalan Tol Padang - Pekanbaru yang pada masa pemerintahan sebelumnya terhenti, oleh Jokowi dilanjutkan dengan serius walau membutuhkan dana cukup besar. Apakah Jokowi tidak tahu, bahwa di daerah Sumbar dan Riau dapat dikatakan ia keok dan kurang disukai? Sangat sangatlah paham.

Kawasan Mandalika di Lombok, Jokowi sangat gencar membangun agar menjadi kawasan pariwisata utama di NTB. Apakah Jokowi tidak tahu bahwa di NTB ia kalah jauh dari Prabowo? Sangat tahu sejak hasil 2014.

Ketika Ibu Ani Yudhoyono wafat, secara khusus Jokowi menyediakan diri sebagai Inspektur Upacara di pemakaman, apakah Pak Jokowi tahu apa preferensi politik Bu Ani? Pak Jokowi tidak peduli. Bagi seorang Jokowi berbuat kebaikan tidak didasarkan kalkulasi dagang, untung rugi. Berbuat kebaikan dan pengabdian bagi dia untuk kepentingan yang jauh lebih luas dan jangka panjang tanpa pamrih.

Lawannya boleh menghina atau membencinya, tapi minimal lawan politiknya harus paham, tingkatan moral Jokowi yang diremehkan sebagai 'wong Ndeso' dalam berkompetisi adalah tingkatan moral Ksatria Pandawa. Bukan gaya raksasa Kurawa yang hanya didorong nafsu kebencian dan kuasa.

Jangan Lewatkan Bacaan Ini

0 Response to "Ketika Jokowi Mengajarkan Etika ke Pemilih Yang Tidak Memilihnya"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel