Gara-gara Pilpres, Hidup Elo Jadi Lucu

Gara-gara Pilpres, hidup elo jadi lucu ...
Kata orang bahasa, lucu itu artinya menggelikan hati. Menyebabkan ketawa. Jenaka.


Hidup itu juga lucu. Kayak lawakan, suka bikin ketawa. Bahkan ketawa sendiri walau gak ada yang ajak bejanda (ehh maaf becanda). Kemarin-kemarin kagak ngerti politik. Giliran mau pilpres, jadi kayak jebolan prodi ilmu politik. Melimpah ruah, teori dan gagasan tentang politik, tentang cara mengelola negara.

Lucu memang. Tiba-tiba media sosial rame soal politik, soal pilpres. Seantero dunia maya jadi mendadak berpolitik. Segala rupa digodok dan dikemas supaya jadi "isu jitu" untuk membaikkan kandidatnya. Sementara lawannya, dianggap salah semua. Barang satu biji pun gak ada benernya.
Pilpres kali ini emang lucu.

Ada dua kubu. Yang satu bertindak seperti "polisi", yang satu lagi dianggap "penjahat". Saling adu argumen, saling berseteru. Polisi vs penjahat. Tapi siapa yang jadi polisi benernya atau penjahat beneran, orang awam jadi gak tahu?
Lucu, kemarin ngaku kawan. Sekarang jadi lawan. Padahal, semuanya gak dapat apa-apa. Dikasih makan kagak, dijadiin menteri apalagi. Emang lucu. Orang kalo hawanya udah "bermusuhan akut", apalagi kerjanya kalo gak nungguin "lawannya" berbuat salah. Seperti pilpres sekarang, arena bertanding belum dimulai pun udah "pemanasan" dan buru-buru "pasang badan" buat belain idolanya. Tinggal nyoblos aja pake berantem dulu. Jadi pengen ketawa...

Hidup itu emang lucu.
Ada orang yang punya segudang rencana pengen ini, pengen itu. Tapi sampe sekarang, gak pernah kesampean. Ehhh besoknya, ada orang yang gak pengen apa-apa, malah dikasih dan gratisan lagi.
Begitu juga besok, saat pilpres. Saling ngotot bela si ini, bela si itu. Tapi udahannya gimana? Gak pengaruh apa-apa juga. Yang menang ya begitu aja bahkan gak sedikit yang kena OTT KPK. Terus yang kalah, ya begitu aja juga. Bawaannya gak bisa move on. Mau menang mau kalah, yang berisik ya begitu-begitu. Jadi ngapain juga pada pada ngotot sambil nyolot.... emang lucu.

Lucu, kayak anak ABG pacaran.
Ketemu melulu salah, jarang ketemu salah. Yang satu bilang, gak masalah gak sempat pacaran asal orangnya udah tepat. Tapi yang satu lagi bilang, gak masalah orangnya belum tepat yang penting waktu pacarannya sempat. Jadi, nyari yang tepat apa yang sempat sih? Lucu banget sih elo pada.
Emang lucu hidup kita.

Di grup WA pada teriak kangen dan ngajak ketemuan. Begitu ketemuan, sibuk main hp. Boro-boro, nanya kabar temannya? Yang ditanya, colokan listrik di sebelah mana? Sebagian bilang "pilihannya sudah tepat". Sebagian yang lain bilang "pilihannya cuma kebetulan". Lucu banget sih.

Ada yang hidup biasa saja tetapi berakhir bahagia. Ada yang hidup berjuang habis-habisan tapi ujungnya malah kecewa. Ya itulah, hidup emang lucu. Dikejar-kejar malah gak dapat. Gak dikejar-kejar malah datang sendiri...

Pantes kata anak raja. Mendingan jadi rakyat biasa. Hidupnya bebas dan gak terkurung di alam istana. Giliran rakyat jelata bilangnya enak banget jadi anak raja. Mau apa aja ada, semuanya udah tersedia. Jadi, sebenarnya mau jadi apa sih?

Hidup itu memang lucu.
Makanya, kita disuruh hidup "seimbang". Bukan berat dunia ringan akhirat. Atau ngurusin lahir lantas lupa batin. Hiduplah seimbang. Jadi silakan saja. Menikmati kelucuan.

Benci boleh tapi jangan lupa ada cinta. Kalo mau menertawakan orang lain boleh. Tapi harus ingat juga, siapapun pasti akan merasakan menangis. Tertawa boleh tapi ingat juga saat menangis. Hidup seenaknya silakan. Tapi ingat juga mati.

Biar hidup gak lucu. Jangan gara-gara pilpres, hidup elo jadi lucu. Tetaplah eling dan waspada. Karena dunia seringkali melumpuhkan siapapun yang mencintainya. Hidup itu bisa lucu bisa tidak lucu. Asal kita selalu ikhlas menjalaninya... Maka berbaik sangkalah pada orang lain, apalagi kepada Allah SWT... tabikk #TGS #HidupEmangLucu

https://www.kompasiana.com/syarif1970/5ca59cd1cc52833a2b22ef96/gara-gara-pilpres-hidup-elo-jadi-lucu

0 Response to "Gara-gara Pilpres, Hidup Elo Jadi Lucu"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel