13 March 2019

Mengapa Allah 'Didesak Terus' Untuk Selalu Memihak Prabowo?

"Prabowo itu titisan Allah SWT". Demikian pernyataan Dr. Nurcahya Tandang seorang pakar Ilmu Politik lulusan Universitas Gajah Mada, dosen Universitas Hassanudin Makassar, ketua Umum DPN Srikandi Partai Gerindra, pada saat Halal Bihalal Prabowo Hatta di Rumah Polonia pada (3/8/2014)


"Ada kesamaan antara Prabowo dan figur umat kristiani yaitu Yesus Kristus". Demikian Letjen Suryo Prabowo, dalam suatu ibadah pengucapan syukur di Cendrawasih Room JCC Senayan, Jakarta, Jumat (18/7/2014)

Dihadapan kader dan simpatisan Prabowo Hatta (7/8/ 2014) Direktur Politik Tim Prabowo - Hatta, Ali Mochtar Ngabalin mengatakan: "Perjuangan yang kita lakukan tidak berhenti sampai di sini dan kita mendesak Allah SWT berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada Prabowo - Hatta ,"

Saat Munajat 212 di Monas, Kamis (21/2/2019), Neno Warisman menulis doa yang sangat puitis. Salah satu bait doa bunyinya:
Jangan, jangan Engkau tinggalkan kami
dan menangkan kami
Karena jika Engkau tidak menangkan
Kami khawatir ya Allah
Kami khawatir ya Allah
Tak ada lagi yang menyembah-Mu


Allah didesak untuk memenangkan Parbowo-Sandi. Bahkan Allah diancam untuk berpihak pada Prabowo-Sandi. Jika tidak ikuti kemauan mereka, maka umat akan ngambek. Umat akan meninggalkanNya, dan Allah akan kehilangan banyak pengikut.

Prabowo Seorang Nasionalis Bukan Agamis Prabowo dicitrakan sebagai seorang saleh dan pembela agama oleh pendukung-pendukungnya. Walaupun dia sendiri terang-terangan mengatakan bahwa dia tidak bisa menjadi Imam Shalat.

Orang-orang menjadi lupa, bahwa Prabowo itu seorang mantan jenderal. Prabowo itu seorang prajurit sejati. Darah yang mengalir dalam tubuhnya adalah militer. Nalurinya adalah militer Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Jadi Prabowo itu bukan pemimpin agama. Dia bukan seperti Gus Dur yang lahir, dibesarkan, dididik dan dibentuk dalam dunia agama. Prabowo dididik dan dibentuk dalam dunia militer, luar dalam. Sumpah prajurit akan dibawanya sampai mati.

Pertanyaan besar disini, mengapa Prabowo dicitrakan sebagai pemimpin yang agamis? Lalu mengapa Allah terus didesak untuk memenangkan Prabowo sebagai presiden?

Pemimpin Kharismatis dan Pengikut Loyal Harus diakui Prabowo adalah seorang pemimpin yang kharismatis. Dia memiliki pesona misterius. Performancenya, ucapannya, gestur tubuhnya, sorot matanya sangat meyakinkan orang-orang. Misalnya ada seorang rakyat biasa bernama X. Si X mengetahui data masa lalu Prabowo yang buruk. Karena itu si X sangat membenci si Prabowo. Ketika X berhadapan muka dengan muka dengan Prabowo, si X menemukan bahwa Prabowo itu seorang pemimpin yang perkasa. Prabowo itu seorang kaya raya yang mau menerima orang miskin seperti dia. Bahkan X melihat Prabowo sebagai seorang bapak yang baik dan suka mengayomi.
Pada pertemuan yang mengesankan itu, data masa lalu Prabowo yang buruk, langsung lenyap dari kepala si X. Bahkan si X berubah 100% memuja dan membela mati-matian Prabowo. Begitulah tipikal pemimpin karismatis. Dia mampu menghipnotis kesadaran orang lain. Nah, banyak orang disekitar Prabowo seperti si X itu.

Indikator penting lain lagi yang bisa dikenali dari seorang pemimpin karismatis adalah: Pengikut-pengikutnya selalu yakin bahwa pemimpinnya itu benar. Dan mereka sangat loyal dan sangat mencintai pemimpinnya.

Pengikut-pengikut Prabowo sangat yakin bahwa visi dan misi Prabowo benar. Mereka sampai pada kesimpulan bahwa Visi-Misi Prabowo benar, bukan didukung oleh data-data dan analisis yang cermat, melainkan berdasarkan keyakinan yang sulit dijelaskan.

Pengikut-pengikut Prabowo sangat loyal dan sangat mencintainya. Kecintaan mereka hampir menyerupai cinta buta. Mereka rela melakukan apa saja untuk mendukung dan memenangkan Prabowo.

Itu sebabnya hoax dan argumen-argumen tidak rational sering keluar dari mulut pengikut Prabowo. Hampir tidak ada guna berdebat dengan pengikut dan pecinta pemimpin yang karismatis itu. Hoaks dan argumen tidak rasional dipandang mereka sebagai kebenaran itu sendiri. Begitulah, cinta buta melahirkan tindakan-tindakan yang tidak masuk akal. Dan sangat ajaib, mereka merasa tidak melakukan kesalahan.

Jika hoaks dan argumen-argumen bombastis tidak mempan lagi, maka mereka akan menggunakan senjata paling pamungkas. Apa itu? Tentu saja mereka akan memanggil nama Allah. Para pengikut Prabowo yang loyal, yang terpesona pada pemimpinnya akan memakai nama Allah sebagai penguasa alam semesta untuk membenarkan dan memenangkan pemimpin pujaannya.

Allah adalah stempel yang paling jitu dan paling meyakinkan. Allah adalah alat pembenaran yang tidak terbantahkan. Karena Prabowo telah mendapat restu dan stempel dari Allah, maka dia harus menang. Dengan demikian Prabowo sekarang telah menjadi pemimpin yang suci. Prabowo adalah pemimpin yang agamis.

Sekarang kita mengerti, mengapa kelompok yang tidak mendukung Prabowo dicap oleh pendukung Prabowo sebagai orang-orang kafir, musuh agama. Karena bagi pendukung Prabowo yang loyal, menolak Prabowo sama dengan menolak Allah sendiri. Sungguh suatu logika yang menakjubkan.

Bagi saya, Prabowo itu sebuah paradoks. Disebut paradoks, karena beliau didukung untuk menjadi presiden oleh kelompok penganut agama garis keras yang ideologinya justru bertentangan dengan yang diyakini Prabowo.

Oleh: grover rondonuwu