6 March 2019

Makna Kafir Menurut Prof. Quraish Shihab

Cendekiawan Muslim Indonesia, Prof. Muhammad Quraish Shihab, menjelaskan makna kata kafir yang belakangan ramai jadi pembicaraan.
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini mengingatkan agar jangan terlalu mudah menuduh orang kafir. Menurutnya setelah mengutip hadits Nabi Muhammad SAW, orang yang salah menuduh orang kafir, maka sesungguhnya orang tersebut yang kafir. Artinya, ada risiko salah gunakan kata kafir.

Prof Quraish Shihab diwawancarai putrinya, Najwa Shihab, membahas makna dan arti kata kafir. - @matanajwa/tribunnews.com

Karena itu, ayah dari Najwa Shihab ini meminta agar hati-hati dalam menggunakan kata kafir, terutama dalam pergaulan sehari-hari.

"Nabi bersabda, siapa yang menuduh orang lain kafir dalam arti keluar dari agama, padahal dia tidak keluar dari agana, maka dialah yang menuduh itu yang dinilai Tuhan kafir," ujar Quraish Shihab.

Pernyataan Quraish Shihab itu disampaikan melalui rekaman sebuah video yang dibagikan di akun instagram @matanajwa.

Menurut mantan Menteri Agama Quraish Shihab, kata kafir bisa dipahami dalam tiga perspektif:
1. Pertama, ada kafir yang dimaksudkan orang yang menutupi kebenaran, tentang keesaan Allah, tentang kebenaran agama, padahal orang tersebut tahu.
2. Kedua, ada kafir dimaksudkan untuk menyebut orang yang menutupi kebenaran, tapi sebenarnya orang itu tidak memiliki informasi yang cukup.
3. Ketiga, ada lagi kafir, dia percaya kepada Allah, kepada ajaran agama, tapi tidak melaksanakannnya.

Tetapi, Quraish Shihab mengingatkan agar hati-hati menggunakan kata itu.
"Imam Ghazali mengingatkan, kalau ada satu orang melakukan pelanggaran agama, sudah terbukti 99 persen dia melanggar agama, jangan dulu dia dicap sebagai kafir sebelum sempurna 100 persen," ujarnya.

Pernyataan Imam Ghazali itu sekaligus untuk menunjukkan betapa tidak mudah menyebut atau menuduh orang lain kafir.

http://wartakota.tribunnews.com/amp/2019/03/05/video-viral-penjelasan-quraish-shihab-tentang-arti-kata-kafir-serta-risiko-salah-gunakan-kata-kafir