22 February 2019

(Menjawab JK) Prabowo Kuasai Lahan, Salahnya Di Mana?

Rupanya pernyataan capres nomor urut 01, Joko Widodo, yang menyebut Prabowo menguasai lahan hingga ratusan ribu hektar, lebih luas dari provinsi Yogyakarta dan hampir 3 kali luas Mekkah, membuat berang banyak orang. Gara-gara pernyataan tersebut Jokowi dilaporkan ke Bawaslu.

Di kesempatan terpisah, saat ditanya mengapa Jokowi menyinggung pribadi Prabowo, pun jawabannya tak kalah santai. “Nyerang pribadi itu kan kalau bahas istri dan anaknya. Ini kan soal tanah negara.”

Jusuf Kalla (JK) di antara debat Jokowi VS Prabowo/detiknews

Keputusan Jokowi membongkar penguasaan lahan oleh Prabowo, bahkan menurut beberapa sumber sebenarnya Prabowo menguasai 1.3 juta hektar lahan, harus diakui cukup berhasil memenangkan opini publik di kalangan kelompok orang yang belum menentukan pilihan, netral atau tak terlalu suka dengan politik.

“Agak kaget Jokowi bilang Prabowo nguasai lahan hingga ratusan ribu hektar. Lebih kaget lagi karena Prabowo mengakuinya,” tulis teman saya di akun sosial medianya.

Maka tak heran kalau kubu Prabowo merasa dirugikan. Karena Capresnya benar-benar babak belur pada debat kedua. Dan tentu akan sangat menarik melihat pergerakan hasil survey pasca debat minggu ini.

Wajar juga kalau elite parpol pendukung Prabowo yang hadir di lokasi debat sempat protes keras terhadap Bawaslu dan KPU. Meminta agar ada teguran kepada Jokowi saat itu juga. Tapi ribut-ribut kubu sebelah yang kayak ayam mau bertelur itu akhirnya kocar-kacir oleh Luhut. Sampai-sampai Ferdinan Hutahaen harus cium tangan ke Luhut untuk mendinginkan suasana.

Tapi, ribut-ribut ini sebenarnya apa salahnya? Wakil presiden, Jusuf Kalla, mengaku bahwa dirinya ikut terlibat dalam keputusan pemberian lahan kepada Prabowo pada tahun 2004 lalu, saat masih menjadi Wapresnya SBY. Prabowo menguasai lahan ratusan ribu hektar bukanlah sebuah kesalahan. Itu legal. Maksudnya, kalau Prabowo salah, bisa diproses hukum. Faktanya kan nggak. Lalu apa masalahnya?

Kepada Pak JKuduf Kalla (JK) atau siapapun yang bertanya-tanya apa masalahnya...?
Begini, secara hukum penguasaan tanah ratusan ribu hektar, atau bahkan jutaan hektar oleh Prabowo memang bukanlah pelanggaran. Tak ada yang salah. Menjadi bermasalah karena Prabowo kerap nyinyir soal bagi-bagi lahan. Pada bulan April tahun lalu misalnya, Prabowo mengatakan bahwa 1 persen populasi yaitu konglomerat menguasai 80 persen tanah kita. Prabowo menyebut Indonesia saat ini tidak waspada terhadap kelakuan para elite yang terus mengeruk keuntungan demi pribadi ketimbang masyarakat.

Prabowo tampil seperti pahlawan yang ingin mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera untuk seluruh masyarakat Indonesia. Bukan hanya dikuasai oleh konglomerat.

Narasi mengkritik nyinyir pemerintahan Jokowi pun berlanjut lewat Amien Rais, yang menyebut pembagian sertifikat gratis itu hanya pengibulan. Karena sejatinya 74 persen lahan di Indonesia dikuasai oleh kelompok tertentu.

Masyarakat diprovokasi, pemerintah diserang. Tapi Presiden Jokowi hanya menanggapi dingin provokasi tersebut. Sesekali menanggapi dengan canda. Sampai akhirnya pada momen debat pilpres kedua kemarin, Prabowo masih mengungkit pembagian lahan kepada masyarakat.

“Tanah tak bertambah, kalau dibagi-bagi terus nanti anak cucu kita tak punya tanah,” kira-kira begitu nyinyiran Prabowo yang mempersoalkan kenapa Jokowi membagi-bagi lahan.

“Hampir 2.6 juta hektar memang dibagikan untuk masyarakat, untuk produktif. Tapi kami tidak memberikan pada yang gede-gede. Saya tahu Pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kaltim sebesar 220 ribu hektar, juga di Aceh tengah 120 ribu hektar. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan di masa pemerintahan saya,” kata Jokowi.

Sampai di sini, kalau kalian bertanya apa masalahnya? Sudah jelas masalahnya adalah Prabowo sendiri. Ngapain dia nyinyir soal pembagian lahan untuk masyarakat kecil? Sementara dirinya menguasai lahan yang sangat luas. Untuk apa juga Prabowo menyerang pemerintahan Jokowi yang tak melakukan pembagian lahan untuk konglomerat?

Kesalahan Prabowo sendiri yang membangun narasi menyerang elite yang menguasai mayoritas lahan di Indonesia. Karena yang dimaksud elite ya dirinya sendiri. Ini sama seperti narasi Jokowi bukan Islam, sementara di sisi lain mereka mendukung Prabowo yang jauh lebih tak tahu Islam. Tak bisa mengaji. Tak bisa wudlu. Lebih jelas natalan di mana ketimbang shalat jumat di mana.

Kita sebenarnya asyik-asyik saja dengan tanah Prabowo. Nggak ada masalah. Tapi karena Prabowo nyerang pemerintah terus, menyalahkan tentang hal yang dilakukan oleh pemerintah sebelumnya. Mencitrakan diri seolah dirinya bisa jadi pahlawan yang nanti tak akan membagi-bagi lahan, di situ kita muak. Ngaku peduli pada masyarakat, padahal dirinya sendiri yang menguasai lahan.

Semoga ini dapat menjawab pertanyaan Pak JK dan orang-orang di luar sana yang bingung kenapa penguasaan lahan oleh Prabowo dipermasalahkan.

Kesimpulan (red):
"Yang jelas Pak Jokowi hanya MENUNGKAP FAKTA, sama sekali tidak menyalahkan. Yang dia argumenkan adalah ketika Pak Prabowo menyalahkan program Pak Jokowi yang men-sertifikat-kan tanah-tanah petani yang sekalanya kecil, maka Pak Jokowi, dimana salahnya, wong Prabowo aja MENGUASAAI tanah yg luas...???"

Oleh: Anton AG