11 February 2019

Inspirasi Dari Nur Khalim, Guru Bergaji Rp 450 Ribu Yang Ditantang Dan Diejek Anak Didiknya

Dua hari lalu viral di media sosial video yang menunjukkan seorang anak didik tengah merokok di dalam kelas lalu mengejek dan menantang sang guru saat coba diingatkan. Aksi dalam video itu terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Nur Khalim (kiri) dan AA (tengah), siswa PGRI Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dalam mediasi yang dilakukan di kantor Polsek Wringinanom, Minggu (10/2/2019). Gambar: kompas.com

Anak didik itu diketahui berinisial AA (15) masih duduk di bangku sekolah kelas IX. Sedangkan sang guru, Nur Khalim (30), sehari-hari biasa mengajar pelajaran IPS dengan status tenaga honorer.

Sebagai manusia biasa tentu Pak guru Nur Khalim sempat terlintas dalam pikirannya rasa emosi dan ingin membalas perlakuan tak beradab dari anak didiknya. Namun ia urungkan niatnya. Ia belajar tidak memilih keputusan itu dan justru bersedia menerima mediasi untuk memaafkan apa yang telah diperbuat oleh AA kepadanya.

Pak guru Khalim menahan amarah dengan ia mengajar demi tujuan mewujudkan cita-cita bangsa ingin mewujudkan generasi emas Indonesia. Ia ingin generasi Indoesia bisa bersaing (minimal) di Asia Tenggara. Ia juga merasa kasihan karena AA yang saat ini duduk di kelas IX SMP PGRI Wringinanom sebentar lagi akan lulus dan melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi.

Guru honorer yang digaji Rp 450 ribu/bulan itu mengimbau para tenaga pendidik untuk sabar dan tidak cepat terbakar emosi dalam mendidik anak-anak didiknya yang memang berasal dari beragam kalangan. Dengan mengutamakan  Ia berharap lebih mengedepankan pendekatan kekeluargaan sebelum menjatuhkan hukuman kepada siswa yang dianggap bersalah. Dengan berjiwa besar ini ia berharap menjadi guru profesional.

Menurutnya dibalik kejadian ini tentu ada hikmahnya. Nur Khalim berharap ke semua pendidik , kenakalan anak jangan sampai dibalas dengan kekerasan juga. Jika menemui kejadian seperti dirinya, ia menyarankan lebih baik ditangani dengan halus dulu melalui pendekatan dan komunikasi dengan orangtua. Jika orang tua tidak ada respons, maka baru dilarikan kepada pihak berwajib. Jangan patah semangat, semua pasti ada hikmahnya.

Sosok AA memang kerap berbuat keterlaluan ketimbang para siswa lain yang ada di SMP PGRI Wringinanom.
Bahkan dalam kesehariannya di sekolah, seperti yang biasa diketahuinya, AA juga sering dan tak segan melontarkan kata-kata umpatan kasar.

Namun Nur Khalim menyadari bahwa itu justru adalah salah satu tantangan bagi dirinya untuk menjadi guru profesional meski selama lima tahun menjadi staf pengajar di SMP PGRI Wringinanom, dia masih saja berstatus sebagai tenaga honorer dengan gaji hanya Rp 450.000 per bulan. Gaji itu tidaklah cukup. Namun guru Khalim menyadari tidak hanya mengejar duniawi tapi bagaimana pengabdian yang ia berikan untuk anak didiknya dan untuk bangsa pada umumnya.

Guru Nur Khalim pun telah berdamai dengan AA di kantor polsek Wringinanom dengan mediasi kapolsek. Semoga ketabahan, kesabaran dan kebesaran hati guru Nur Khalim menjadi inspirasi guru yang lain. Dan kasus ini menjadi pelajaran penting bagi anak didik untuk lebih menghormati seorang guru atau pendidik..

https/regional.kompas.com/read/2019/02/11/07213951/inspirasi-dari-nur-khalim-guru-bergaji-rp-450000-yang-diejek-dan-ditantang