7 February 2019

Ingin Jadi Mitra Penyewaan Sepeda Listrik Migo Station? Syaratnya Mudah Dan Tanpa Modal

Perkawinan antara teknologi dan transportasi kembali melahirkan inovasi yang menarik. Setelah ojek dan taksi online menjamur di Indonesia, kini giliran bisnis sewa sepeda listrik berbasis aplikasi.

Setelah Go-Jek dan Grab, kali ini giliran Migo yang hadir di Indonesia. Migo merupakan perusahaan aplikasi yang menyewakan sepeda listrik.

Setelah sukses hadir di Surabaya sejak Agustus 2017, Migo pun hadir di Jakarta sejak Desember 2018. Perusahaan yakin sewa sepeda listrik bisa menjadi solusi untuk kota metropolitan yang sudah mengalami kamacetan parah dan penuh polusi.


Untuk menunjang pelayanannya, Migo pun membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi mitranya yang nantinya menjadi Migo Station. Migo menawarkan peluang usaha tanpa modal alias modal dengkul.

Untuk menjadi mitra Migo ternyata mudah dan gratis alias  modal dengkul. Cukup unduh aplikasi Migo di smartphone. Atau isi formulirnya langsung di Migo-Ebike.com

Kemudian daftar melalui aplikasi tersebut. Ada formulir yang harus diisi dari aplikasi Migo. Mulai dari data diri, alamat yang akan menjadi Migo Station dan foto lokasi.

Untuk syaratnya, lokasi harus mudah diakses. Tidak perlu dipinggir jalan besar, di dalam perumahan juga bisa. Asalkan memiliki lahan parkir untuk Migo dengan luas minimal 3x5 meter.

Pemilik Migo Station juga diwajibkan menjaga dan menerima unit sepeda yang disewa pengguna dengan waktu operasi dari pukul 06.00 hingga 21.30. Mereka pun diminta untuk mengisi ulang baterai sepeda listrik hingga penuh dan tempat top up dompet digital.

Setelah pengajuan diterima dan disetujui, nantinya mitra akan dikiriman 5 unit sepeda listrik Migo, 5 helm dan 2 charger. Jumlah unit sepeda listrik juga bisa bertambah, jika ada pengguna yang mengembalikan di stasiunnya.

Selain tanpa modal, peluang bisnis ini juga tanpa biaya operasional. Biaya listrik ternyata ditanggung oleh pihak Migo.

Jika ada sepeda listrik yang rusak, tenang saja itu juga dikenakan ke pengguna. Asalkan si mitra harus mengecek setiap sepeda listrik yang dikembalikan oleh pengguna dan melaporkan ke pusat.

Tiap bulannya Migo akan memberikan partnership fee. Sebagai tambahan, mereka akan menerima bagi hasil dari unit peminjaman. Semakin banyak yang meminjam, potensi pemasukan akan meningkat.  Jadi semakin banyak sepeda yang disewa maka akan semakin banyak pula pemasukan yang akan diterima. Pembayaran dilakukan setiap bulannya pada tanggal 15.

Selain mendapatkan partnership fee dan bagi hasil, mitra Migo juga akan mendapatkan uang untuk pembayaran listrik. Besarannya sesuai dengan penggunaan listrik untuk mengecas sepeda listriknya.

https://detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-4414587/fenomena-migo-bisnis-modal-dengkul-bisa-dapat-jutaan-rupiah/indeks