Awal Mula Syekh Al-Hatim Mendapat Julukan Al-Ashom (Yang Tuli)

Dalam kitab "Taisirul Khollaq fi ilmil akhlaq"  disebutkan ada seorang ulama besar bernama Syaikh Hatim Al-Asham dari Baghdad Irak. Adapun kisah tersebut penuh hikmah yang mendasarinya, kata "al-asham" bermakna tuli, yang menjadi julukannya. Padahal syaikh Hatim tidak-lah tuli, beliau normal dengan pendengaran yang sangat tajam.

Pada suatu hari, ada seorang wanita datang ke tempat syaikh Hatim untuk menanyakan sesuatu. Tak dinyana, ketika melontarkan pertanyaannya di hadapan syaikh Hatim, belum selesai ia bertanya, wanita tadi tak kuasa untuk menahan kentutnya.


Bunyinya terdengar jelas, hingga membuat ia salah tingkah dan terdiam. Di tengah kegalauan wanita itu, tiba-tiba syaikh Hatim berkata dengan suara keras. "Tolong bicara yang keras! Saya tuli," katanya.

Namun, yang bertanya justru bingung. Dalam kebingungannya, ia kembali dikagetkan dengan suara keras syaikh Hatim. "Hai, keraskanlah suaramu, karena aku tidak mendengar apa yang kamu bicarakan," pinta syaikh Hatim.
Wanita tadi kemudian menduga bahwa syaikh Hatim ini seorang yang tuli. Ia pun merasa sedikit lega, karena suara kentutnya tidak didengar oleh syaikh Hatim. Suasana kembali menjadi cair. Ia pun kembali mengulang pertanyaannya.

Sejak saat itu, syaikh Hatim mendadak "jadi tuli" dan bahkan ia melakukan hal tersebut selama wanita tadi masih hidup. Ya, demi menjaga perasaan dan kehormatan wanita itu, ia terus berpura-pura tuli selama 15 tahun.

Jangan Lewatkan Bacaan Ini

0 Response to "Awal Mula Syekh Al-Hatim Mendapat Julukan Al-Ashom (Yang Tuli)"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel