Kenapa Anak Sekarang Harus Masuk Pesantren?

Di sini, saya akan membahas apakah anak pesantren zaman now itu selalu baik?
Saya akan membahas perbedaan orang tua jaman dulu dan jaman sekarang tentang memasukan anak kepasentren. Faktor apa saja yang mengakibatkan orang tua jarang memasukkan anaknya ke pasantren.

Apa sih untungnya memasukan anak kepasentren dari pada sekolah umum?


Bismilllah….  di sini saya akan memberikan opini tentang kehidupan anak peseantren yang mungkin jarang orang tau, saya pun akan memberikan opini tentang perbedaan pendapat orang tua dulu dan jaman sekarang berdasarkan pengalaman saya pribadi. Di sini saya juga akan memberi opini juga tentang orang tua jaman sekarang yang lebih memasukan anaknya ke sekolahan umum dibanding pesantren.

Bagi saya anak pesantren tidak semuanya baik, kenapa saya beropini seperti ini karena berdasarkan pengalaman saya lebih dari 50 % di jaman sekarang yang masuk pesantren itu adalah seorang anak yang kurang bagus etika, bahkan tingkah lakunya susah diatur bahkan oleh orang tuanya sendiri.

Sopan santun di masyarakat saat ini berkurang dan itu alasan paling banyak dari orang tua memasukan anaknya ke pasentren. Bagi saya, kurang dari 50% itu adalah anak yang mempunyai kesadaran sendiri yang ingin membahagiakan orang tuanya.

Kebanyakan pendapat orang tua jaman dulu, bahwa pesantren itu adalah tempat untuk mendidik anak lebih baik karena di pesantren diajarkan ilmu agama yang sesuai sunnah Rasulullah, termasuk juga cara beretika dan sopan santun kepada orang tua dan masyarakat.

Alasan kenapa mereka memasukan anaknya ke pesantren?

Pertama, pola fikir orang tua jaman dulu lebih mengutamakan anaknya untuk menjadi ulama, oleh karna faktor lingkungan ketika anaknya menjadi seorang ulama maka akan menjadi kebanggan tersendiri bagi keluarga. Insya Allah akan ada keberkahan dalam keluarga mereka. Berkah itu bisa berupa akan dihargai, dicintai dan dihormati oleh masyarakat.

Begitulah pemikiran orang jaman dulu, meskipun seorang anak cuma lulusan pesantren tapi mereka punya kebanggaan tersendiri. Itulah pola pikir mereka jaman dulu yang dianggap remeh oleh orang tua jaman sekarang.

Saat ini, pemikiran orang tua lebih karena tuntutan ekonomi, rasa gengsi, harga diri, dan menyesuaikan dengan majunya teknologi.

Pola pikir orang tua di jaman sekarang ini anak itu lebih bagus dimasukan ke sekolah umum. Karena itu, sekolah umum itu lebih mudah mendapatkan perkerjaan dan lebih menguasai bidang teknologi dan ekonomi, sementara pendapat mereka tentang pesantren itu cuma belajar agama semata.

Masih banyak opini orang tua jaman sekarang kalau seorang santri itu maka tidak akan bisa kerja di mana-mana. Mereka lebih memikirkan kebahagian anaknya di dunia, tanpa peduli bekalnya di akhirat.

Sekarang kita akan membahas apa sih untungnya memasukan anak ke pesantren?

Jaman semakin canggih. Mata pelajaran sekolah umum juga sudah ada di pesantren. Pesantren juga mengajarkan bahasa Inggris dan Arab sekaligus, bahkan santri diajarkan computer dan teknologi.

Tidak lupa, cara hidup mandiri yang tidak diajarkan di sekolah umum, juga sangat ditekankan di pesantren. Itulah pesantren yang dianggap kurang bagus bagi orang tua jaman sekarang.

Saat ini, anak pesentaren yang tahfiz  30 juz itu sudah bisa belajar di sekolah umum bahkan universitas yang memberikan biasiswsa full kepada santri agar semakin tinggi prestasinya.

Dari situ, tidak sedikit anak santri menjadi orang sukses dalam hal dunia dan akhirat bahkan bisa membahagiakan orang tua dan masyarakatnya.

Santri adalah pejuang yang mencari berkah, rahmat dari alllah swt.

Santri adalah merubah ahlak yang kurang bagus menjadi baik.

Santri adalah sebuah perjuangan untuk bisa membahagiakan orang tua.

Santri untuk mengejar dunia dan akhirat bersama orang tua menuju surga, aamiin.

Penulis: Joko Susilo, Mahasiswa Prodi KPI STAI Sunan Pandanaran Yogyakarta.

https://bangkitmedia.com/kenapa-anak-zaman-now-cocok-belajar-di-pesantren/

Jangan Lewatkan Bacaan Ini

0 Response to "Kenapa Anak Sekarang Harus Masuk Pesantren?"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel