Habib Umar Bin Hafidz: Reuni 212 Bertentangan Dengan Nilai Nilai Islam

Rencana kegiatan Reuni Akbar 212 di Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12) mendatang, mengundang polemik.

Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz (Habib Umar) dari Majelis Al-Muwasholah Bain Ulama Al-Muslimin, Forum Siltarahim Antar Ulama tidak setuju terhadap Reuni Akbar tersebut.

(Habib Umar bin Hafidz dan (alm) habib Munzir al-Musawa. Gambar: langitan.net)

Menurut ulama Timur Tengah tersebut, Reuni Akbar itu bertentangan dengan nilai-nilai Islam sekaligus memprovokasi umat. Dalam siaran persnya, Rabu (28/11) habib Umar berharap negeri Indonesia selalu damai, selalu menjaga persaudaraan. Beliau menghimbau agar menghentikan kedengkian dan meminta selalu menikmati indahnya persatuan.

Beliau menghimbau umat Islam di Tanah Air untuk selalu bertakwa kepada Allah SWT dalam memandang segala sesuatu. Tdak tergesa-gesa terhadap apa yang tampak dari kejadian-kejadian secara dhahir saja. Tujuannya agar tidak terjerumus kedalam kehancuran dan keburukan sebagaimana  telah terjadi hal tersebut atas orang dan bangsa lain.

Gerakan dan pemberontakan yang mengatasnamakan agama, lanjut Habib Umar, justru akan mengakibatkan kehancuran umat dan juga merusak persatuan umat dan kesatuannya. Bahkan berakibat pada sedikit maupun banyak hancurnya tradisi-tradisi umat, menghancurkan kesejahteraannya, kekuatannya, terjadinya pertumpahan darah, rusaknya kehormatan, hilangnya harta benda, dan kerusakan-kerusakan yang sangat besar sebagaimana sudah terlihat dan begitu nyata di hadapan kita.

Ulama dari kota Tarim, Hadramaut, Yaman itu pun memberikan contoh keteladanan Rasulullah SAW. Menurutnya, Nabi Muhammad SAW tidak melakukan jihad kecuali setelah datang izin dari Allah SWT. Dan setelah mendapatkan izinpun Nabi SAW berusaha mendamaikan sesama kaum muslimin. Nabi SAW melakukan perdamaian dengan orang-orang musyrik yang telah memerangi kaum Muslimin. Juga membuat perjanjian damai dengan kelompok-kelompok lain dari orang-orang kafir.

Habib Umar kembali menegaskan sekaligus memberikan nasihat, bahwa hendaknya para ulama dan orang-orang yang bernisbat kepada syariat dan agama menjauhi pemahaman-pemahaman yang berdampak buruk terhadap hati, jiwa dan diri mereka.

https://www.suaramerdeka.com/news/baca/149364/reuni-akbar-212-bertentangan-dengan-nilai-nilai-islam

0 Response to "Habib Umar Bin Hafidz: Reuni 212 Bertentangan Dengan Nilai Nilai Islam"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel