Habib Luthfi: Jaga Marwah Guru

Maulana Habib Luthfi memberi sedikit pesan untuk senantiasa menjaga marwah (kewibawaan) guru jika ingin ilmu kita bermanfaat. Begitu sangat sayang dan cintanya beliau kepada kita, sehingga beliau menegur saat ada jamaah yang mendokumentasikan (mengambil gambar atau video) saat beliau atau ulama lain yang sedang merokok, apalagi sampai diunggah ke media sosial sebagai konsumsi publik.

(Habib Luthfi bin Ali bin Yahya)

Mengapa beliau melarangnya? Hal ini merupakan salah satu cara menjaga marwah ulama, agar dokumen foto atau video tersebut tidak digunakan sebagai bahan hinaan dan fitnah yang tujuannya agar orang tidak lagi percaya kepada beliau dan ulama lainnya. Ini yang bahaya, karena sebenarnya yang diserang itu bukan pribadi beliau dan ulama lainnya, tetapi yang diserang itu Nahdlatul Ulama. Takkan bisa merusak NU, jika tidak merusak pilarnya, yakni ulama dan tokoh-tokoh NU.

Dalam tradisi Islam transnasional, tidak ada tradisi menghargai kiai, bahkan sering menyebut kiai adalah orang biasa yang tentu banyak salah, makanya tidak layak diikuti. Mereka sengaja ingin menjauhkan kita dari ulama, agar tidak ada yang bisa disebut waratsatul anbiya.

Terlepas dari perdebatan apa hukum merokok, kita akui bahwa banyak dari guru-guru kita yang suka merokok, dan salah satunya adalah beliau, Maulana Habib Lutfi. Mengapa beliau merokok itu ada alasan tersendiri yang tidak perlu dijelaskan ke publik karena berkaitan dengan hal yang jika diucapkan terkesan riya' alias sombong.

Banyak para kiai, para alim (ulama) dan para habib (habaib) khususnya di Nahdlatul Ulama (NU) yang “idu geni” yaitu setiap ucapan yang keluar untuk orang lain, yang sifatnya doa atau laknat, akan mudah terkabul. Ini sangat berbahaya jika pemilik hak istimewa dari Allah ini gampang mengucap laknat atau terpeleset ucapan yang tidak sadar atau tidak disengaja.

Walaupun Maulana Habib Luthfi memberi alasan bahwa merokok adalah aktivitas menjaga diri agar tetap menjadi bagian makhluk Allah yang gampang berkomunikasi dengan warga dan masyarakat pada umumnya. Karena kebeningan hati abah, beliau memiliki keistimewaan seperti wali-wali luhur lainnya yang bisa melihat secara kasat mata.

Merokok, dalam konteks Maulana Habib Luthfi yang bening hatinya, adalah salah satu cara agar anugerah Allah berupa makrifat kepada hakikat manusia lainnya, tidak membuat orang lain di sekitarnya menjadi jauh dari para ulama dan auliya. Agar beliau tetap bisa mu'asyarah bil ma'ruf dengan manusia lainnya secara wajar, manusiawi dan tetap bisa memberikan nasihat baik, dakwah cinta Rasul dan Cinta NKRI.

Sekali lagi tolong dingat pesan dari Abah, yaitu jangan mendokumentasikan foto atau video beliau dan juga ulama serta tokoh-tokoh NU yang sedang merokok, apalagi sampai menyebarkan di media sosial yang dijangkau oleh publik, demi menjaga marwah ulama dan juga marwah Nahdlatul Ulama.

Oleh: Abdir Rahman

0 Response to "Habib Luthfi: Jaga Marwah Guru"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel