Argumentasi Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (4)

Selain itu, dalam menyikapi umat Islam yang tidak berpaham Ahlussunnah wal Jama ’ah perlu diperhatikan beberapa hal berikut:
Dalam melakukan amr ma ’ruf nahi munkar kepada mereka tidak boleh sampai menimbulkan fitnah yang lebih besar, terlebih di daerah yang jumlah mereka seimbang dengan jumlah umat Islam Sunni. Dalam kondisi seperti ini amr ma ’ruf nahi munkar wajib dikoordinasikan dengan pemerintah.

(Islam Nusantara menurut NU)

Tidak menganggap kufur mereka selama tidak terang - terangan menampakkan hal - hal yang telah disepakati (ijma ’) atas kekufurannya, yaitu menafikan eksistensi Allah, melakukan syirk jali yang tidak mungkin dita ’ wil, mengingkari kenabian, mengingkari ajaran Islam yang bersifat mutawatir atau yang didasari ijma ’ yang diketahui secara luas (ma ’ lum min ad - din bi ad -dharurah).

Meskipun salah dalam sebagian aqidahnya, selama tidak sampai kufur mereka masih mungkin diampuni Allah.

Dalam ranah individu , penganut paham Ahlussunnah wal Jamaah tidak boleh beranggapan pasti masuk surga karena amalnya , sedangkan yang lain pasti masuk neraka. Sebab, sekecil apapun setiap individu mempunyai dosa dan jika tidak diampuni bisa saja kelak masuk neraka.

ﻣﻔﺎﻫﻴﻢ ﻳﺠﺐ ﺃﻥ ﺗﺼﺤﺢ - ﻟﻠﺴﻴﺪ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﻠﻮﻱ ﺍﻟﻤﺎﻟﻜﻲ ﺍﻟﺤﺴﻨﻲ ﺹ 18 - 19
ﺍﻟﺘﺤﺬﻳﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺠﺎﺯﻓﺔ ﺑﺎﻟﺘﻜﻔﻲ … ﻓﺈﺫﺍ ﺩﻋﻮﺕ ﻣﺴﻠﻤﺎً ﻳﺼﻠﻲ ، ﻭﻳﺆﺩﻱ ﻓﺮﺍﺋﺾ ﺍﻟﻠﻪ ، ﻭﻳﺠﺘﻨﺐ ﻣﺤﺎﺭﻣﻪ ﻭﻳﻨﺸﺮ ﺩﻋﻮﺗﻪ ، ﻭﻳﺸﻴﺪ ﻣﺴﺎﺟﺪﻩ ، ﻭﻳﻘﻴﻢ ﻣﻌﺎﻫﺪﻩ ، ﺇﻟﻰ ﺃﻣﺮ ﺗﺮﺍﻩ ﺣﻘﺎً ﻭﻳﺮﺍﻩ ﻫﻮ ﻋﻠﻰ ﺧﻼﻓﻚ ﻭﺍﻟﺮﺃﻱ ﻓﻴﻪ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻣﺨﺘﻠﻒ ﻗﺪﻳﻤﺎً ﺇﻗﺮﺍﺭﺍً ﻭﺇﻧﻜﺎﺭﺍً ﻓﻠﻢ ﻳﻄﺎﻭﻋﻚ ﻓﻲ ﺭﺃﻳﻚ ﻓﺮﻣﻴﺘﻪ ﺑﺎﻟﻜﻔﺮ ﻟﻤﺠﺮﺩ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ ﻟﺮﺃﻳﻚ ﻓﻘﺪ ﻗﺎﺭﻓﺖ ﻋﻈﻴﻤﺔ ﻧﻜﺮﺍﺀ ، ﻭﺃﺗﻴﺖ ﺃﻣﺮﺍً ﺇﺩّﺍً ﻧﻬﺎﻙ ﻋﻨﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺩﻋﺎﻙ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﺧﺬ ﻓﻴﻪ ﺑﺎﻟﺤﻜﻤﺔ ﻭﺍﻟﺤﺴﻨﻰ . ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺃﺣﻤﺪ ﻣﺸﻬﻮﺭ ﺍﻟﺤﺪﺍﺩ : ﻭﻗﺪ ﺍﻧﻌﻘﺪ ﺍﻹﺟﻤﺎﻉ ﻋﻠﻰ ﻣﻨﻊ ﺗﻜﻔﻴﺮ ﺃﺣﺪ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻘﺒﻠﺔ ﺇﻻ ﺑﻤﺎ ﻓﻴﻪ ﻧﻔﻲ ﺍﻟﺼﺎﻧﻊ ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ ﺟﻞ ﻭﻋﻼ ﺃﻭ ﺷﺮﻙ ﺟﻠﻲ ﻻ ﻳﺤﺘﻤﻞ ﺍﻟﺘﺄﻭﻳﻞ ﺃﻭ ﺇﻧﻜﺎﺭ ﺍﻟﻨﺒﻮﺓ ﺃﻭ ﺇﻧﻜﺎﺭ ﻣﺎ ﻋﻠﻢ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺑﺎﻟﻀﺮﻭﺭﺓ ﺃﻭ ﺇﻧﻜﺎﺭ ﻣﺘﻮﺍﺗﺮ ﺃﻭ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻪ ﺿﺮﻭﺭﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ .

Menjaga NKRI
NKRI dan Pancasila selain telah terbukti mampu menjadi perekat bangsa sejak kemerdekaan hingga sekarang, juga mampu menjadi wadah dakwah Islam Nusantara secara luas. Pertumbuhan muslim di kawasan - kawasan mayoritas non muslim juga semakin meningkat. Namun demikian , di tengah perjalanan sejarah tantangan disintegrasi bangsa terkadang bermunculan, bahkan wacana mendirikan negara di dalam negara terus mengemuka. Sebab itu, internalisasi nilai - nilai kebangsaan, khususnya terkait NKRI dan Pancasila sebagai upaya final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara merupakan keharusan.

Berkenaan dengan itu perlu disadari, bahwa penerimaan Pancasila sebagai falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara telah sesuai dengan spirit piagam Madinah yang digagas oleh Rasulullah Saw, yang berhasil menyatukan masyarakat yang plural dalam satu kesatuan negeri Madinah.

Sebagaimana diriwayatkan Ibn Ishaq dalam as - Sirah an - Nabawiyah (II / 126 - 129 ) karya Ibn Hisyam , Piagam Madinah di antaranya menyatakan:

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟﺮّﺣْﻤَﻦِ ﺍﻟﺮّﺣِﻴﻢِ . ﻫَﺬَﺍ ﻛِﺘَﺎﺏٌ ﻣِﻦْ ﻣُﺤَﻤّﺪٍ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻣِﻦْ ﻗُﺮَﻳْﺶٍ ﻭَﻳَﺜْﺮِﺏَ ، ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻬُﻢْ ﻓَﻠَﺤِﻖَ ﺑِﻬِﻢْ ﻭَﺟَﺎﻫَﺪَ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ، ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٌ ﻣِﻦْ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻨّﺎﺱِ … ﻭَﺇِﻧّﻪُ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻳَﻬُﻮﺩَ ﻓَﺈِﻥّ ﻟَﻪُ ﺍﻟﻨّﺼْﺮَ ﻭَﺍﻟْﺄُﺳْﻮَﺓَ ﻏَﻴْﺮَ ﻣَﻈْﻠُﻮﻣِﻴﻦَ ﻭَﻟَﺎ ﻣُﺘَﻨَﺎﺻَﺮِﻳﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ … ﻭَﺇِﻥَّ ﻳَﻬُﻮﺩَ ﺑَﻨِﻲ ﻋَﻮْﻑٍ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ . ﻟِﻠْﻴَﻬُﻮﺩِ ﺩِﻳﻨُﻬُﻢْ ﻭَﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤَﻴْﻦِ ﺩِﻳﻨُﻬُﻢْ ﻭَﻣَﻮَﺍﻟِﻴﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻧْﻔُﺴُﻬُﻢْ ﺇﻟّﺎ ﻣَﻦْ ﻇَﻠَﻢَ ﻭَﺃَﺛِﻢَ ﻓَﺈِﻧّﻪُ ﻟَﺎ ﻳُﻮﺗِﻎُ ﺇﻟّﺎ ﻧَﻔْﺴَﻪُ ﻭَﺃَﻫْﻞَ ﺑَﻴْﺘِﻪِ … ﻭَﺇِﻥَّ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩِ ﻧَﻔَﻘَﺘَﻬُﻢْ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ﻧَﻔَﻘَﺘَﻬُﻢْ ﻭَﺇِﻥَّ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺍﻟﻨَّﺼْﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺣَﺎﺭَﺏَ ﺃَﻫْﻞَ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺼَّﺤِﻴﻔَﺔِ . ﻭَﺇِﻥَّ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺍﻟﻨَّﺼْﺢَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼِﻴﺤَﺔَ ﻭَﺍﻟْﺒِﺮَّ ﺩُﻭﻥَ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ، ﻭَﺇِﻧّﻪُ ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺛَﻢْ ﺍﻣْﺮِﺉِ ﺑِﺤَﻠِﻴﻔِﻪِ ، ﻭَﺇِﻥّ ﺍﻟﻨّﺼْﺮَ ﻟِﻠْﻤَﻈْﻠُﻮﻡِ ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﻣَﻊَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻣَﺎ ﺩَﺍﻣُﻮﺍ ﻣُﺤَﺎﺭِﺑِﻴﻦَ ، ﻭَﺇِﻥّ ﻳَﺜْﺮِﺏَ ﺣَﺮَﺍﻡٌ ﺟَﻮْﻓُﻬَﺎ ﻟِﺄَﻫْﻞِ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺼّﺤِﻴﻔَﺔِ … ﻭَﺇِﻥَّ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﺍﻟﻨّﺼْﺮَ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺩَﻫَﻢَ ﻳَﺜْﺮِﺏَ ، ﻭَﺇِﺫَﺍ ﺩُﻋُﻮﺍ ﺇﻟَﻰ ﺻُﻠْﺢٍ ﻳُﺼَﺎﻟِﺤُﻮﻧَﻪُ …

Dari Piagam Madinah dapat diambil spirit, bahwa Nabi Muhammad Saw menyatukan warga yang multi etnis dan multi agama menjadi ummah wahidah (satu kesatuan bangsa). Semua warga punya kedudukan yang sederajat, sama- sama berhak mendapatkan jaminan keamanan, melakukan aktifitas ekonomi, mengaktualisasikan agama, sama -sama berkewajiban untuk saling memberi nasehat dan berbuat kebaikan, menjaga keamanan serta integritas Madinah sebagai satu kesatuan negeri menghadapi ancaman dari luar.

0 Response to "Argumentasi Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (4)"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel