Argumentasi Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (3)

Kaedah Toleransi
Pluralitas agama (perbedaan agama, bukan pluralisme yang meyakini kebenaran seluruh agama ) di dunia merupakan sunnatullah. Ini seharusnya yang menjadi asas dalam amr ma ’ ruf nahi munkar, sehingga jelas tujuannya untuk melakukan perintah Allah , bukan untuk benar - benar berhasil menghilangkan semua kemungkaran dari muka bumi yang justru dalam prosesnya sering melanggar prinsip -prinsipnya.

(Islam Nusantara menurut NU)

… ﻭَﻟَﻮْ ﺷَﺎﺀ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻟَﺠَﻌَﻠَﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔً ﻭَﺍﺣِﺪَﺓً ﻭَﻟَﻜِﻦ ﻟِّﻴَﺒْﻠُﻮَﻛُﻢْ ﻓِﻲ ﻣَﺂ ﺁﺗَﺎﻛُﻢ ﻓَﺎﺳْﺘَﺒِﻘُﻮﺍ ﺍﻟﺨَﻴْﺮَﺍﺕِ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣَﺮْﺟِﻌُﻜُﻢْ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢ ﺑِﻤَﺎ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﻓِﻴﻪِ ﺗَﺨْﺘَﻠِﻔُﻮﻥَ ‏( ﺍﻟﻤﺎﺋﺪﺓ : 48

Memperkuat keyakinan atas kebenaran ajaran Islam; tidak mengikuti ajaran agama lain dan menghindari memaki - maki penganutnya . Allah Swt berfirman:

ﻭَﻻَ ﺗَﺴُﺒُّﻮﺍْ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻴَﺴُﺒُّﻮﺍْ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋَﺪْﻭًﺍ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻢٍ ﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺯَﻳَّﻨَّﺎ ﻟِﻜُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﻋَﻤَﻠَﻬُﻢْ ﺛُﻢَّ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢ ﻣَّﺮْﺟِﻌُﻬُﻢْ ﻓَﻴُﻨَﺒِّﺌُﻬُﻢ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥ . ‏( ﺍﻻﻧﻌﺎﻡ : 108 )
ﻣﻔﺎﺗﻴﺢ ﺍﻟﻐﻴﺐ – ‏( ﺝ 13 / ﺹ 114 - 116 )
ﻭﻓﻲ ﺍﻵﻳﺔ ﻣﺴﺎﺋﻞ … ﺍﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﺍﻟﺨﺎﻣﺴﺔ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻫﺬﻩ ﺍﻵﻳﺔ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﺍﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻗﺪ ﻳﻘﺒﺢ ﺇﺫﺍ ﺃﺩﻯ ﺇﻟﻰ ﺍﺭﺗﻜﺎﺏ ﻣﻨﻜﺮ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻳﻘﺒﺢ ﺇﺫﺍ ﺃﺩﻯ ﺇﻟﻰ ﺯﻳﺎﺩﺓ ﻣﻨﻜﺮ ﻭﻏﻠﺒﺔ ﺍﻟﻈﻦ ﻗﺎﺋﻤﺔ ﻣﻘﺎﻡ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ ﻭﻓﻴﻪ ﺗﺄﺩﻳﺐ ﻟﻤﻦ ﻳﺪﻋﻮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻟﺌﻼ ﻳﺘﺸﺎﻏﻞ ﺑﻤﺎ ﻻ ﻓﺎﺋﺪﺓ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻄﻠﻮﺏ ﻷﻥ ﻭﺻﻒ ﺍﻷﻭﺛﺎﻥ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﺟﻤﺎﺩﺍﺕ ﻻ ﺗﻨﻔﻊ ﻭﻻ ﺗﻀﺮ ﻳﻜﻔﻲ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺪﺡ ﻓﻲ ﺇﻟﻬﻴﺘﻬﺎ ﻓﻼ ﺣﺎﺟﺔ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺇﻟﻰ ﺷﺘﻤﻬﺎ .

Menolak dakwah yang bertentangan dengan Islam dengan cara terbaik dan bijaksana, serta menunjukkan kebaikan ajaran Islam. Allah Swt berfirman:

ﻭَﻣَﻦْ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻗَﻮْﻻً ﻣِّﻤَّﻦ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻋَﻤِﻞَ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺇِﻧَّﻨِﻲ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ . ﻭَﻻ ﺗَﺴْﺘَﻮِﻱ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ ﻭَﻻ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔُ ﺍﺩْﻓَﻊْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺑَﻴْﻨَﻚَ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻪُ ﻋَﺪَﺍﻭَﺓٌ ﻛَﺄَﻧَّﻪُ ﻭَﻟِﻲٌّ ﺣَﻤِﻴﻢٌ . ‏( ﻓﺼﻠﺖ : 33 - 34 )

Amr ma ’ruf nahi munkar dengan arif dan bijaksana.

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ . ‏( ﺍﻟﻨﺤﻞ : 125 )
ﺃَﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﺎﻟْﺒِﺮِّ ﻭَﺗَﻨْﺴَﻮْﻥَ ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧْﺘُﻢْ ﺗَﺘْﻠُﻮﻥَ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﺃَﻓَﻠَﺎ ﺗَﻌْﻘِﻠُﻮﻥَ ‏( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 44 )

Toleransi Terhadap Agama Lain
Toleransi terhadap agama lain yang berkembang di masyarakat merupakan keniscayaan, demi terbangunnya kerukunan antarumat beragama di tengah pluralitas. Bahkan Islam mengajarkan agar berpekerti baik terhadap semua manusia tanpa memilih - milih , terhadap orang yang seagama maupun tidak, dan terhadap orang shalih maupun sebaliknya . Al- Hakim at- Tirmidzi dalam Nawadir al - Ushul (III/ 97 ) mengatakan:

ﻭﻗﺎﻝ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺃﻭﺣﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻰ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻳﺎ ﺇﺑﺮﺍﻫﻴﻢ ﺣﺴﻦ ﺧﻠﻘﻚ ﻭﻟﻮ ﻣﻊ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﺗﺪﺧﻞ ﻣﺪﺍﺧﻞ ﺍﻷﺑﺮﺍﺭ ﻓﺈﻥ ﻛﻠﻤﺘﻲ ﺳﺒﻘﺖ ﻟﻤﻦ ﺣﺴﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﺃﻥ ﺃﻇﻠﻪ ﻓﻲ ﻋﺮﺷﻲ ﻭﺃﻥ ﺃﺳﻜﻨﻪ ﻓﻲ ﺣﻈﻴﺮﺓ ﻗﺪﺳﻲ ﻭﺃﻥ ﺃﺩﻧﻴﻪ ﻣﻦ ﺟﻮﺍﺭﻱ . ﻭﺣﺴﻦ ﺍﻟﺨﻠﻖ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺙ ﻣﻨﺎﺯﻝ : ﺃﻭﻟﻬﺎ ﺃﻥ ﻳﺤﺴﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻣﻊ ﺃﻣﺮﻩ ﻭﻧﻬﻴﻪ ، ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ ﺃﻥ ﻳﺤﺴﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻣﻊ ﺟﻤﻴﻊ ﺧﻠﻘﻪ ، ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ ﺃﻥ ﻳﺤﺴﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻣﻊ ﺗﺪﺑﻴﺮ ﺭﺑﻪ ﻓﻼ ﻳﺸﺎﺀ ﺇﻻ ﻣﺎ ﻳﺸﺎﺀ ﻟﻪ ﺭﺑﻪ .

Dalam rangka mendakwahkan agama Islam sebagai rahmat bagi semesta alam , toleransi dapat dipraktikkan dengan menjalin mu’amalah zhahirah yang baik antarumat beragama , memberi jaminan keselamatan jiwa dan harta, serta tidak mengganggu pengamalan keyakinan lain selama tidak didemonstrasikan secara provokatif di kawasan yang mayoritas penduduknya adalah umat Islam.

Namun demikian , penerapan toleransi kaum muslimin terhadap agama lain perlu memperhatikan batas- batasnya sebagaimana berikut:

Tidak melampaui batas akidah sehingga terjerumus dalam kekufuran, seperti rela dengan kekufuran, ikut meramaikan hari raya agama lain dengan tujuan ikut mensyiarkan kekufuran, dan semisalnya , kecuali dalam kondisi darurat.

Tidak melampaui batas syariat sehingga terjerumus dalam keharaman , seperti ikut datang ke tempat ibadah agama lain saat perayaan hari rayanya, mengundang pemeluk agama lain untuk menghadiri perayaan hari raya umat Islam, mengucapkan selamat hari raya kepada mereka dan semisalnya , kecuali dalam kondisi darurat.

Toleransi Terhadap Pemahaman Agama Lain
Selain pluralitas agama , di Nusantara terdapat bermacam pemahaman keagamaan (akidah) dalam lingkungan Umat Islam, sehingga diperlukan toleransi terhadap kelompok umat Islam yang dalam masalah furu ’ iyyah maupun ushuliyyah berbeda pemahaman dengan Ahlussunnah wal Jama ’ah.

 Secara prinsip toleransi dalam konteks ini tetap mengedepankan semangat Islam sebagai agama yang merahmati semesta alam dan al-akhlaq al karimah, seperti halnya dalam toleransi antarumat beragama. Begitu pula dalam tataran praktiknya, batas- batas toleransi terhadap kelompok umat Islam yang tidak berpaham
Ahlussunnah wal Jama ’ah sama dengan batas - batas dalam toleransi antarumat beragama, yaitu tidak boleh melampaui batas akidah dan
syariat.

ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺍﻟﺒﺠﻴﺮﻣﻲ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻄﻴﺐ – ‏( ﺝ 5 / ﺹ 183 )
( ﺗَﺤْﺮُﻡُ ﻣَﻮَﺩَّﺓُ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِ ‏) … ﻭَﻋِﺒَﺎﺭَﺓُ ﺷَﺮْﺡِ ﻡ ﺭ ﻭَﺗَﺤْﺮُﻡُ ﻣُﻮَﺍﺩَّﺗُﻬُﻢْ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟْﻤَﻴْﻞُ ﺍﻟْﻘَﻠْﺒِﻲُّ ﻟَﺎ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮُ ﻭَﺇِﻟَّﺎ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻛُﻔْﺮًﺍ ﻭَﺳَﻮَﺍﺀٌ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﺃَﻛَﺎﻧَﺖْ ﻟِﺄَﺻْﻞٍ ﺃَﻭْ ﻓَﺮْﻉٍ ﺃَﻡْ ﻏَﻴْﺮِﻫِﻤَﺎ ﻭَﺗُﻜْﺮَﻩُ ﻣُﺨَﺎﻟَﻄَﺘُﻪُ ﻇَﺎﻫِﺮًﺍ ﻭَﻟَﻮْ ﺑِﻤُﻬَﺎﺩَﺍﺓٍ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻳَﻈْﻬَﺮُ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺮْﺝَ ﺇﺳْﻠَﺎﻣُﻪُ ﻭَﻳَﻠْﺤَﻖُ ﺑِﻪِ ﻣَﺎ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻤَﺎ ﻧَﺤْﻮُ ﺭَﺣِﻢٍ ﺃَﻭْ ﺟِﻮَﺍﺭٍ ﺍ ﻫـ ﻭَﻗَﻮْﻟُﻪُ : ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﺝُ ﺇﺳْﻠَﺎﻣَﻪُ ﺃَﻭْ ﻳَﺮْﺝُ ﻣِﻨْﻪُ ﻧَﻔْﻌًﺎ ﺃَﻭْ ﺩَﻓْﻊَ ﺷَﺮٍّ ﻟَﺎ ﻳَﻘُﻮﻡُ ﻏَﻴْﺮُﻩُ ﻓِﻴﻪِ ﻣَﻘَﺎﻣَﻪُ ﻛَﺄَﻥْ ﻓَﻮَّﺽَ ﺇﻟَﻴْﻪِ ﻋَﻤَﻠًﺎ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻧَّﻪُ ﻳَﻨْﺼَﺤُﻪُ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﻳَﺨْﻠُﺺُ ﺃَﻭْ ﻗَﺼَﺪَ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﺩَﻓْﻊَ ﺿَﺮَﺭٍ ﻋَﻨْﻪُ . ﻭَﺃَﻟْﺤَﻖَ ﺑِﺎﻟْﻜَﺎﻓِﺮِ ﻓِﻴﻤَﺎ ﻣَﺮَّ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺤُﺮْﻣَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻜَﺮَﺍﻫَﺔِ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻖَ

Toleransi dalam konteks ini tidak menafikan semangat dakwah untuk menunjukkan kebenaran (al - haqq) dan menghadapi berbagai syubhat (propaganda) yang mereka sebarkan, terlebih yang bersifat provokatif, mengancam kesatuan Umat Islam, integritas bangsa secara lebih luas .

0 Response to "Argumentasi Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (3)"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel