Argumentasi Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (1)

Pakar sejarah Ibn Khaldun (1332- 1406 M ) dalam karyanya, Muqaddimah (37 - 38 ) mengatakan :
ﺃَﻥَّ ﺃَﺣْﻮَﺍﻝَ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻢِ ﻭَﺍﻟْﺄُﻣَﻢِ ﻭَﻋَﻮَﺍﺋِﺪَﻫُﻢْ ﻭَﻧِﺤَﻠَﻬُﻢْ ﻟَﺎ ﺗَﺪُﻭﻡُ ﻋَﻠﻰٰ ﻭَﺗِﻴﺮَﺓٍ ﻭَﺍﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﻣِﻨْﻬَﺎﺝٍ ﻣُﺴْﺘَﻘِﺮٍّ ، ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﺍﺧْﺘِﻠَﺎﻑٌ ﻋَﻠﻰٰ ﺍﻟْﺄَﻳَّﺎﻡِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺯْﻣِﻨَﺔِ ، ﻭَﺍﻧْﺘِﻘَﺎﻝٌ ﻣِﻦْ ﺣَﺎﻝٍ ﺇِﻟﻰٰ ﺣَﺎﻝٍ . ﻭَﻛَﻤَﺎ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﺫٰﻟِﻚَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺷْﺨَﺎﺹِ ﻭَﺍﻟْﺄَﻭْﻗَﺎﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﻣْﺼَﺎﺭِ ، ﻓَﻜَﺬٰﻟِﻚَ ﻳَﻘَﻊُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﻓَﺎﻕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﻗْﻄَﺎﺭِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺯْﻣِﻨَﺔِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻭَﻝِ ﺳُﻨَّﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻗَﺪْ ﺧَﻠَﺖْ ﻓِﻲ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ

(Islam Nusantara menurut NU)

“Sungguh keadaan dunia, bangsa -bangsa , adat- istiadat dan keyakinan mereka tidak selalu mengikuti satu model dan sistem yang tetap , melainkan selalu berbeda- beda (berubah ) seiring perjalanan hari dan masa, berpindah dari satu kondisi menuju kondisi lainnya . Sebagaimana hal itu terjadi pada manusia, waktu, dan kota , di berbagai kawasan , zaman, dan negeri juga terjadi atau berlangsung sunnah Allah (sunnatullah) yang telah terjadi pada hamba -hambaNya . ”

Maksud Islam Nusantara
Islam adalah agama yang dibawa Rasulullah Saw, sedangkan kata “Nusantara” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia , adalah sebutan atau nama bagi seluruh kepulauan Indonesia . Ketika penggunaan nama “Indonesia ” (berarti Kepulauan Hindia ) disetujui untuk dipakai untuk ide itu , kata Nusantara tetap dipakai sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia . Pengertian ini sampai sekarang dipakai di Indonesia.

Islam Nusantara yang dimaksud NU adalah :
a) Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang diamalkan , didakwahkan , dan dikembangkan di bumi Nusantara oleh para pendakwahnya , yang di antara tujuannya untuk mengantisipasi dan membentengi umat dari paham radikalisme , liberalisme , Syi’ah , Wahabi , dan paham- paham lain yang tidak sejalan dengan Ahlussunnah wal Jamaah, sebagaimana tersirat dalam penjelasan Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy ’ari dalam Risalah Ahlussunnah wal Jama ’ah (h . 9 ):
ﻓَﺼْﻞٌ ﻓِﻲْ ﺑَﻴَﺎﻥِ ﺗَﻤَﺴُّﻚِ ﺃَﻫْﻞِ ﺟَﺎﻭَﻯ ﺑِﻤَﺬْﻫَﺐِ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﺴُّﻨَّﺔِ ﻭَﺍﻟﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ، ﻭَﺑَﻴَﺎﻥِ ﺍﺑْﺘِﺪَﺍﺀِ ﻇُﻬُﻮْﺭِ ﺍﻟﺒِﺪَﻉِ ﻭَﺍﻧْﺘِﺸَﺎﺭِﻫَﺎ ﻓِﻲ ﺃَﺭْﺽِ ﺟَﺎﻭَﻯ ، ﻭَﺑَﻴَﺎﻥِ ﺃَﻧْﻮَﺍﻉِ ﺍﻟﻤُﺒْﺘَﺪِﻋِﻴْﻦَ ﻓِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥِ . ﻗَﺪْ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮْﺍ ﺍﻷَﻗْﻄَﺎﺭِ ﺍﻟﺠَﺎﻭِﻳَّﺔِ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺯْﻣَﺎﻥِ ﺍﻟﺴَّﺎﻟِﻔَﺔِ ﺍﻟﺨَﺎﻟِﻴَﺔِ ﻣُﺘَّﻔِﻘِﻲ ﺍﻵﺭَﺍﺀِ ﻭَﺍﻟﻤَﺬْﻫَﺐِ ﻭَﻣُﺘَّﺤِﺪِﻱ ﺍﻟﻤَﺄْﺧَﺬِ ﻭَﺍﻟﻤَﺸْﺮَﺏِ ، ﻓَﻜُﻠُّﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻔِﻘْﻪِ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻤَﺬْﻫَﺐِ ﺍﻟﻨَّﻔِﻴْﺲِ ﻣَﺬْﻫَﺐِ ﺍﻹِﻣَﺎﻡِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺇِﺩْﺭِﻳْﺲ ، ﻭَﻓِﻲ ﺃُﺻُﻮْﻝِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺬْﻫَﺐِ ﺍﻹِﻣَﺎﻡِ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟﺤَﺴَﻦِ ﺍﻷَﺷْﻌَﺮِﻱ ، ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﺘَّﺼَﻮُّﻑِ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺬْﻫَﺐِ ﺍﻹِﻣَﺎﻡِ ﺍﻟﻐَﺰﺍﻟِﻲ ﻭَﺍﻹِﻣَﺎﻡِ ﺃَﺑِﻲ ﺍﻟﺤَﺴَﻦِ ﺍﻟﺸَّﺎﺫِﻟِﻲ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴْﻦَ .

b ) Metode (manhaj) dakwah Islam di bumi Nusantara di tengah penduduknya yang multi etnis , multi budaya , dan multi agama yang dilakukan secara santun dan damai , seperti tersirat dalam pernyataan Syaikh Abu al - Fadhl as - Senori Tuban dalam Ahla al - Musamarah fi Hikayah al - Aulia ’ al - ‘ Asyrah , (h . 23 - 24 ) saat menghikayatkan dakwah santun Sayyid Rahmat (Sunan Ampel):
ﺛﻢ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺭﺣﻤﺔ ﺃﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺠﺰﻳﺮﺓ ﻣﺴﻠﻢ ﺇﻻ ﺃﻧﺎ ﻭﺃﺧﻲ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺭﺟﺎ ﻓﻨﺪﻳﺘﺎ ﻭﺻﺎﺣﺒﻲ ﺃﺑﻮ ﻫﺮﻳﺮﺓ . ﻓﻨﺤﻦ ﺃﻭﻝ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺟﺮﻳﺮﺓ ﺟﺎﻭﻩ … ﻓﻠﻢ ﻳﺰﻝ ﺍﻟﺴﻴﺪ ﺭﺣﻤﺔ ﻳﺪﻋﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﺇﻟﻰ ﻋﺒﺎﺩﺗﻪ ﺣﺘﻰ ﺃﺗﺒﻌﻪ ﻓﻲ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﻫﻞ ﻋﻤﻔﻴﻞ ﻭﻣﺎ ﺣﻮﻟﻪ ﻭﺃﻛﺜﺮ ﺃﻫﻞ ﺳﻮﺭﺑﺎﻳﺎ . ﻭﻣﺎ ﺫﻟﻚ ﺇﻻ ﺑﺤﺴﻦ ﻣﻮﻋﻈﺘﻪ ﻭﺣﻜﻤﺘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻭﺣﺴﻦ ﺧﻠﻘﻪ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺣﺴﻦ ﻣﺠﺎﺩﻟﺘﻬﻢ ﺇﻳﺎﻫﻢ ﺍﻣﺘﺜﺎﻻ ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺍﻵﻳﺔ ‏( ﺍﻟﻨﺤﻞ : 125 ‏) ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﺟَﻨَﺎﺣَﻚَ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ‏( ﺍﻟﺤﺠﺮ : 88 ‏) ، ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ﻭَﺃْﻣُﺮْ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺍﻧْﻪَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺍﺻْﺒِﺮْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺇِﻥَّ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﻋَﺰْﻡِ ﺍﻟْﺄُﻣُﻮﺭِ ‏( ﻟﻘﻤﺎﻥ : 17 ‏) . ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﺋﻤﺔ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻣﺸﺎﻳﺨﻬﻢ ﻋﻠﻰ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻳﺪﺧﻠﻮﻥ ﻓﻲ ﺩﻳﻦ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻓﻮﺍﺟﺎ .

Metode Dakwah Islam Nusantara
Metode dakwah Islam Nusantara di masa kini secara prinsip sama dengan metode dakwah di masa Walisongo, meskipun dalam strateginya perlu dilakukan dinamisasi sesuai tantangan zaman, dengan tetap berpijak pada aturan syar ’i. Secara terperinci metode tersebut dapat dilakukan dengan:

Berdakwah dengan hikmah, mau’ izhah hasanah , dan berdialog dengan penuh kesantunan.

Toleran terhadap budaya lokal tidak bertentangan dengan agama.

Memberi teladan dengan al - akhlak al - karimah.

Memprioritaskan mashlahah ‘ammah daripada mashlahah khasshah.

Berprinsip irtikab akhaff ad -dhararain.

Berprinsip dar’ al - mafasid muqaddam ‘ ala jalb al - mashalih .

Bersambung

0 Response to "Argumentasi Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (1)"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel