Argumen Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (2)

Metode Dakwah
Islam tidak anti terhadap tradisi atau budaya , bahkan sebaliknya Islam akomodatif padanya . Hal ini setidaknya dapat dibuktikan dengan dua hal , yaitu berbagai ayat al -Qur’ an dan hadits yang dalam redaksinya mengakomodir tradisi atau budaya ; dan beberapa tradisi atau budaya jahiliyah menjadi ajaran Islam.

(Islam Nusantar menurut NU)

Dalam tataran praktik dakwah Islam di Nusantara, ketika berhadapan dengan berbagai tradisi atau budaya bisa digunakan empat pendekatan (approach), yaitu adaptasi , netralisasi, minimalisasi , dan amputasi.

Pertama pendekatan adaptasi, dilakukan untuk menyikapi tradisi atau budaya yang secara prinsip tidak bertentangan dengan syariat (tidak haram ). Bahkan hal ini merupakan implementasi dari al -akhlaq al - karimah yang dianjurkan oleh Nabi Saw. Tradisi atau budaya yang disikapi dengan pendekatan adaptasi mencakup tradisi atau budaya yang muncul setelah Islam berkembang maupun wsebelumnya . Seperti tradisi bahasa kromo inggil dan kromo alus dalam masyarakat Jawa untuk sopan santun terhadap orang yang lebih tua.

ﻋﻦ ﻣﻌﺎﺫِ ﺑﻦِ ﺟﺒﻞٍ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ، ﻋﻦ ﺭﺳﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻗَﺎﻝَ : ﺍﺗَّﻖِ ﺍﻟﻠﻪ ﺣَﻴْﺜُﻤَﺎ ﻛُﻨْﺖَ ﻭَﺃﺗْﺒﻊِ ﺍﻟﺴَّﻴِّﺌَﺔَ ﺍﻟﺤَﺴَﻨَﺔَ ﺗَﻤْﺤُﻬَﺎ ﻭَﺧَﺎﻟِﻖِ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺑِﺨُﻠُﻖٍ ﺣَﺴَﻦٍ . ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ، ﻭَﻗﺎﻝَ : ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ )
ﻭﻗﺪ ﺳﺌﻞ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﻤﺆ ﻣﻨﻴﻦ ﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﺃﻳﻀﺎ ﻓﻘﺎﻝ : ﻣﻮﺍﻓﻘﺔ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺷﻲﺀ ﻣﺎﻋﺪﺍ ﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ

Tradisi yang telah menjadi media dakwah dan tidak bertentangan dengan agama , semestinya dilestarikan . Sebagaimana tradisi kirim doa untuk mayit pada hari ke tujuh, ke- 40 , ke - 100 , dan ke- 1000 dari kematiannya, sebab tidak bertentangan dengan agama dan justru menarik masyarakat berkirim doa bagi orang- orang yang telah meninggal. Sebab jika tradisi ini dihilangkan , kebiasaan kirim doa juga akan ikut hilang atau berkurang.

Kedua pendekatan netralisasi, dilakukan untuk menyikapi tradisi atau budaya yang di dalamnya tercampur antara hal - hal yang diharamkan yang dapat dihilangkan dan hal - hal yang dibolehkan . Netralisasi terhadap budaya seperti ini dilakukan dengan menghilangkan keharamannya dan melestarikan selainnya . Allah berfirman:

ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗَﻀَﻴْﺘُﻢْ ﻣَﻨَﺎﺳِﻜَﻜُﻢْ ﻓَﺎﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺬِﻛْﺮِﻛُﻢْ ﺁَﺑَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺃَﻭْ ﺃَﺷَﺪَّ ﺫِﻛْﺮًﺍ ﻓَﻤِﻦَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦْ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﺁَﺗِﻨَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂَﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﺧَﻠَﺎﻕٍ . ‏( ﺍﻟﺒﻘﺮﺓ : 200 )
Dalam menjelaskan sabab an - nuzul ayat ini Imam Mujahid menyatakan, bahwa orang- orang Jahiliyah seusai melaksanakan ibadahnya biasa berkumpul dan saling membangga -banggakan nenek moyang dan nasab mereka yang jelas - jelas dilarang dalam Islam, kemudian turun ayat tersebut yang tidak melarang perkumpulannya namun hanya memerintahkan agar isinya diganti dengan zikir kepada Allah . Hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak menganjurkan penghapusan tradisi atau budaya secara frontal, namun menganjurkan untuk meluruskan hal - hal yang belum lurus saja.

ﺃﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﻨﺰﻭﻝ – ‏( ﺝ 1 / ﺹ 39 )
ﻗﻮﻟﻪ ‏( ﻓﺈﺫﺍ ﻗﻀﻴﺘﻢ ﻣﻨﺎﺳﻜﻜﻢ ﻓﺎﺫﻛﺮﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺬﻛﺮﻛﻢ ﺁﺑﺎﺀﻛﻢ ‏) ﺍﻵﻳﺔ ، ﻗﺎﻝ ﻣﺠﺎﻫﺪ : ﻛﺎﻥ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﺇﺫﺍ ﺍﺟﺘﻤﻌﻮﺍ ﺑﺎﻟﻤﻮﺳﻢ ﺫﻛﺮﻭﺍ ﻓﻌﻞ ﺁﺑﺎﺋﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺎﻫﻠﻴﺔ ﻭﺃﻳﺎﻣﻬﻢ ﻭﺃﻧﺴﺎﺑﻬﻢ ﻓﺘﻔﺎﺧﺮﻭﺍ ﻓﺄﻧﺰﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ – ﻓﺎﺫﻛﺮﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﺬﻛﺮﻛﻢ ﺁﺑﺎﺀﻛﻢ ﺃﻭ ﺃﺷﺪ ﺫﻛﺮﺍ - 

Ketiga pendekatan minimalisasi, dilakukan untuk menyikapi budaya yang mengandung keharaman yang belum bisa dihilangkan seketika . Minimalisasi budaya semacam ini dilakukan dengan cara: a ) mengurangi keharamannya sebisa mungkin , yaitu dengan menggantinya dengan keharaman yang lebih ringan secara bertahap sampai hilang atau minimal berkurang; b ) membiarkannya sekira keharaman tersebut dapat melalaikan pelakunya dari keharaman lain yang lebih berat.

Keempat pendekatan amputasi , dilakukan untuk menyikapi budaya yang mengandung keharaman yang harus dihilangkan . Amputasi terhadap budaya semacam ini dilakukan secara bertahap , seperti terhadap keyakinan animisme dan dinamisme . Meskipun dilakukan dengan cara menghilangkan hingga ke akarnya, pendekatan ini dilakukan secara bertahap.

Sebagaimana Nabi Muhammad Saw dalam menyikapi keyakinan paganisme di masyarakat Arab menghancurkan fisik berhala -berhala, berikut berhala keyakinan , pemikiran, dan kebudayaannya . Tradisi tersebut berhasil dihilangkan , namun baru terlaksana secara massif pada peristiwa pembebasan kota Makkah (Fath Makkah) pada 630 M / 8 H, atau saat dakwah Islam telah berusia 21 tahun.

0 Response to "Argumen Islam Nusantara Dari Berbagai Aspek (2)"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel