Siapa Yang Disebut Ulama?

Sejumlah teman minta aku menulis tentang siapakah "Ulama" itu? Soalnya kata ini lagi viral di medsos, katanya. Maka akupun menulis seperti ini:

علماء, kata jamak dari kata tunggal عليم. Secara literal berarti orang-orang yang berilmu. Kata ini disebut dalam Al-Qur'an, ﺍﻧﻤﺎ ﻳﺨﺸﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻩ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di kalangan hamba-hamba-Nya hanyalah ulama" (Q.s .Fathir, 28).

Tokoh ulama NU (nu online)

Tetapi al-Qur'an menyebut banyak kata lain yang semakna atau memiliki konotasi yang sama dengan ulama, atara lain: اولو العلم "ulu al-Ilmi"(yang punya ilmu), "اولو الالباب" (yang mempunyai hati/pengetahuan inti/
substantif), اولي الابصار "Uli al-Abshar",(yang punya pengetahun), اولي النهي "Uli al-Nuha", (yang mempunyai akal yang sehat) dan اهل الذكر "Ahl al-Dzikir"(yang selalu mengingat Tuhan).

Dari Hadits Nabi kita menemukan kata itu dalam kalimat: العلماء ورثة الانبياء "Al-Ulama Waratsatul Anbiya" (Ulama itu pewaris para Nabi).

Ada banyak predikat yang ditujukan kepada ulama. Antara lain, سراج الامة "Siraj al-Ummah" (lampu umat), منار البلاد "Manar al-Bilad" (menara/mercusuar negara), قوام الامة "Qiwam al-Ummah", (pilar ummat), منابع الحكام "Manabi' al-Hikam" (sumber kebijaksanaan), dan lain-lain.

Tanda - Tanda Ulama
Bagaimana kita mengetahui bahwa seseorang bisa dianggap/disebut ulama? Dan apa ciri-cirinya? Habib Abdullah Al-Haddad, dalam kitabnya yang sangat terkenal dan dijadikan sumber pengetahuan etika di pesantren, نصاءح الدنية "Nashaih al-Diniyyah", menyebut sejumlah tanda/indikator karakter ulama:

ﻓﻤﻦ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ : ﺍﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺧﺎﺷﻌﺎ ﻣﺘﻮﺍﺿﻌﺎ ﺧﺎﺀﻓﺎ ﻣﺸﻔﻘﺎ ﻣﻦ ﺧﺸﻴﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺯﺍﻫﺪﺍ ﻓﻰ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻗﺎﻧﻌﺎ ﺑﺎﻟﻴﺴﻴﺮ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻨﻔﻘﺎ ﺍﻟﻔﺎﺿﻞ ﻋﻦ ﺣﺎﺟﺘﻪ ﻣﻤﺎ ﻓﻰ ﻳﺪﻩ . ﻧﺎﺻﺤﺎً ﻟﻌﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ . ﺭﺣﻴﻤﺎ ﺑﻬﻢ ﺃﻣﺮﺍ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻧﺎﻫﻴﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ . ﻣﺴﺎﺭﻋﺎ ﻓﻰ ﺍﻟﺨﻴﺮﺍﺕ ﻣﻼ ﺯﻣﺎ ﻟﻠﻌﺒﺎﺩﺍﺕ . ﻭﻭﻗﺎﺭ ﻭﺍﺳﻊ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻻ ﻣﺘﻜﺒﺮﺍ ﻭﻻ ﻃﺎﻣﻌﺎ ﻓﻰ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻻ ﺣﺮﻳﺼﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﻻ ﺟﺎﻣﻌﺎ ﻟﻠﻤﺎﻝ ﻭﻻ ﻣﺎﻧﻌﺎ ﻟﻪ ﻋﻦ ﺣﻘﻪ ﻭﻻ ﻓﻈﺎ ﻭﻻ ﻏﻠﻴﻈﺎ ﻭﻻ ﻣﻤﺎﺭﻳﺎ ﻭﻻ ﻣﺨﺎﺻﻤﺎ ﻭﻻ ﻗﺎﺳﻴﺎ ﻭﻻ ﺿﻴﻖ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻭﻻ ﻣﺨﺎﺩﻋﺎ ﻭﻻ ﻏﺎﺷﺎ ﻭﻻ ﻣﻘﺪﻣﺎ ﻟﻼﻏﻨﻴﺎﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ ﻭﻻ ﻣﺘﺮﺩﺩﺍ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺴﻼﻃﻴﻦ "

Tanda/ciri orang Alim (ulama) antara lain : pembawaannya tenang, rendah hati, selalu merasa takut kepada Allah, bersahaja, "nerimo", suka sedekah, membimbing umat, menyayangi mereka, selalu mengajak kepada kebaikan dan menghindari keburukan/
maksiat, bersegera dalam kebaikan, senang beribadah, lapang dada, lembut hati, tidak sombong, tidak berharap pada pemberian orang, tidak ambisi kemegahan dan jabatan, tidak suka menumpuk-numpuk harta, tidak keras hati, tidak kasar, tidak suka pamer, tidak memusuhi dan membenci orang, tidak picik, tidak menipu, tidak licik, tidak mendahulukan orang kaya daripada orang miskin, dan tidak sering-sering mengunjungi penjabat pemerintahan/penguasa".

Sementara Imam al-Ghazali menyebut sifat-sifat/ciri-ciri ulama sebagai berikut:
ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺍﻥ ﺍﻟﻼﺋﻖ ﺑﺎﻟﻌﺎﻟﻢ ﺍﻟﻤﺘﺪﻳﻦ ﺍﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻄﻌﻤﻪ ﻭﻣﻠﺒﺴﻪ ﻭﻣﺴﻜﻨﻪ ﻭﺟﻤﻴﻊ ﻣﺎ ﻳﺘﻌﻠﻖ ﺑﻤﻌﺎﺷﻪ ﻓﻰ ﺩﻧﻴﺎﻩ ﻭﺳﻄﺎ . ﻻ ﻳﻤﻴﻞ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﺘﺮﻓﻪ ﻭﺍﻟﺘﻨﻌﻢ .

"Ketahuilah, bahwa yang patut/pantas disebut ulama ialah orang yang makananannya, pakaiannya, tempat tinggalnya (rumah) dan hal- hal lain yang berkaitan dengan kehidupan duniawi, sederhana, tidak bermewah-mewahan dan tidak berlebihan dalam kenikmatan".

Lain lagi pendapat Mawlana Jalal al-Din Rumi, penyair sufi besar saat ditanya santrinya, “siapakah yang disebut ulama? Ia tak mendefinisikannya, tetapi memberikan contoh (perumpamaan) yang amat menarik tentang siapa orang alim (orang berilmu) itu. Katanya: “Dia bagaikan pohon yang ditanam di tanah yang subur. Tanah itu menjadikan pohon tersebut berdiri kokoh dan kuat dengan daun-daun yang menghijau dan merimbun. Lalu ia mengeluarkan bunga dan menghasilkan buah yang lebat. Meski ia lah yang menghasilkan bunga dan buah itu, tetapi ia sendiri tak mengambil buah itu. Buah itu untuk orang lain atau diambil mereka. Jika manusia bisa memahami bahasa pohon itu, maka ia sesungguhnya berkata:
ﻋﻠﻤﻨﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻥ ﻧﻌﻄﻰ ﻭﻻ ﺍﻥ ﻧﺎﺧﺬ
“Kami diajari untuk memberi dan tidak diajari untuk meminta”.

18.09.18
Husein Muhammad

0 Response to "Siapa Yang Disebut Ulama?"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel