Keteladanan Mbah Dullah Salam, Kajen, Pati

Erhaje88

KH Abdullah Zein Salam (Mbah Dullah Salam) Kajen Pati, adalah sosok ulama-pemimpin yang mampu mengatur irama dakwah yang ada di sekitarnya. Beliau mampu membagi peran para kiai sesuai potensinya masing-masing untuk meramaikan dan memajukan Desa Kajen sebagai daerah santri yang menjadi sumber ilmu dan hikmah yang dicari oleh para pencari ilmu dari seluruh penjuru Nusantara. Mbah Dullah menjadi pemimpin para kiai dengan spesifikasi kajian Alquran dan tafsir. Mbah Dullah ini kiai yang tegas dan disiplin.

mu Mbah Abdullah Salam (kiri) dan Habib Luthfi (kanan)/Google image

Beliau sering mengontrol proses kegiatan belajar mengajar di Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM). Ketika ada guru yang mengenakan pakaian lengan pendek, langsung disuruh pulang.

Beliau ingin guru-guru PIM menjadi sosok yang digugu dan ditiru sikap dan perilakunya dengan standar moral terbaik sehingga diteladani anak didiknya. Ketika ada anak didik mengikuti ujian nasional di lembaga pendidikan lain atau ada guru yang menjadi aparatur sipil negara, maka langsung dikeluarkan Mbah Dullah.

Ketegasan dan kedisiplinan Mbah Dullah inilah yang menjadikan beliau sosok yang disegani dan penuh wibawa. Keteladanan Mbah Dullah dapat dilihat dari karakter keseharian:

Pertama, tidak tamak. KH. Abdullah Zen Salam selalu menghindari thama’ (mengharap pemberian orang lain).

Kedua, sosok pekerja keras untuk menghidupi kebutuhan keluarga. Banyak hikayat yang menunjukkan Mbah Dullah tidak menerima bantuan dari orang lain dan menyuruh orang yang ingin memberikan bantuan kepada beliau agar memberikan bantuan tersebut kepada orang yang membutuhkan.

Ketiga, haus ilmu. Mbah Dullah dulu aktif mengikuti kegiatan ilmiah yang khas pesantren dan Nahdlatul Ulama, yaitu bahtsul masail. Keempat, jangan kecewa dengan takdir Allah. Dalam menghadapi situasi dan konsisi apapun, jangan menyalahkan takdir Allah.

Kelima, Mbah Dullah selalu bersedekah dengan niat untuk kesalehan anak-anaknya.

Kasus amoral dan asosial remaja akibat revolusi teknologi informasi, komunikasi, dan transportasi sudah masif dan tidak terhitung jumlahnya. Maka, pertahanan terakhir yang tidak boleh jebol adalah keluarga.

Keenam, tidak takut kehilangan popularitas. KH A Mustafa Bisri dalam satu kesempatan menyatakan, Mbah Dullah di usia yang senja, mengurangi aktivitasnya mengunjungi masyarakat karena disarankan untuk banyak istirahat.

Dengan kisah ini semoga bisa untuk jadikan teladan bagi kita semua, amien...

https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/128581/keteladanan-mbah-dullah-salam

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018