Kode Jitu Mahfud MD Tekuk Dan Bungkam PKS

Kode jitu Mahfud MD telah meletus dan mengaum. Saatnya tekuk sarang nyamuk penggoreng isu. Tak biasanya ia marah sehebat ini. Gajinya sebagai anggota BPIP terus digoreng, ditumis dan disambal. Padahal mulutnya sudah berbusa-busa menjelaskannya. Ia sudah menjelaskan rincian gaji itu. Sedetail-detailnya. Serinci-rincinya. Sejujur-jujurnya. Gajinya cuma Rp. 5 juta. Selebihnya tunjangan ini dan itu, hingga mencapai Rp. 100 juta.


Apa respon pihak yang nyinyir? Tak berhenti. Mereka terus menggoreng isu itu karena lezat untuk dipolitisasi. Celakanya isu itu digoreng secara serentak. Seirama. Setagar. Lebih kurang ajar lagi, meme gajinya di BPIP langsung dikirim kepada dirinya oleh kader PKS. Meme itu berbunyi: “Saya Pancasila, saya 100 juta.”

Emosi mantan ketua MK itu-pun meledak membahana. Kadar sisi kemanusiannya tersenggol keras. Ia mengamuk sengamuk-ngamuknya. Ia diganggu ‘nyamuk-nyamuk kurang ajar’.

Sebagai orang lapangan, Mahfud MD paham bagaimana membinasakan nyamuk-nyamuk itu. Ia punya teori membinasakan nyamuk.

“Kalau Anda digangu banyak nyamuk dan terlalu malas atau lelah untuk menepuknya satu persatu maka cari sarangnya kemudian semprot dgn perstisida, pasti gangguan nyamuk akan berakhir, paling tinggal satu satu yg nongol dan tak perlu diacuhkan,” bunyi kicauan Mahfud di Twitternya.

Segera setelah kicauannya itu, ia mulai menyerang telak namun terukur, langsung ke pusat komando lawan. Ia menyemprot ke pusat sarang nyamuk, PKS. Iapun berteriak kencang sekencang-kencangnya dan selantang-lantangnya. “PKS itu sudah punya koruptor dua. Melahirkan dua koruptor besar. Mau melurus-luruskan orang dengan cara tidak sopan,” katanya.

Hasilnya? Publik langsung teringat perbuatan nista PKS. Dua koruptor besar memang telah berhasil diorbitkannya. Pertama, Lufthi Hasaan Ishak. Dia menjabat Presiden PKS saat ditangkap KPK. Luthfi Hasan ditangkap terkait kasus suap kuota penambahan impor daging sapi. Kini Luthfi Hasan mendekam di penjara selama 18 tahun penjara.

Kedua, Gatot Pujo Nugroho. Ia menjabat Gubernur Sumatera Utara. Gatot ditangkap KPK terkait korupsi dana Bansos. Kini ia sedang mendekam di penjara selama 6 tahun. Kader PKS lain yang terlibat korupsi sedang dalam proses. Ada nama Sigit Purnomo Asri, kemudian ada Yudi Widiana Adia.

Teriakan membahana Mahfud MD, langsung membuat PKS bungkam. Nyamuk berhenti. Hening. Telak. Pucuk pimpinan komando PKS meminta maaf. Kader PKS yang mengirim meme, diketahui bernama Abdul Aziz ketakutan dan meminta maaf. Taktik jitu Mahfud MD terbukti mujarab. Gorengan isu gaji para punggawa BPIP, seketika hilang.

“Kalau Anda ingin mengendalikan ribuan burung pekatik yang mungkin menggangu Anda, tembak atau ambil dan sandera rajanya, maka pekatik-pekatik takkan menggangu Anda tapi menunggu belas kasihan Anda agar rajanya tak diapa-apakan. (Ini disarikan dari novel/ tatraloginya Andrea Hirata),” beber Mahfud soal taktiknya.

Tak puas dengan serangan baliknya, Mahfud MD ikut menyerang Hidayat Nurwahid, sang mantan ketua MPR RI. ”Berapa banyak uang atau anggaran yang dihambur-hamburkan Hidayat Nurwahid waktu kunjungan keluar negeri dan kunjungan ke daerah, apakah ada yang protes atau mempermasalahkan?” tanya Mahfud MD.

Demikian juga mantan Ketua MPR Amien Rais. Tak ketinggalan kena semprotan pria asal Madura tersebut. Amien Rais telah duluan menyemprot Mahfud. Sebelumnya Amin telah mengatakan bahwa hanya ongkang-ongkang kaki, dapat gaji Rp. 100 juta.
Mahfud membalas dengan telak. Ia mengatakan dirinya tidak pernah mendapat gaji atau aliran dana yang diduga dari yang tidak halal. Justru Amien Rais yang hanya ongkang-ongkang kaki, mendapat dana Rp. 600 juta dalam kasus korupsi Siti Fadilah. Amin Rais pun tertunduk malu.

“Nyamuk itu penyebar penyakit, bisa membunuh dengan DB atau malaria. Makanya setiap negara punya program fogging atau semprot nyamuk. Setiap yang jadi penguasa harus menyemprot nyamuk-nyamuk sebagai sumber penyakit tetapi harus mengembangkanbiakkan merpati yang berwatak tak pernah ingkar janji,” lanjut Mahfud setelah sukses membungkam PKS, Hidayat dan Amin Rais.

PKS bukanlah partai yang bersih-bersih amat. Celakanya partai ini suka menyerang orang yang lebih bersih atau jujur. Tetapi ketika diserang balik, malah tak berkutik dan malu sendiri. Hebatnya partai ini sangat pintar menggoreng, menumis dan menyambal setiap isu.

Kode jitu Mahfud MD rupanya telah bergema. Untuk menghentikan progapaganda PKS, cukup gaungkan, gelorakan, tagarkan:
#PKS telah melahirkan dua koruptor besar. Ke depan jika ada isu dipolitisasi, bisa diduga gorengan isu datang sarang nyamuk, PKS. Hentikan isu dengan menyerang langsung PKS. #PKS telah melahirkan dua koruptor besar. Jika PKS terlalu nafsu berkuasa, ucapkanlah kalimat: “PKS telah melahirkan dua koruptor besar.” Nah, itu kode untuk menghentikan nafsu itu.

Kode jitu dari Mahfud MD telah meletus dan mengaum. Saatnya tekuk sarang nyamuk penggoreng isu.

  • Oleh: Asaaro Lahagu
https://seword.com/politik/kode-jitu-mahfud-md-tekuk-dan-habisi-pks-rkYifaklQ

0 Response to "Kode Jitu Mahfud MD Tekuk Dan Bungkam PKS"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel