Gus Mus: Belajar Akting di IKJ Sebentar Aja Bisa Jadi Kiai, Ustad, Politisi Dan Macem-Macem, Yang Penting Itu Akhlaknya

Erhaje88

Sosok Kiai Haji Mustofa Bisri atau kerap disapa Gus Mus menyatakan kalau masyarakat terkadang kerap salah memilih seorang pemimpin. Hal ini beliau nyatakan dalam acara Mata Najwa yang diposting di YouTube pada Rabu (13/6/2018).

(Gambar: Youtube)

Memasuki tahun politik, masyarakat dihadapkan dengan pilihan calon pemimpin. Semua politisi ramai-ramai menyanjung calonnya dan mencela lawannya.

Lalu bagaimana publik memilah dan menilai supaya tak salah pilih? Menurut Gus Mus, kriteria pemimpin yang dipilih itu harus disesuaikan dengan tipe dan tugasnya.

"Pemimpin itu macam-macam. Ada pemimpin politik, pemimpin negara, pemimpin agama, dan lain-lain," ungkapnya.

"Itu kelihatan dari wajah dan perilakunya. Kalau pemimpin agama maka ia harus tahu dan mengamalkan ilmu agamanya, bukan hanya tahu. Ilmu itu hanya informasi," tegasnya.

Menurutnya, untuk pemimpin negara maka harus mengetahui keperluan negara itu apa aja. Sementara itu, apabila menjadi pemimpin rakyat atau wakil rakyat maka harus tahu rakyat.

"Kalau wakil rakyat, dia harus tahu rakyat. Gak pernah ketemu kok mewakili rakyat," Kata kiai asal Rembang, Jawa Tengah, tersebut.

Beliau juga mengakui kalau biasanya masyarakat melihat perilakunya terlebih dahulu dibandingkan wajahnya. Meski demikian, kadang-kadang melakukan hal sebaliknya.

"Bisa tertebak?," tanya Najwa selaku host Mata Najwa.

"Ya, tapi saya tak akan menebaknya," papar Gus Mus.

Dalam kesempatan itu juga, Gus Mus mengatakan kalau rakyat kerap salah pilih pemimpin. Hal tersebut dikarenakan rakyat memiliki sifat yang lugu.

"Karena kita itu lugu-lugu," katanya.

"Lugu jadi mudah diperdaya?," tanya Najwa.

"Iya, diperdaya siapa aja termasuk pemimpin-pemimpin. Belajar akting di IKJ sebentar aja bisa jadi kiai, ustad, politisi dan macem-macem. Yang penting itu akhlaknya," imbuhnya.

Bahkan, Gus Mus mengatakan masyarakat kerap salah pilih karena tak melihat perilakunya.

"Bahkan tak melihat apa-apa, melihat amplopnya. Ini yang kacau," katanya.

Untuk itu, Gus Mus menghimbau agar masyarakat mengubah sikapnya.

"Rakyat yang punya daulat harus mengubah sikap. Kita jengkel terus melihat wakil itu ya salah kita," bebernya.

Berikut video 'Gus Mus Dan Negeri Teka Teki':



http://jakarta.tribunnews.com/amp/2018/06/14/sebut-masyarakat-kerap-salah-pilih-pemimpin-gus-mus-beberkan-fakta-sebenarnya

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018