Sang Provokator Itu Bernama Sugi Nur Raharja

Erhaje88

Setahun menjelang Pemilu, upaya politisasi rumah ibadah semakin masif di tangan para ustadz abal-abal. Mereka kerap menghasut umat mengenai pilihan politiknya dengan mengatasnamakan agama.

Seperti yang dilakukan oleh Sugi Nur Raharja baru-baru ini. Seseorang yang mengaku ustadz ini membuat geger jagat maya, setelah video dakwahnya yang mengatakan haram hukumnya memilih Joko Widodo jadi Presiden 2019 beredar di media sosial.


Sugi Nur Raharja disebutkan berceramah di Masjid Semanggi yang terletak di Kota Solo, Jawa Tengah, dalam Tabligh Akbar, dengan tema, 'Indonesia Bangkit dari Masjid' pada Ahad, 28 April 2018.

Dalam ceramahnya itu, orang yang minta dipanggil Gus Nur ini memberikan wacana bahwa haram hukumnya memilih Presiden Joko Widodo. Bahkan, meminta jemaah yang memilih sosok Jokowi saat pemilu untuk keluar dari Masjid.

Substansi ceramahnya itu tak lain merupakan upaya membawa politik dalam kegiatan keagamaan. Pasalnya, dia berceramah dengan konten yang provokatif dan menyudutkan Presiden Jokowi dengan balutan agama.

Apa yang dilakukan oleh pria yang awalnya pemain Debus itu tak bisa disebut ceramah agama, lebih tepat jika dilihat sebagai propaganda politik.

Hal itu sangat berbahaya karena menebar kebencian, permusuhan, dan memicu konflik atas nama Tuhan. Padahal seharusnya rumah ibadah menjadi tempat persemaian kedamaian dan kebaikan.

Mulut kotor yang keluar dari Sugi Nur itu mirip sebagai provokator saja. Bukan Ustadz atau Kyai yang mengajak umat dalam kebaikan dan rahmat Tuhan.

Tapi sebenarnya, betapa malangnya dia, karena mencari nafkah dengan cara yang negatif seperti itu. Ia menjelek-jelekkan pihak lain, mengarahkan umat saling membenci dan mengharamkan pendukung Presiden hanya demi remah-remah recehan.

Sungguh sangat malang dan tak ada yang lebih rendah dari seseorang yang bekerja mencari uang dengan cara demikian.

Dilihat dari substansi ceramahnya pun, ia tak bisa disebut sebagai seorang ustadz atau Kyai. Meski dipanggil Gus, dia juga bukan keturunan seorang Kyai. Bahkan keberadaannya sendiri memperburuk persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia.

Namun yang lebih parah, kenapa ada pihak yang mengundangnya berbicara. Terutama radio dan panitia Masjid yang menyelenggarakan acara di atas.
Tapi seperti pepatah, tak ada asap tanpa api, kesempatan berceramah kepada Sugi Nur Raharja itu datang karena radio dakwah syariah itu dimiliki oleh kelompok yang getol memusuhi Presiden Jokowi, yaitu kader PKS. adalah Dr. Muinudinillah Basri adalah pemilik radio tersebut.

Kelompok pembawa panji Islam seperti itu pada dasarnya bukanlah penyebar Islam yang rahmatan lil 'alamin. Tapi mereka adalah pihak-pihak yang memanfaatkan agama untuk kepentingan politiknya sendiri.

Mereka yang selama ini getol membawa nama Tuhan dalam politik, bahkan membungkus kepentingan politiknya dengan atas nama agama.
Oleh karena itu, kita wajib waspada dengan kelompok yang suka memecah belah bangsa dengan taktik politisasi agama. Mengingat tahun politik semakin panas dan pihak oposisi sedang gencar mencari bahan provokasi politik. Waspadalah!

Sumber link:
https://kumparan.com/eka-yulianti1524576731267/ceramah-provokatif-sigi-nur-bawa-kepentingan-politik-dengan-balutan-agama.amp

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: