Menteri Agama Ini Konsisten Menolak Negara Islam

Di masyarakat Indonesia yang mayoritas Islam, Munawir Sjadzali melihat banyak orang mengaku pembela agama, tapi mereka mementingkan diri sendiri. Ia sadar dirinya hidup di Indonesia yang agamanya tidak hanya satu. Indonesia di zaman orde baru saat dia jadi menteri mengakui lima agama besar yang sudah cukup lama berkembang.

Munawir Sjadzali (1925-2004). Sumber gambar: tirto.id/Quita

Agar terhindar dari konflik antar agama, Munawir Sjadzali selaku Menteri Agama mengimbau pada masyarakat tentang pentingnya kerukunan dan pengendalian diri masing-masing individu.

Dalam acara perayaan Hari Raya Waisak pada 21 Mei 1989 di Candi Borobudur, Munawir Sjadzali—seperti dicatat Antara (6/6/1989) dan buku
Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita: Buku XI 1989 (2008: 561-562), pernah bilang, “Lebih mudah kita menaklukkan lawan yang gagah perkasa, tetapi kita sukar sekali menaklukkan ego kita sendiri.”

Tak lupa dia berharap kepada semua para pemeluk agama di Indonesia untuk bisa “mengekang dan menaklukkan egonya sendiri seperti apa yang diperintahkan oleh para Nabi dan Rasul kita masing-masing.”

Banyak yang mengakui, suka atau tidak suka, kehidupan antarumat beragama dianggap rukun, atau lebih baik, di masa Orde Baru.

Mempromosikan Asas Tunggal Pancasila

Di era Munawir jadi menteri, Pancasila sebagai asas tunggal dipromosikan secara besar-besaran oleh penguasa. Konsepsi ini mendapat banyak penolakan dari kelompok-kelompok Islam. “Pancasila adalah asas hidup bersama dengan saudara-saudara kita yang beragama lain,” kata Munawir seperti ditulisnya dalam Partisipasi Umat Beragama Dalam Pembangunan Nasional (1983: 143).
Baca artikel lengkapnya di: tirto.id

0 Response to "Menteri Agama Ini Konsisten Menolak Negara Islam"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel