Kalian Ingin Perang? You Got It!

Erhaje88

Kesal dan gemas! Itulah yang saya rasakan dari kemarin mengikuti tragedi di Mako Brimob. Kesal dan gemas pada para teroris? Ya itu pasti! Tapi entahlah, saya juga begitu gemas dengan Korps Brimob yang setelah 9 rekannya menjadi korban penyiksaan binatang ISIS di kandang sendiri, mereka masih begitu bangga mengumumkan di depan pers bahwa mereka berhasil menundukkan para teroris dengan ‘Pendekatan Lunak’. (maaf, saya memang menulis ini dengan emosi)


Pendekatan lunak? Setelah 5 orang anggotanya gugur dengan penyiksaan keji disandera, digorok hingga putus tulang tengkuk hingga tenggorokan, dibacok sekujur tubuh, Korps sekelas Brimob masih ‘bersabar’ dengan menggunakan ‘Pendekatan Lunak’ terhadap para binatang tak berguna ini???

Brimob memang luar biasa. Saya pikir jika Brimob langsung menggunakan Pendekatan Keras penyerbuan (tanpa ultimatum) dan menewaskan komplotan teroris di dalam, tidak akan ada yang berduka cita kecuali komplotan yang itu-itu saja: PKS, Abu Jibril, Felix Siauw dan situs-situs para radikalis macam Arrahmahdotcom, Panjimas, Kiblatnet, Eramuslim, voa-islam cs.

Apa yang negara ini takutkan dari komplotan ini? Siapa yang peduli dengan para binatang tersebut?. Paling-paling para pendukung teroris itu kembali akan memainkan judul-judul klasik “Subhanallah para mujahid syahid jenazahnya senyum, mayatnya wangi bla bla” Propaganda lagu lama yang membuat para Khawarij yang mampus terlihat memiliki ujung yang indah. Ingat! Pembela teroris adalah teroris.

Yang lebih menyakitkan adalah ketika semalam saya menonton video Live Instagram seorang teroris dari dalam tahanan Mako Brimob bersama kawan-kawannya sambil berteriak “Bunuhlah mereka (Polisi) dimanapun kalian temui mereka, di jalan, dimanapun dan kami bersiap mati syahid disini!”.
Pertanyaannya, bagaimana bisa para teroris ini live di Instagram? Darimana HP mereka? Bagaimana bisa mereka merebut senjata petugas? Memegang senjata tajam? Bahkan bagaimana mereka sempat merakit bom di dalam tahanan dari bom-bom yang sudah disita petugas? Hanya Korps Brimob yang bisa menjawabnya (dan wajib mengevaluasinya). Yang jelas dengan adanya gadget di tangan mereka sangat gampang bagi mereka berkoordinasi dengan komando pusat ISIS di Suriah untuk aksi apapun termasuk membunuh aparat di kandang mereka sendiri.

Tahukah anda bahwa ini semua berkaitan dengan apa yang terjadi di Suriah?

Baru 5 hari yang lalu ISIS mengeksekusi beberapa sandera Tentara Suriah yang menjaga Camp Yarmouk dengan menempatkan bahan peledak di helm mereka dan melemparkan mereka dari atap bangunan. Ini jelas adalah sebuah seruan global yang berasal dari rantai komando terorganisir akibat kelalaian kita yang gagal mengisolasi mereka dari dunia luar.

Hanya beberapa menit setelah peristiwa penyerangan, website ISIS Internasional 'Amaq News Agency dalam kanal Jihadist News langsung mengklaim sebagai dalang aksi tersebut dan menyebut terjadi 'baku tembak' di dalam tahanan Polri. Bagaimana mereka tahu ini bahkan saat pemberitaan dalam negeri pun masih simpang siur? Ya, kita gagal mengisolasi para tahanan dari majikan mereka. Meski sudah dalam tahanan mata rantai komando tetap berjalan.

Kelompok biadab yang bercita-cita mendirikan Daulah Islam (versi mereka) ini memang terkenal dengan jenis-jenis eksekusi biadab terhadap tawananan, mulai membakar hidup-hidup tawanan (contohnya seorang Pilot Yordania yang videonya disebarkan dengan bangga), menyembelih puluhan tawanan Tentara Suriah, menyembelih kaum Kristen Koptik di Mesir, menembaki ratusan tawanan dari suku Sunni Albu Nimr di Anbar Iraq dalam sebuah lubang dan tinggal menutup mereka dengan tanah, mengeksekusi seorang tawanan remaja Suriah berusia 19 tahun yang bergabung dengan pasukan Rakyat dengan cara melindasnya dengan Tank, memenggal dan membunuh tahanan dengan cara diseret di belakang Truk, dan masih banyak lagi. Belum lagi jika kita membahas video komplotan Santoso yang menyembelih seorang petani di Poso. Video-video seperti ini bahkan dengan bangga mereka sebarkan untuk menunjukkan eksistensi dan menjatuhkan mental musuh.

Lalu apa sebenarnya yang masih dikhawatirkan negara ini dari menghabisi para binatang ini? (Seharusnya) tidak ada. Kita memang terlalu lunak, bahkan istilah 'Pendekatan Lunak' terhadap para teroris pun disebutkan dengan bangga. Saya tahu ini negara hukum, tapi mengumpulkan mereka di sebuah sel lalu diberi makan, dibina dengan program 'Deradikalisasi' yang membosankan, terbukti hasilnya sangat minim bahkan Nol. Sementara mereka tetap berkoordinasi dengan Pusat Komando mereka di Suriah dan Iraq untuk melakukan aksi-aksi 'Istisyhadiyah' dengan janji 72 bidadari yang selalu perawan. Apa proses 'Deradikalisasi' dan 'Moderatisasi' bisa mengalahkan otak selangkangan mereka?

Bapak-bapak aparat, menahan mereka sama saja dengan menyimpan bom waktu. Disaat kalian jungkir balik untuk membina mereka dan memenuhi hajat hidup mereka di dalam sel, mereka menghabiskan waktu berpikir bagaimana caranya membunuh kalian. Saya sarankan terapkan segera RUU Anti-Terorisme dan perkeras hukuman. Hukuman mati sangat layak, tembak mati di tempat pun wajib dilakukan bila berulah.

Tak ada lagi yang perlu ditakuti. Sudah cukup selama ini Polri menunda rencana mereka untuk ‘orgy’ dengan 72 bidadari. Berikan saja apa yang mereka mau. Bukankah di era Jokowi ini anggaran Polri dinaikkan dua kali lipat. Kenapa tidak digunakan sedikit untuk menembus kepala mereka?

Jika memang negara ini takut melakukan itu, bagaimana kalau paketkan saja mereka ke Suriah? Saya yakin Tentara Suriah dan Rusia akan dengan ikhlas dan senang hati menjadikan mereka mangsa Jet SU-35. Mereka senang, kita pun tenang,
Bukankah mereka ingin perang? Kalau begitu berikan mereka perang yang mereka inginkan. Gitu aja kok repot!

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018