Warga Nahdliyyin Harus Tahu Saat Detik-Detik Hadhratus Syekh Kiai Hasyim Asy'ari Wafat 71 Tahun Lalu

Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari merupakan salah satu tokoh pahlawan nasional sekaligus pendiri ormas Nahdlatul Ulama (NU) ini wafat di bulan Ramadhan. Tepatnya 7 Ramadan 1366. Kurang lebih 71 tahun silam.

Ramadhan tahun itu, umat Islam Indonesia sebetulnya telah memulai menghirup udara kemerdekaan.

Sumber Gambar: google image

Namun situasinya tak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan mungkin lebih menderita.
Pasalnya, mereka tengah menghadapi Agresi Militer Belanda pertama pada 21 Juli 1947.

Persis 2 hari memasuki bulan Ramadhan. Beberapa hari kemudian, pada 25 Juli 1947 atau 7 Ramadhan 1366 H, di kediaman Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari yang tengah berusia 76 tahun itu kedatangan dua utusan Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Bung Tomo. Salah seorang utusan itu bernama Kiai Gufron, pemimpin Sabilillah Surabaya. Keduanya mengabarkan situasi bangsa selepas Agresi Militer Belanda I 21 Juli 1947.

“Jenderal Spoor sudah merebut Singosari, Malang,” ujar perwakilan itu.
Rais Akbar Nahdlatul Ulama itu kaget luar biasa.

Jatuhnya kota perjuangan, pusat markas tertinggi Sabilillah, badan kelaskaran rakyat yang dipimpin KH Masykur itu, sangat mengejutkannya.
“Masya Allah, masya Allah!” pekiknya.

Lalu beliau memegang dan menekan kepalanya kuat-kuat. Keterkejutan yang hebat ini membuatnya pingsan. Mendengar kabar itu, KH Hasyim Asy’ari mengalami pendarahan otak.
Dokter Angka yang didatangkan dari Jombang, tidak bisa berbuat apa-apa karena keadaannya sangat parah sekali. Pada pukul 03.00, bertepatan dengan tanggal 25 Juli 1947 atau 7 Ramadhan 1366, hadratus syaikh KH M Hasyim Asy’ari dipanggil Sang Maha Kuasa. Inna lillahi wa inna ilahi raji’un.

KH Hasyim Asy’ari dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Jombang, Jawa Timur, sebagai kusuma bangsa.
Atas jasa-jasa perjuangannya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional kepadanya.

Kepergian Kiai Hasyim menjadi duka mendalam di awal bulan Ramadhan. Tidak hanya bagi keluarga besar Pesantren Tebuireng, tapi juga warga Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat sekitar bahkan bangsa Indonesia.

Karena itu, sudah pada tempatnya bila malam ini kita menghadiahkan tahlil dan kalimat thayyibah kepada hadratus syaikh. Semoga amal baiknya diterima oleh-Nya dan besar harapan agar kita diberikan kekuatan meneruskan jariyah yakni eksistensi pesantren dan khidmat NU agar sesuai dengan cita awal pendirian.

Menurut Choirul Anam, santri Kiai Hasyim mulanya hanya 28 orang pada tahun 1899. Kemudian menjadi 200 orang pada 1910. Pada sepuluh tahun berikutnya, santri berlipat lagi menjadi 2000 orang.

Masih menurut Choirul Anam yang mengutip pendapat Jepang, pada tahun 1942, murid KH Hasyim Asy’ari diperkirakan 25 ribu orang. Pada waktu itu 25 ribu orang, bukanlah jumlah yang sedikit tentu saja.

Tentang pesantren Tebuireng dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Saifuddin Zuhri, ayah dari menteri agama Lukman Saifuddin, menyebutkan bahwa: Pesantren Tebuireng pada tahun 1939-1940 tetap berada di bawah langit yang cerah dalam masa keemasannya. Tebuireng menjadi mercusuar pondok-pondok pesantren di seluruh Indonesia. Tebuireng menjadi trade mark dan identitas kaum santri.

Sumber Gambar: google image

Atas jasa-jasa beliau selama perang kemerdekaan melawan Belanda (1945-1947), terutama yang berkaitan dengan tiga fatwanya yang sangat penting: Pertama, perang melawan Belanda adalah jihad yang wajib dilaksanakan oleh semua umat Islam Indonesia. Kedua, kaum muslimin diharamkan melakukan perjalanan haji dengan kapal Belanda. Ketiga, kaum muslimin diharamkan memakai dasi dan atribut-atribut lain yang menjadi ciri khas penjajah, maka Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden (Kepres) No. 249/1964 menetapkan bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari sebagai pahlawan nasional.

Sumber:
- http://www.nu.or.id/post/read/53053/mengenang-wafatnya-hadratussyaikh-di-bulan-ramadhan
- http://makassar.tribunnews.com/amp/2018/05/23/warga-nu-harus-tahu-detik-detik-hadratussyekh-kh-hasyim-asyari-wafat-7-ramadan-71-tahun-lalu?page=

0 Response to "Warga Nahdliyyin Harus Tahu Saat Detik-Detik Hadhratus Syekh Kiai Hasyim Asy'ari Wafat 71 Tahun Lalu"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel