Tips Memilih Pesantren Usai Lulus Sekolah

Erhaje88

"Lulus (libur) telah tiba, lulus (libur) telah tiba": Begitu kira-kira lagu riang yang terceloteh dari mulut anak-anak sekolah di tingkat akhir. Mereka sudah terbayang tempat rekreasi untuk menghabiskan waktu liburan. Sekalipun di sisi lain mereka sebetulnya juga berpikir, setelah lulus melanjutkan pendidikan di mana?

Tak ada salahnya sebagai orang tua menuruti kemauan si buah hati untuk bertamasya ke luar kota. Itung-itung juga melakukan observasi tempat belajar untuk si buah hati. Ya, betul! apa lagi kalau bukan tamasya sambil lihat-lihat pesantren. Kenapa? karena di masa sekarang memasukkan anak ke pesantren sudah menjadi kebutuhan mendesak.

Ilustrasi para santri di Pesantren (inilahbanten.co.id)

Pergaulan anak di tengah arus globalisasi yang sulit terbendung, perlu menjadi pertimbangan penting orang tua untuk mendidik buah hatinya. Itulah sebabnya pesantren menjadi solusi pendidik terbaik sebagai tujuan pendidikan anak-anak zaman sekarang.

Walaupun begitu orang tua jangan main paksa lho! Takutnya anak tidak betah mondok, atau bahkan ekspektasi orang tua terhadap masa depan anaknya kelak jauh dari harapan. Oleh sebab itu, sebelum mendaftarkan anak mondok, orang tua perlu tahu tips memilih pesantren berikut ini:

Pertama, pahami seluk-beluk pesantren dengan bertanya kepada ustadz yang biasa membimbing ngaji di lingkungan kita. Ustadz jebolan pesantren pasti tahu referensi pesantren dengan kekhasan masing-masing. Ada model unggulan kitab kuning, unggulan hafalan Al-Qur’an, bahkan ada pesantren yang lulusannya 50 pesantren lebih diterima masuk perguruan tinggi unggulan.

Kedua, bandingkan keterangan ustadz itu dengan informasi pesantren yang bisa diakses lewat wabsite pesantren atau informasi dari masyarakat. Ini penting karena banyak pesantren bagus dan melahirkan alumni yang hebat-hebat tapi belum memiliki media online.

Ketiga, kenali tokoh pengasuh pesantren yang sudah mau dituju. Sebab pesantren sekarang banyak tidak memiliki pengasuh. Biasanya pesantren itu didirikan oleh orang kaya yang dermawan. Dengan mengenali kiai atau ustadz pesantren tertentu, kita bisa tahu pesantren itu berhaluan Islam apa?

Keempat, pilih pesantren yang mengajarkan paham Ahlussunnah wal Jamaah, agar anak-anak kita kelak memiliki akidah yang kuat, akhlak yang luhur, dan wawasan agama yang moderat.

Kelengahan orang tua memasukkan anak mondok di pesantren non-ahlussunnah bisa berbuah sengsara buat orang tuanya. Dengan dalih beda amalan, beda akidah, dan lain sebagainya, anak yang dipondokkan justru banyak melawan orang tuanya.

Kelima, pertimbangkan pesantren yang alumninya memiliki jaringan luas. Biasanya alumni pesantren banyak berkontribusi untuk santri sesama almamaternya. Seperti akses masuk pendidilan tinggi, akses kerja, termasuk akses ekonomi, sosial, dan politik.

Nah, sekarang kita sudah paham dan terbayang pesantren mana yang mau dituju untuk pendidikan anak-anak kita. Selanjutnya, ajaklah anak kita ke tempat wisata yang searah atau dekat dengan alamat pesantren yang mau dituju. Selamat bereduwisata.

Oleh: M. Ishom el-Saha, Dosen Pascasarjana UNUSIA Jakarta

[nu online]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018