Terkait Pernyataannya Pada Kiai Ishom, Dosen UIN Raden Intan Tuding Abdul Somad Sebarkan Hoax

Erhaje88

Beberapa waktu lalu viral video ceramah Ustaz Abdul Somad.
Di dalam video tersebut, Abdul Somad mengomentari sosok KH Ishomuddin. Ishomuddin adalah masuk dalam jajaran pengurus Rois Syuriah PBNU.

Dalam video itu, Abdul Somad membahas sosok KH Ishomuddin setelah mendapat pertanyaan dari jamaah. Berikut kutipannya:


Pertanyaan: Ada salah satu pengurus MUI yang menjadi saksi untuk Ahok?
Jawaban Ustad Abdul Somad:

Ishomudin sudah dicopot (dari pengurus Majelis Ulama Indonesia)
Jangan takut lagi dengan Ishomuddin
Ternyata doktornya tak betul dia tak doktor belum pula berangkat haji.
Haji Ola Ulun haji ola belum disunat belum
Dan apanya itu yang di Lampung itu pun tidak bertanggungjawab.
Kami Sekolah Tinggi Agama Islam Lampung tidak bertanggungjawab atas segala tingkahlaku Ishomuddin
Pokoknya dia sedang tersudut habis sekarang.

Silahkan anda cari video ceramah Abdul Somad lengkapnya di Youtube.

Menanggapi video viral UAS ini, Kiai Ishom lewat akun Facebooknya juga memberi tanggapan.

[Ini Jawaban Kiai Ishomuddin Atas Tuduhan Abdul Somad]

“Alhamdulillah, saya sudah menunaikan ibadah haji loh..,” tegas Kiai Ishom dalam status facebook-nya, Sabtu (17/03/2018).

 “Alhamdulillah, saya juga sudah disunat dari kecil. Jika tidak percaya, boleh tanya kepada saksi fakta, kepada istri saya Shally Widyasavitri Ishomuddin yang agak marah karena video ini,” lanjut Kiai Ishom.

Kini atasan KH Ishomuddin yang memberikan klarifikasi terhadap ceramah Abdul Somad tersebut.
Dia adalah Alamsyah, Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Lampung. Diketahui, Ishomuddin adalah salah satu staf pengajar di UIN Raden Intan, Lampung. Menurut Alamsyah, apa yang dilakukan Abdul Somad seperti melecehkan Ishomuddin.

Sebagai atasannya di UIN Raden Intan, Alamsyah mengatakan, pihak kampus secara kelembagaan tidak pernah menyalahkan dan memberi peringatan terkait dengan pandangan dan langkah Ishomuddin selama ini.

"Secara pribadi saya bhkn mndukungnya dlm kegiatan pengabdiannya di PBNU, MUI, saksi ahli dn keaktifannya dlm berbagai event internasional," tulisnya di akun Facebook.

Ini tulisan lengkap Alamsyah di akun media sosial milik Mark Zuckerberg yang juga sudah banyak dibagikan:

"RUNTUHNYA KREDIBILITAS SANG USTAD

Sambil menunggu boarding pesawat ke Sydney yg msh 2 jam lg, sy buka medsos .. rupanya lg viral video ustaz Abdul Shomad (UAS) yg menyerang Gus Ishom dgn beberapa ejekan ..

Dg enteng dn mimik yg terkesan sgt melecehkan, UAS menyebut KH Ahmad Ishomuddin, M.Ag, Rois Syuriah PBNU, sbg belum sunat, belum haji, doktor palsu, dicopot dari MUI, kampusnya sdh menolak dirinya, dsb .. yg intinya Gus Ishom manusia yg buruk dan tdk ada nilai apa2nya lg ..

Krn persolan ini sgt penting mk hrs diklarifikasi ..

Sbg dekan yg mnjadi atasan lngsng Gus Ishom di fak syariah UIN RI Lampung, hrs sy tegaskan bhw scra formal dn kelembagaan tdk pernah kami menyalahkan dan memberi peringatan terkait dgn pandangan dan langkahnya selama ini ..

Secara pribadi saya bhkn mndukungnya dlm kegiatan pengabdiannya di PBNU, MUI, saksi ahli dn keaktifannya dlm berbagai event internasional ..

Sejak kuliah satu kls dulu sy sgt tahu beliau aktif dan cerdas namun tentu sj saat itu blm haji, dan baru tahun lalulah beliau bs menunaikannya .. tentu jg beliau sdh lama disunat ..

tdk perlu sy yg mmbuktikan, mgkn UAS yg mau ..

Beliau jg tdk pernh mngaku doktor (UAS dan yg lain sj yg memplintirnya sbg doktor palsu). Bahkan pihak kampus tdk pernah menyatakan tdk ada urusan lg dn lepas dari beliau, krn Gus Ishom walau super sibuk tapi tetap sempat menjalankan tugas kewajiban mengajar di almamater-nya.

Jadi apa yang dikatakan UAS di atas ttg Gus Ishom, baik scra harfiyah maupun majaziyah, adalah dusta alias hoaks.

Dlm disiplin ilmu hadis, yg jg mnjadi keahlian UAS sbg dosen hadis, ditetapkan haram membuat dan menyebarkan info hoaks, dn pelakunya dpt kena sanksi pidana dan diancam siksa neraka. Seseorang yg menerima info palsu (matan maudhu') dan tahu itu namun tetap menyebarkannya (meriwayatkannya) maka dia tergolong seorang pendusta (Kaazib), jika berkali2 berdusta maka dinamakan tukang bohong (Kazzaab), bahkan jika sudah sangat rusak dinamakan Dajjaal ..
Seseorang yg sdh dilabeli "pendusta" mk sudah tdk lg dipercaya, dan semua informasi yg disampaikannya ditolak, kredibilitas dirinya runtuh, maka ia tidak boleh lg berfatwa dan menjadi saksi ...

Sudah berapa kali kah UAS melakukan kecerobohan seperti ini .. ? dan layakkah untuk .. ? sedulur yg cerdas silahkan menganalisisnya ...

Saya berharap UAS hanya keseleo lidah ketika menyebut hinaan di atas .. jk benar ada kelalaian dn tdk hati2 dlm menyebar info hoaks, mk hrs diikuti klarifikasi dn permintaan maaf terbuka oleh UAS kpd Gus Ishom yg sdh sgt bijak menyikapinya ...

Tdk perlu malu minta maaf .. krn ustad jg manusia ..."






Sumber: [Tribun Lampung]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com: