Gus Nadir: Sugi Nur Raharja Telah Menistakan Agama

Erhaje88

Bertitel ustadz bahkan sempat disebut Gus, mantan penjual obat dan debus ini berkelana kemana-mana dengan kebenciannya. Kata-kata kotornya menghiasi media sosial, youtube, facebook, twitter dan grup-grup WA. Banser, Kiai-kiai NU, kepolisian bahkan presiden tak luput dari sumpah serapahnya. Hingga yang terakhir laki-laki yang yang bernama lengkap Sugi Nur Raharja itu bikin tafsir sesat dan ngawur dengan menghubung-hubungkan angka hasil otak-atik nama Jokowi dengan ayat Al Qur’an.

(Sugi Nur Raharja saat berceramah mengotak-atik nama Presiden RI)

Video Sugi 'Jancuk' Nur Raharja lagi-lagi muncul dengan isi ujaran kebencian (hate speech) kepada Presiden Joko Widodo. Video ini-pun viral di media sosial.

Dalam video yang terlebih dulu diunggah ke saluran Munjiat Channel di Youtube tersebut, dengan metode yang tidak jelas Sugi Nur mengajak berhitung jumlah huruf J-O-K-O-W-I (bukan Joko Widodo). Masing-masing huruf lalu diberi angka hingga jumlah keseluruhan dari tersebut nama muncul angka 83. Parahnya, ia dengan segala ketololannya yang tak berdasar mengaitkan angka itu dengan nama surat Al-Muthoffifin (surat ke 83 Al-Qur’an) yang jumlah ayatnya ada 36 itu.

Setelah berhasil menghubungkan dengan surat al Muthofifin, ia menafsiri presiden RI yang bernama Jokowi dengan kata “curang” hanya karena surat tersebut bermakna “curang”. Ia tak menyadari bahwa ia sendiri telah melakukan kecurangan karena yang diotak-atik hanya nama panggilan atau nama populernya saja, bukan nama lengkap yakni Joko Widodo.

Hal itu ia lakukan, bisa jadi ia sudah memahami bila menghitung nama lengkap Joko Widodo maka hasilnya akan melampaui jumlah surat di dalam Al Qur’an yang hanya berjumlah 114 surat. Cara ini sungguh tidak sehat, curang, licik dan mencari pembenaran untuk aksinya dalam mengeluarkan ujaran kebencian.

Kontan saja, video yang jadi viral di Facebook itu langsung mendapat kecaman dari para netizen, tak terkecuali Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia – New Zealand, Nadirsyah Hosen. Pria yang akrab dipanggil Gus Nadir tersebut tampak geram dengan salah satu penceramah yang mencocokan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan sebuah bencana. Parahnya pencocokan ini menggunakan kitab suci Al-Qur' an.
Menurutnya, jika benar itu dilakukan oleh Sugi Nur, berarti ia benar-benar telah melakukan sebuah penistaan terhadap AL-Quran.

“Tidak suka dengan Jokowi, silakan. Itu hak anda. Tapi janganlah “menista” Al-Quran dengan mencocok-cocokkan abjad nama Jokowi dan menghitungnya kemudian dicocokkan dengan nomor surat dalam Al Qur’an,” tulis Gus Nadir di akun Twitternya.

(Hosen kritik Sugi Nur di Twitternya)

Otak-atik-gatuk oleh mantan penjual berbasis multi level marketing (MLM) tersebut menurut Gus Nadir merupakan dampak dari kebenciannya kepada Presiden Jokowi.

Kejadian ini kata putra (alm) KH Ibrahim Hosen tersebut sebagai bukti jika ada pihak yang memakai Al-qurán untuk membohongi umat Muslim.


“Justru inilah contoh fakta adanya pihak yang “pakai” al-Qur’an utk membohongi umat. Begitu juga otak-atik angka demo yg disesuaikan dg ayat Qur’an. Itu semua tdk pernah dilakukan ulama salaf,” jelasnya.

Menggunakan Al Qur’an dalam hal ini ngawur. Karena tidak pernah dilakukan oleh ulama salaf.

“Begitu juga otak-atik angka demo yg disesuaikan dengan ayat Qur’an. Itu semua tidak pernah dilakukan ulama salaf,” tambahnya.

Gus Nadir menjelaskan, menafsirkan Al Qur’an harus merujuk pada kitab tafsir klasik dan modern yang mengikuti manhaj dan qawaid ilmu tafsir. Sebaliknya bukan dengan kebencian terhadap tokoh tertentu.

“Nama Jokowi dihitung dalam abjad bahasa Indonesia, padahal Qur’an itu bahasa Arab. Ini saja sudah ngawur,” kritik Gus Nadir.

Lebih lanjut menurut Gus Nadir, Nabi Muhammad, sahabat dan ulama tafsir tidak ada yang menafsirkan Qur’an dengan cara yang dilakukan Sugi Nur. Gus Nadir meminta agar Al Qur’an tidak dikotori dengan hal demikian.

“Sekali lagi silakan anda membenci Jokowi atau tokoh lain, tapi tolonglah jangan mengotori ayat Al-Qur’an dengan kebodohan dan kebencianmu,” katanya.

Gus Nadir menilai, kelakuan Gus Nur sebagai penistaan terhaap ayat Al Qur’an.

“Video yang viral beredar mengaitkan nama Jokowi dengan surat nomor 83 dalam al-Qur’an itu benar-benat menista ayat Allah. Jangan diteruskan, Nur!” pungkasnya.

Berikut cuplikan video ceramah Sugi Nur Raharja yang hina Jokowi dan dianggap menistakan al-Qur' an. Video versi lengkap, tonton di saluran Yotube, Munjiat Channel.



[serambimata.com]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018