Savic Ali: 'Kebencian Sudah Jadi Industri'

Erhaje88

Eskalasi kebencian yang dituangkan di media sosial dan dunia maya semakin kerap terjadi. Hal ini dipicu dengan membawa-bawa identitas SARA untuk kepentingan politik. Sehingga edukasi masyarakat dari para politisi juga harus dilakukan.


Hal ini disampaikan oleh Praktisi Media Muhammad Syafiq Alielha ketika menjadi salah satu pembicara dalam program Indonesian Lawyears Club di TVOne, Selasa (6/3) malam.

Pria yang akrab dipanggil Savic Ali ini mengungkapkan, kebencian seperti sengaja diproduksi sehingga menjadi sebuah industri, outrage industry (industri kebencian).

“Ujaran kebencian atau hate speech ini sangat berbahaya dan merupakan persoalan krusial. Karena di titik maksimal akan memunculkan genosida atau dalam skala minimal bisa menimbulkan konflik horisontal,” ujar Savic.

Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah ini mengungkapkan, kebencian ini mudah disulut dengan bahan bakar identitas. Sentimen yang mudah dibakar di Indonesia menurutnya adalah sentimen agama.

“Islam adalah agama mayoritas di Indonesia sehingga sentimen atas nama Islam mudah disulut. Sama seperti di Amerika yang mayoritas kulit putih sehingga sentimen ras kulit putih dan kulit hitam ditebarkan,” urai Direktur NU Online ini.

Savic menjelaskan, dari penelitian yang dilakukannya, ia kerap menemukan bahwa sentimen kebencian terhadap suatu kelompok tertentu kebanyakan datang dari oknum-oknum yang merupakan partisan politik.

Sehingga, lanjutnya, edukasi terhadap mereka juga wajib dilakukan oleh partai politik. Namun terkadang, para politisi ini kerap mengkhianati omongannya sendiri.

Berkomitmen memberantas hoaks dan ujaran kebencian, katanya, tetapi tidak berupaya mengedukasi para simpatisan politiknya.


“Outrage industry ini yang saya merupakan persoalan krusial. Jangan hanya dibicarakan dalam konteks pendekatan hukum, tetapi juga pada level edukasi masyarakat,” tegasnya.
[nu online]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018