Redam Penyebaran Konten Hoax Dan Provokasi Dengan Filter Ini

Sebaran ujaran kebencian (yang menimbulkan provokasi) dan hoaks bertebaran setiap saat di media sosial. Hoaks dan adu domba dinilai bisa menghancurkan peradaban, terlebih jika adu domba itu dibalut dengan ayat dan hadis. Kata Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Adab UIN Syarif Hidayatullah Profesor Azyumardi Azra.

Baca: Anda Menemukan Berita Hoax? Laporkan di Link Ini

Polisi baru saja mengungkap kelompok pelaku ujaran kebencian Muslim Cyber Army. Kelompok ini diduga melakukan kegiatan provokatif dengan cara menyebar ujaran kebencian di media sosial. Sebelumnya, polisi juga membongkar sindikat penyebar hoaks Saracen.


 (simplilearn.com)


Namun demikian, melawan banjir hoaks juga tidak bisa hanya dengan menangkap pelaku, menghapus, memblokir, atau mengklarifikasi konten.

Forum Keamanan Siber dan Informasi (Formasi) menyarankan masyarakat luas menggunakan filter Socrates, filsuf Yunani kuno untuk menangkal berita bohong atau hoaks. Secara sederhana, upaya filter "Socrates" sebagai langkah penyaring informasi dengan B3 yang terdiri atas langkah Benar, Baik, dan Berguna.

"Kita dapat mengaplikasikan tiga filter 'Socrates', yang sangat terkenal sebelum membagikan informasi kepada orang lain untuk tidak terjebak hoaks," kata Koordinator Formasi Gildas Deograt Lumy di Jakarta, Rabu, 28 Februari 2018.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar sebelum memviralkan suatu informasi yang didapat, seseorang harus memastikan apakah informasi tersebut benar adanya. Jika benar, lalu pastikan apakah informasi tersebut adalah kabar baik bagi orang yang menerima informasi? Kemudian tanyakan dalam hati sebelum membagi berita atau info trrsebut, apakah berguna bagi orang menerima informasi.

Jika seseorang telah dapat menerapkan hal itu, kata Gildas, penyebaran berita dan kabar bohong kemungkinan besar dapat ditekan. Meluasnya hoaks mendatangkan dampak yang tidak sehat bagi jalannya proses demokrasi dan kehidupan bernegara.

Bahkan, ia menegaskan dari berbagai pengalaman di negara lain, meluasnya hoaks menjadi awal kehancuran suatu negara.

baca juga: Facebook Adalah Internet


Pihaknya sebagai perkumpulan komunitas informal warganet dan masyarakat yang aktif menggunakan internet mendukung langkah pemerintah untuk memerangi hoaks.

Gildas berpendapat, melawan banjir hoaks tidak bisa hanya dengan menghapus, memblokir, atau mengklarifikasi konten. Diperlukan kebersamaan dalam membangun budaya keamanan siber dan informasi yang positif dan produktif untuk mencapai kemandirian dan kedaulatan bangsa di wilayah siber.

Ia menekankan bahwa dalam konteks Indonesia, wilayah siber seharusnya menjadi instrumen yang dapat mempersatukan darat, laut, dan udara, bukan malah memecah belah bangsa kita yang Bhinneka Tunggal Ika. (Kriminologi.id)

0 Response to "Redam Penyebaran Konten Hoax Dan Provokasi Dengan Filter Ini"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel