Muslim Dengan Islam Beda

Oleh: Nurul Huda H.M*

"Jangan kait-kaitkan Muslim dalam urusan Hoax. Jadi jangan sebut-sebut MCA dengan kata Muslim, 'supaya adil' ", kata Mustafa Nahra di acara ILC tadi malam (6/03/2018) yang tayang di TV One.

Pertanyaannya, apakah seorang Muslim sudah pasti suci dan tidak berbuat kesalahan? Ah, ternyata masih ada saja orang yang gagal faham antara isim masdar dan isim Fa'il.

(Muslim Cyber Army)

Islam itu Masdar, Muslim itu isim Fa'il. Islam dan Muslim. Islam itu penuh kerahmatan, Islam itu penuh kedamaian dan Islam itu penuh keindahan.

Muslimnya? Ya belum tentu lah, namanya juga penganut, ada saja yang tidak bersesuaian dengan yang dianutnya. Bisa karena ilmunya kurang, atau boleh jadi nafsu-nya yang kebablasan.

Muslim itu ada yang merahmati. Sebagian ada juga yang suka mencaci. Muslim itu ada yang mendamaikan, sebagian ada juga yang suka menghinakan. Muslim itu ada yang suka keindahan, sebagian ada juga yang suka keburukan.
Ini soal pilihan...
Kamu pilih jadi muslim pengasih atau pencaci?

Atau mau sepakati saja yang pencaci tidal usah disebut Muslim? Tapi KTP-nya kan Islam?!

Sekali lagi Islam itu Isim Masdar dan Muslim itu Isim Fa'il. Islam tidak pernah berubah sejak dulu, 'shâlihun fi kulli makânin wa zamân', Islam melanglang buana melintasi banyak benua. Di Arabia, di Eropa, di Afrika, di Britania, di Amerika, di Asia dan di Nusantara, semua dapat menerima dengan indah.

Tapi Muslim karena merupakan Subjek, ia sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya dan juga pengalaman dan kapasitas otaknya.
saya kehabisan alasan atas prilaku sebagian Muslim yang masih senang mencaci, mengadu domba dan merasa paling hebat di atas jagat!

Muslim Radikal; memang ada!
Siapa yang mau membantah statement ini? Berikan pembuktian yang nyata! Radikalisme merupakan faham yang berangkat dari sempitnya hati menerima perbedaan lalu dibiarkannya tumbuh kebencian. Dalil-dalil keagmaan kemudian dipilih sebagai pembenaran. Termasuk Jihad misalnya, masih menjadi doktrin terpopuler untuk digoreng membenarkan kejahatan yang dilakukan.

Sebagian kita menyebut bahwa radikalisme umat Islam itu merupakan skenario global dari Amerika dan atau Israel dan atau Negara-negara yang tergabung dalam sebutan "Barat". Komentar atas anggapan ini, saya rasa cukup dengan satu kata, "lebay". Terlalu jauh dan sangat hyperbolic. Majas Hiperbola Adalah Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.

Bagaimana Anda mau menyebut ini ulah "Barat", lha wong konflik awal internal Islam itu benar-benar dimulai oleh kebencian yang amat dalam, dalil keagamaan baru dicari kemudian untuk legitimasi tindakan; pada gilirannya- jahat dan jihad menjadi sangat tipis bedanya. Membunuh saudara seiman yang berbeda pendapat bisa masuk kategori Jihad bukan Jahat. Saat itu, Barat bahkan belum ditemukan!

So, saya setuju apa kata Pak Jokowi:

"Usut tuntas Muslim Cyber Army!
kejar, selesaikan, tuntas, jangan setengah-setengah, karena itu bisa menyebabkan disintegarasi bangsa."


*Alumni Pondok Pesantren Ploso, Kediri

0 Response to "Muslim Dengan Islam Beda"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel