KH Said Aqil Siraj: "Anggota Muslim Cyber Army (MCA) Bukan NU, Karena NU Gak Punya Dana"

Erhaje88

Baru baru ini Kepolisian telah berhasil menangkap pelaku penyebar berita hoax dan ujaran kebencian yang diunggah oleh anggota Muslim Cyber Army (MCA), salah satunya adalah penyebaran berita bohong terkait penyerangan terhadap tokoh agama oleh orang gila. Pemberitaan palsu itu sudah sangat meresahkan warga, teutama umat Islam.

Anggota Muslim Cyber Army, Tara Arsih Wijayani (paling kanan)
Anggota Muslim Cyber Army usai ditangkap Direktorat Tidak Pidana Siber Bareskrim Polri (pojoksatu.id)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan, upaya mengadu domba dengan menyebarkan berita hoax sesama muslim merupakan dosa besar. Apalagi berita bohong tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat luas.

Dikutip dari laman kumparan.com, pria asal kota udang, Cirebon, ini menilai hal tersebut adalah memalukan. Apa lagi sampai betul-betul seratus persen memfitnah dan menyebabkan rasa takut, suasana cemas. Kia Said berujar itu perbuatan dosa besar. Hal tersebut beliau katakan saat menghadiri istigasah di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (28/2).

[Redam Penyebaran Konten Hoax Dan Ujaran Kebencian Dengan Filter Ini]

Namun, kiai Said enggan mengaitkan fenomena berita hoaks terkait penyerangan oleh orang gila terhadap ulama itu dengan muatan politis.

Beliau mengaku tidak mengerti soal politik. Yang ia tahu adalah bahwa perbuatan tersebut salah dan bertentangan dengan Al-Quran, walaupun mereka mengatasnamakan dirinya muslim.

Kiai alumni Lirboro, Kediri itu menduga, berbagai macam fenomena pemberitaan hoax itu dibiayai oleh oknum tertentu. Maka kiai Said meminta kepolisian harus mengungkap dan menangkap aktor dari pemberitaan hoax terkait penyerangan terhadap ulama tersebut.

“Pasti ada yang mengkoordinir pasti, ada yang danain. Yang jelas bukan dari NU, karena NU enggak punya uang,” kata kiai Said.

[Anda Menemukan Konten Hoax? Laporkan di Link Ini!]

“Jangan hanya yang kroco saja. Coba polisi kita minta siapa itu di belakanganya aktor intelektualnya yang mendanai. Polisi harus berani mengorek secara tuntas semuanya,” tutupnya.

(kumparan.com)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018