Beli Sarden Bonus Cacing

Erhaje88

Apa yang ada di benak kita ketika mendengar kata cacing di dalam kaleng sarden? Jijik, itu pasti. Tetapi, jangan dulu jijik. Kata Menkes Nila Moeloek, cacing di dalam kaleng sarden sejatinya mengandung protein.

“Bu Menkes bisa jadi benar. Saya juga pernah mendengar, cacing itu mengandung zat antibiotik, dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes, lever, jantung, kolesterol, kanker, dan lain-lain,” kata Parto Ledeng, di warung kopi rakyat pinggiran.

(Gambar: poskotanews.com)

“Iya, itu cacing yang harus diekstrak dulu. Dikeringkan, kemudian dikemas jadi obat. Kalau cacing di dalam sarden, bagaimana?” tanya Ki Srunthul.

“Wah, jangan tanya saya, Ki. Tanya saja ke Bu Menkes,” sahut Parto Ledeng.
Obrolan seperti itu tak hanya terjadi di warung kopi rakyat pinggiran. Di kantor-kantor, di gedung DPR, di sekolah-sekolah, di kantor kelurahan, di kantor kecamatan, di mana-mana banyak orang membicarakan hasil temuan BPOM RI bahwa 27 merek produk olahan ikan sarden positif mengandung cacing parasit.

“Jadi, beli sarden dapat bonus cacing, ya? Supaya rakyat percaya bahwa cacing itu tidak berbahaya, kasih saja ke Bu Menkes supaya beliau makan,” celetuk Darkoped sambil menyeruput kopi.

“Hus, gak sopan,” bentak Ki Srunthul.

“Lha iyalah, Ki. Kalau cacing sarden mengandung protein dan tidak berbahaya, silakan Bu Menkes kasih contoh makan cacing sarden itu bareng-bareng pejabat dan karyawan di jajaran kementeriannya,” jawab Darkoped.



Parto Ledeng langsung menyambar, “Betul juga, ya. Perlu gerakan nasional makan sarden yang mengandung cacing.”

“Masalahnya bukan itu. Ini soal perasaan. Kalau sudah mendengar kata cacing, mau berprotein atau tidak, kita ini sudah jijik duluan. Betul apa betul?” tanya Ki Srunthul.

Darkoped dan Parto Ledeng saling berpandangan. “Betuuuuul …,” kata keduanya bersamaan. [yuwono/poskotanews.com]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: