(Abu Hamzah) 'Ngrokoti' Duit Triliyunan

Erhaje88

Saya jadi teringat pernyataan Cak Nun tempo dulu, "Sing siji ngrokoti duwit triliyunan, sing siji diidek-idek". Pernyataan Cak Nun ini keluar, menyusul dibubarkannya HTI, setelah ia menerima tamu Ismail Yusanto, cs. Dan pada saat yang sama pula, berhembus isu bahwa NU menerima dana 1,5 triliun dari pemerintah, yang dikesankan seolah-olah sebagai "balas jasa" pemerintah atas dukungan NU terhadap pembubaran ormas anti Pancasila.

Trio penipu calon tamu Allah: (Atas) pemilik Abu Tours dan (bawah) pemilik First Travel


[Baca: NU Terima Dana 1,5 Triliun Terkait Pembubaran HTI?]

Berita tersebut digoreng dan diviralkan sangat luar biasa oleh orang-orang yang membenci NU. Tujuannya jelas, menjatuhkan marwah dan martabat NU, lalu mendegradasikannya di mata umat pada titik yang paling bawah.
PBNU pun berjibaku luar biasa untuk menangkis serangan tersebut. Dan Ki Semar Bodronoyo terpaksa harus menulis artikel, "Slilit Cak Nun", (tujuannya) untuk menggempur balik kritik Cak Nun yang salah sasaran.

[Baca juga: Surat Terbuka Dari Riak Anak Sungai Untuk Sang Samudera Ilmu, Cak Nun]

Tapi, Allah memang Maha Adil. Kini semua menjadi terang benderang. Allah membuka selubung kabut itu. Yang putih kembali tampak putih, dan yang hitam, yang dulu terlihat putih, kini kembali tampak hitam sesuai aslinya.

Dulu, kelompok yang mentasbihkan diri sebagai pembela agama dan pejuang kebenaran, rupanya tak lebih dari tumpukan sampah dan penista agama yang sebenarnya.

First Travel adalah kumpulan "bandit" yang menggarong uang masyarakat. Berselang beberapa bulan kemudian, terbongkar pula agen biro perjalanan umroh dan haji milik Abu Hamzah, Abu Tours, yang menggasak uang rakyat kecil hingga triliyunan rupiah (1,8 triliun-red.).

[Artikel lainnya: Abu Hamzah Mamba, Mantan Penjual Es Krim Keliling Yang Tilep Uang Jamaah Umroh 1,8 Triliun]

Sangat menyedihkan, karena mereka menipu umat dengan memakai jubah agama. Simbol-simbol agama hanya dijadikan instrumen untuk melegitimasi perilakunya yang bejat. Penampilan jidat hitam, tiga helai jenggot yang menjuntai, dan lalu sebagai penyumbang dana dalam aksi berjilid-jilid, seolah menjadi pembenaran bagi mereka untuk menipu secara syari'ah.

Namun kini semua menjadi jelas, siapa yang sebenarnya ngrokoti duit triliyunan rupiah, dan siapa yang difitnah ngrokoti duwit triliyunan itu.
Jika saat ini Tuhan berkenan membuka kabut yang selama ini menutupi, itu karena semata-mata Dia adalah Maha Penyayang. Dia sangat mencintai bangsa Indonesia.

Namun jika umat yang mendiami sekeping bumi Surga bernama Indonesia ini tetap tutup mata, tetap berpikiran zalim, dan tidak mau menerima kebenaran ini, maka sesungguhnya azab Tuhan sangatlah pedih.

Tuhan sedang menunjukkan 'Tangan Keadilannya' di bumi Nusantara. Maka terimalah keadilan itu meski terasa pahit.

Tak terbayangkan, andai pelaku First Travel dan Abu Tours adalah di luar kaum yang mengklaim sebagai para "mujahid" itu, barangkali Tugu Monas sudah rata dengan tanah, atau Jakarta tenggelam dalam genangan banjir oleh lautan manusia yang menggelar demo berjilid-jilid.***
(Parikesit)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: