4 Risiko Bisnis Properti Yang Wajib Diketahui Sebelum Memulai

Erhaje88

Bisnis properti memang berjaya dalam beberapa puluh tahun ini, namun sudah tahukah Anda apa saja risiko investasi properti?
Nyatanya, Anda harus memulai bisnis dengan melihat apa saja risikonya di samping seluruh kelebihannya. Penasaran apa saja kelebihan dan risiko berinvestasi properti? Simak 4 risiko investasi properti berikut ini:

Investasi Properti

(gambar: e-akuntansi.com)

Pertama-tama, mari mengenal investasi terlebih dahulu. Investasi merupakan pengeluaran yang berhubungan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva untuk membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang atau masa depan. Investasi juga sering disebut dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal.

Menurut teori ekonomi, investasi yaitu pembelian atau produksi dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang atau barang produksi. Sedangkan bisnis properti merupakan sebuah bisnis yang tidak pernah mati. Hal ini disebabkan tempat tinggal merupakan sebuah kebutuhan primer manusia yang tidak akan pernah dimakan waktu.

Tetapi banyak hal yang terlintas di pikiran saat akan memulai bisnis properti karena tentunya ada risiko di samping banyak kelebihannya. Oleh karena hal itulah banyak pebisnis yang mengurungkan niatnya untuk memulai bisnis properti ini.

Nah, jika Anda masih ragu untuk memulai bisnis properti, jangan khawatir, dibawah ini adalah penjabaran lengkap yang diambil dari portal Finansialku terkait kelebihan dan risiko investasi properti bagi Anda sebagai bahan pertimbangan:

Kelebihan Investasi Properti

Investasi properti tergolong dalam investasi real asset, di mana investasinya berupa benda yang berwujud. Investasi tanah atau properti memang sangat populer belakangan ini. Hal ini dapat terjadi dengan timbulnya kelangkaan. Bayangkan saja, tanah yang tersedia tidak akan bertambah (kecuali dilakukan proses perluasan tanah oleh pemerintah). Sedangkan populasi penduduk terus meningkat. Artinya, permintaan akan tanah dan properti akan lebih tinggi dari persediaannya, dan mengakibatkan harganya semakin tinggi.

Beberapa alasan itulah yang membuat setiap orang berlomba-lomba berinvestasi tanah dan properti.

Lalu apa saja kelebihan dari investasi properti ini? Mari melihat beberapa kelebihannya berikut ini:

#1 Imbal Hasil Cenderung Positif

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, konsep kelangkaan berperan penting dalam investasi properti. Dengan demikian, bisa dibilang umumnya imbal hasil investasi properti selalu positif jika Anda cerdas mencari lokasi yang baik. Terlebih jika investasi dilakukan dalam jangka panjang, Anda bisa memperoleh keuntungan hingga berlipat-lipat. Sehingga umumnya investasi ini memang dilakukan demi tujuan jangka panjang (misalnya: investasi demi dana pensiun).

Jika digunakan dalam waktu pendek pun bisa, umumnya bisa dilakukan dengan beberapa contoh berikut:

Memperbaiki bangunannya kemudian dijual dengan harga lebih mahal.
Membeli tanah untuk kemudian dibangun dan dijual dengan harga lebih mahal, dan masih banyak lagi.


Namun hati-hati untuk memilih lokasi yang strategis dan jangan pilih lokasi yang kemungkinan besar sulit dijual karena beberapa alasan tertentu (misalnya: daerah rawan banjir, lokasinya di gang sempit yang sulit diakses kendaraan, atau tanah dekat pemakaman atau TKP pembunuhan dan perampokan).

#2 Potensi Pendapatan Pasif

Anda juga bisa memperoleh pendapatan pasif saat berinvestasi properti. Misalnya saja apabila Anda menunggu masa pensiun dan memutuskan untuk mengontrakan atau menyewakannya. Di sini Anda memperoleh pendapatan pasif sembari tetap memiliki asset-nya (karena tanah dan bangunan tidak dijual).

Jadi bisa dibilang investasi properti punya keuntungan ganda, di mana selain nilainya yang terus meningkat, Anda juga bisa memperoleh penghasilan pasif selama belum menjualnya.

#3 Dapat Dijadikan Agunan

Jika Anda memutar otak, sebenarnya Anda bisa membeli sebuah properti dan menjadikannya agunan untuk meminjam uang demi membeli properti lainnya. Siklus keuntungannya kurang lebih sama sehingga Anda bisa memperoleh keuntungan atau impas.

Tanah atau properti adalah salah satu agunan yang umumnya bernilai tinggi, sehingga Anda bisa mengharapkan jumlah pinjaman yang besar juga. Menguntungkan bukan berbisnis properti?

#4 Tahan akan Gerusan Inflasi

Pada praktiknya jaman dahulu, pembelian rumah adalah demi memenuhi kebutuhan primer manusia. Namun kini sudah terjadi perubahan kepentingan di mana properti menjadi salah satu cara untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi. Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi.

#5 Berbentuk Fisik

Berbeda dengan investasi saham, investasi properti berbentuk real asset yang wujudnya dapat dilihat dengan jelas. Umumnya investasi dengan fisik yang terlihat lebih digemari para investor, mengapa? Karena Anda bisa merasa aman dengan adanya kepemilikan yang jelas.

Sebagai contohnya, anggaplah Anda membeli saham sebuah perusahaan, Anda hanya memiliki bukti kepemilikan berbentuk secarik kertas. Apabila terjadi sesuatu, bisa saja kertas itu tidak berarti lagi.

Beda halnya saat Anda memiliki barang fisik yang bisa dilihat dan disentuh, misalnya emas atau properti. Tentunya Anda akan merasa lebih tenang akibat kejelasan fisiknya.

Kelemahan atau Risiko Investasi Properti

Meskipun memiliki banyak kelebihan, memulai bisnis properti juga tentunya memiliki risiko. Apabila Anda gagal memperoleh keuntungan, atau lokasi tidak mendukung Anda bisa terjebak dengan properti itu selamanya. Sebenarnya besar tidaknya risiko bergantung pada toleransi risiko Anda, oleh karena itulah sebagian berani berinvestasi properti dan sebagian lagi memilih instrumen investasi lainnya.

Mari melihat risiko investasi properti sebelum Anda memilih untuk berinvestasi:

#1 Kekosongan

Risiko pertama saat berinvestasi properti adalah kemungkinan adanya kekosongan pada jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Jika rumah dibiarkan kosong tanpa adanya penyewa, biasanya rumah akan cepat rusak dan tidak terawat.

Kerugian keduanya adalah tidak adanya penghasilan pasif selama Anda memiliki properti tersebut, jadi bisa dibilang rumah saat itu bukanlah aset melainkan hanya liabilitas (karena Anda terus membayar angsuran namun tidak ada pemasukan pasif, sehingga arus kas negatif).

Umumnya kekosongan ini disebabkan oleh 2 hal, yakni kesulitan mencari penyewa yang sesuai atau karena tidak ada permintaan penyewaan di area tersebut.

Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan beberapa situs yang bisa membantu Anda memasarkan rumah (sewa atau jual), misalnya saja Rumah.com atau Rumah123.com.

Dengan demikian Anda akan lebih mudah memasarkan rumah di situs yang memang pengunjungnya adalah mereka yang sedang mencari rumah.

Jadi, sebenarnya Anda harus sabar-sabar dalam mengelola investasi properti, dan direkomendasikan untuk memiliki dana darurat jaga-jaga rumah selalu kosong dan membutuhkan perawatan.

#2 Sifatnya yang Kurang Likuid

Likuiditas artinya kemudahan Anda mengakses uang dari instrumen investasi yang dipilih. Dengan kata lain, semakin likuid sebuah investasi, semakin mudah pula dijual atau ditukar dengan uang.

Kekurangan dari investasi properti adalah umumnya kurang likuid apabila dibandingkan dengan instrumen lainnya (misalnya emas atau reksa dana). Sehingga banyak investor yang harus memikirkan dampak jangka panjangnya yaitu uang yang mengendap.

Anda harus kembali melihat seberapa besar toleransi risiko Anda dari karakteristik diri dan kondisi keuangan. Apabila sesuai dengan investasi properti, maka Anda bisa mengambilnya. Jangan sampai Anda mengambil investasi properti tapi tidak siap menoleransi risikonya, yang ujung-ujungnya berakhir dengan kerugian atau aset yang mandeg (uang mengendap).

Investasi properti akan membutuhkan banyak waktu untuk bisa dijual atau menghasilkan keuntungan, sehingga bisa menjadi manajemen strategi yang buruk jika Anda belum memiliki kestabilan keuangan.

#3 Potensi Kerusakan Properti

Risiko lainnya dalam berinvestasi properti adalah adanya potensi kerusakan terhadap aset berwujud Anda. Karena ada bentuk fisiknya, tentu bisa terjadi kerusakan akibat beberapa hal misalnya saja cuaca atau bencana alam, kebakaran, serta perampokan dan perusakan (vandalism).

Hal ini tentu harus dipertimbangkan karena biasanya membutuhkan biaya perbaikan. Sehingga jangan lupa memperhitungkannya terhadap harga jualnya kelak. Kabar baiknya, kini sudah ada asuransi rumah yang bisa memproteksi properti Anda terhadap kerusakan. Namun perlu diingat juga bahwa mitigasi risiko ini juga perlu dibayar.

#4 Adanya Debt Gearing

Debt gearing merupakan pertimbangan serius saat mengatasi risiko yang berhubungan dengan investasi properti. Debt gearing tak lain adalah perbedaan antara utang yang dimiliki akibat investasi properti dan ekuitasnya dengan investasi itu sendiri.

Rasio utang terhadap ekuitas ditentukan dengan harga beli dan jumlah dana yang merupakan pinjaman. Dimana semakin jauh perbedaan antara utang dan nilai properti, semakin rendah risikonya.

Ekuitas sendiri artinya nilai dari properti Anda, yang nilainya lebih besar dari utang.

Misalnya saja utang pembelian properti Anda adalah Rp440 juta sedangkan Anda berutang Rp200 juta maka ekuitasnya adalah 220 juta rupiah. Rasio utang terhadap ekuitasnya adalah 45/55, karena utang secara kasar menempati 45% dari nilai properti tersebut.

Oleh karena itu sangat disarankan untuk menahan diri dan tidak meminjam lebih besar dari nilai yang dibutuhkan untuk meminimasi risiko debt gearing tersebut.

Jangan lupa juga adanya risiko peningkatan suku bunga yang akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk membayar angsuran rumah itu.

Solusinya adalah mencari KPR atau kredit rumah dengan suku bunga tetap atau cap yang lebih lama.

Ingin Berinvestasi Properti?

Nah, kini Anda sudah memahami seluk beluk investasi properti termasuk kelebihan dan risikonya bukan? Anda bisa melakukan analisis dan mengambil keputusan yang tepat dalam berinvestasi properti.

Jangan mudah menyerah, ingatlah bahwa bisnis properti merupakan sebuah bisnis yang umumnya memberikan keuntungan, terutama apabila Anda cerdas dalam menjalankannya.

Namun jika Anda ragu dalam berinvestasi properti, masih banyak instrumen investasi lain yang bisa dipilih, antara lain:

- Saham
- Reksadana
- Logam mulia (emas)
- Obligasi
- Deposito, dan masih banyak lagi.

https://www.finansialku.com/ini-4-risiko-investasi-properti/

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: BUKAYANGBAIK May 2018