Wahai Youtuber, Sudahi Dan Hentikan Judul Bernada Provokatif Atau Adu Domba Antar Tokoh

Erhaje88

Youtube adalah sebuah web yang memungkinkan penggunanya mengunggah, menonton dan mengomentari video. Masalah kemudian timbul ketika beberapa judul video di youtube mengadu domba antar tokoh yang memiliki banyak pengikut, bahkan membenturkan antar umat beragama. Tak jarang pula kita lihat video-video di Youtube sengaja memberi judul bernada provokatif.

(Gambar-gambar adu domba antar tokoh di sampul video Youtube)

Mereka lakukan itu semua sebenarnya bukan untuk memberikan informasi yang benar, melainkan berharap view ribuan dari penonton dan meraup dollar dari iklan Adsense. Mereka seakan tak perduli bahwa yang mereka dapatkan adalah sesuatu yang haram.

Pengamat media sosial dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, dulu masyarakat mengkritik media konvensional seperti koran, tv, radio jika menyajikan konten yang mengadu domba.

Seseorang akan terlihat karakter aslinya pada saat ia mempunyai media seperti Facebook, Twitter, Instagram bahkan Youtube.

"Sekarang kita dituntut untuk menjalankan kritik-kritik tersebut karena kita juga adalah media. Seseorang terlihat karakter aslinya bukan hanya saat memegang kekuasaan, namun juga saat mempunyai media," kata Hariqo.



Menurut pengamatannya beberapa pengguna youtube menggunakan judul provokatif bahkan mengadu domba tokoh dengan harapan pengikut, penggemar dari tokoh tersebut menonton. Sehingga penonton akun youtubenya bertambah. Mereka tidak peduli dengan dengan caci maki warganet di kolom komentar youtube. Padahal caci maki itu timbul karena kesalahpahaman dari video yang diunggah oleh oknum youtuber.

Mereka tidak sadar atau bahkan pura pura tidak tahu bahwa caci-maki, umpatan dan sumpah serappah lainnya di komentar tersebut dapat melahirkan dendam yang berujung kebencian bahkan perkelahian hingga perpecahan.



Menurut Hariqo, dalam konteks ini setidaknya ada dua tipikal pengguna youtube:
Pertama, individu, komunitas ataupun organisasi yang memproduksi video kemudian menggunggahnya dengan judul sesuai isinya.
Kedua, pengguna yang mengambil video karya orang atau pihak lain, kemudian dengan beberapa modifikasi mengunggahnya kembali ke Youtube (reupload) dengan judul-judul yang provokatif dan mengadu domba.

Judul-judul video di youtube yang berisi adu domba antar tokoh pada umumnya dilakukan oleh akun-akun youtube pribadi atau anonim, bukan oleh akun youtube organisasi atau komunitas.



Sebenarnya mengunggah video dua tokoh dengan pendapat yang berbeda atau berseberangan adalah sah-sah saja selama tidak dibumbui dengan hal-hal yang provokatif atau menimbulkan ujaran caci-maki.

Sudah selayaknya para youtuber mencantumkan lengkap sumber video dan disajikan dengan utuh tanpa dipotong hanya demi kehendaknya. Para youtuber juga seharusnya memberikan keterangan lengkap pada kolom keterangan/deskripsi tentang referensi lainnya.

Youtuber juga sebaiknya ikut berinteraksi dalam kolom komentar dan menjelaskan tujuan dan isi materi video kepada komentator yang berkomentar miring, atau segera menghapus komentar yang berusaha mengadu-domba.

Apalagi menjelang Pilkada serentak 2018 dan menjelang pilpres 2019 dimana tingkat kesabaran para pendukung tokoh berbeda-beda. Ini yang harus dicermati. Jangan sampai demi meraup dollar dari Adsense, seorang youtuber 'rela' mendapatkan hasil dari konten bernada provokatif.



Maka mulai saat ini hentikan dan sudahilah memberi judul pada konten video yang bernada provokatif atau adu domba yang berpotensi menyulut kerusuhan. [rmol.com]

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: