Tut Wuri Angiseni, Pedoman Walisanga Dalam Berdakwah

Erhaje88

TUT Wuri Angiseni kalimat yang jarang terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Inilah strategi yang digunakan oleh para wali untuk menarik hati masyarakat untuk masuk Islam, tanpa paksaan.

Dalam buku Teknik Jurnalistik Sistem Pers Pancasila  yang ditulis Pemimpin Redaksi Kedaulatan Rakyat M Wonohito,  bab terakhir dari buku yang terbit tahun 1977 mejadikan tut wuri angiseni sebagai judul. Bab tersebut secara khusus membahas bahwa bangsa ini sudah punya teori tentang komunikasi massa sejak lama.



Guru Besar Falsafah Islam Universitas Gadjah Mada (UGM) Ki Musa Al Mahfud menemukan naskah di makam salah satu Wali Songo yaitu Sunan Bonang yang berisi laporan tentang musyawarah alim ulama.

Dalam naskah tersebut ada pedoman bagi dakwah Islam, bunyinya : Dalam melakukan dakwah para alim ulama hendaknya berpegang kepada tut wuri angiseni. Cara berdakwaha tersebut kemudian dijalankan dan berhasil.

Tut wuri angiseni artinya, jalan di belakang sambil mengisi. Para ulama tidak bicara dengan nada harus-harus-harus, melainkan mengajarkan agama Islam dengn cara yang tidak kentara tapi kontinyu dan mendalam.

Sunan Bonang sendiri dikenal sebagai sunan yang suka berdakwah dengan musik gamelan. Guru Sunan Kalijaga inilah yang menciptakan alat musik Bonang, Kenong dan Bende.

Bukti keberhasilan dakwah dengan cara tut wuri angiseni bisa dilihat dengan berbondong-bondongnya masyarakat pindah dari agama sebelumnya ke agama Islam dengan damai. Candi Prambanan peninggalan zaman Hindu dan Candi Borobudur peninggalan agama Budha tetap tegak.

Hal itu dinilai sebagai keberhasilan dakwah Islam dengan cara tut wuri angiseni,  bukan indoktrinasi. Sebab indoktrinasi menanamkan gagasan baru ke jiwa orang lain (dengan paksa). Akibatnya gagasan baru tersebut akan ditelan mentah-mentah. Tidak dicerna oleh pikiran dan rasa.

Baca sumbernya

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: