Peran Ulama Terkait Ekonomi Umat

Erhaje88

Ulama merupakan figur penting dalam masyarakat Islam, ulama bukan hanya sebagai tokoh yang menguasai ilmu agama tetapi juga sebagai driver masyarakat ke arah pengembangan yang lebih baik. Dengan kharismanya, sikap dan prilaku ulama banyak disegani dan diteladani masyarakat, bahkan lebih di percaya dibandingkan pakar sekalipun. Oleh karena itu, penerimaan dan penolakan masyarakat terhadap suatu gagasan banyak dipengaruhi oleh ulama.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj. (ilustrasi/aktual.com)
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Sirodj. (ilustrasi/aktual.com)


Membatasi peran ulama pada persoalan Ibadah dan Akhlak saja yang biasa dibawakan dalam tema-tema pengajian merupakan kekeliruan yang besar, karena anggapan tersebut tidaklah relevan dengan sejarah peran ulama pada masa lalu, sebab dalam sejarah peran ulama sangat luas menyeluruh mencapai sendi-sendi kehidupan masyarakat. Tak terkecuali terrumuskannya sistem Ekonomi Islam secara konseptual merupakan suatu prestasi yang lahir dari hasil Ijtihad dan kerja keras intelektual para ulama dan Inayah dari sang maha memberkati, Allah SWT.

Dalam mensyariahkan ekonomi masyarakat setidaknya ulama berperan menjelaskan kepada masyarakat bahwa ajaran muamalah harus dihidupkan kembali, karena keterpurukan Ekonomi Islam selama ini diantaranya disebabkan karena umat Islam mengabaikan fiqh muamalah, demikian ratusan kitab-kitab fiqh yang menjadi bahasan prioritas para ustadz di pengajian , khutbah jumat, majlis ta’lim adalah mengenai aspek ibadahnya saja, yang bahkan sudah menjadi ‘makanan’ pokok masyarakat pada umumnya, padahal sebagian kitab-kitab itu berbicara mengenai muamalah.

Ulama memiliki peran strategis karena dapat berhadapan langsung dengan masyarakat tanpa harus kerepotan memikirkan cara mengumpulkan massa, hendaknya mengambil kesempatan dalam membawakan peran, menjelaskan kepada masyarakat lewat pengajian ta’lim nya secara terperinci perbedaan ekonomi islam dengan ekonomi konvensional, tentang dosa-dosa riba dalam berbagai perspektif, mensosialisasikan bahwa perbankan syariah merupakan produk pengamalan dari fiqh muamalah. Serta memberi motivasi terhadap pegiat UMKM bagaimana etos kerja dan etika berbisnis dalam Islam.

Namun bagaimana jika permasalahannya adalah ulama kurang memahami konsep ekonomi syariah dan muamalah itu sendiri? Nah ini menjadi tantangan bagi praktisi dan pegiat ekonomi syariah untuk memberi pelatihan, training, diskusi-diskusi mengenai konsep muamalah kepada para ulama, pengisi kajian majelis taklim atau tokoh tokoh masyarakat.

Dengan begitu perkembangan ekonomi syariah pada kalangan masyarakat juga semakin meluas. Harapannya semua pihak memiliki kesadaran akan pentingnya ekonomi syariah ini, sebab ekonomi syariah bukan hanya sebuah faham melainkan sistem ekonomi yang sudah ratusan tahun termaktub dalam pedoman hidup umat Islam, yakni Al-Quran dan Assunah. (Lina Herlina/STEI SEBI/depokpos.com)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: