Para Kiai Diserang, GP Ansor: "Jika Polisi Dan BIN Tidak Bisa Usut Tuntas, Mending Ganti Banser Wae..."

Erhaje88

Indonesia Lawyers Club (ILC) malam ini (13/2/2018) mengangkat tema “Teror ke Pemuka Agama: Adakah Dalangnya?” dengan menghadirkan sejumlah nara sumber di antaranya Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) PP GP Ansor, DR. Mahmud Syaltot.

Setelah melakukan berbagai analisa, GP Ansor melihat banyak keanehan dalam kasus-kasus yang terjadi belakangan ini. Misalnya yang menjadi sasaran adalah ulama dan pelakunya disebut sebagai orang gila.



Orang gila, menurut GP Ansor, seharusnya bersikap random (acak). Siapapun yang menghalangi akan diserang. Namun tidak demikian dengan orang-orang gila dalam kasus tersebut. Mereka hanya mengincar ulama.

“Ini harus diusut tuntas dan jelas” tegas Mahmud.

Serangan terhadap ulama sangat berbekas bagi Ansor karena dulu pernah terjadi pada tahun 1965 dan juga kasus penyiksaan guru ngaji di Banyuwangi.

“Ini negara ke mana?” tandasnya.

“Negara itu harus melindungi negaranya, melindungi rakyatnya,” lanjutnya.

GP Ansor juga mencurigai ada kaitannya dengan Pilkada. Karena biasanya menjelang Pilkada hanya ada pengkondisian dengan kata-kata.

Secara spesifik, GP Ansor menanyakan peran polisi dan BIN.

“Kalau kemudian BIN begitu juga semua aparatur negara yang punya fungsi intelijen tidak cepat dan tidak tepat, mending diganti Banser wae,” ujarnya.

Simak selengkapnya di video bawah ini:


Sumber: tarbiyah.net

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: