Awas Kenali 5 Gejala Ini! Awal Tanda Anda Terjebak Lingkaran Hutang

Erhaje88

Berhutang memang dapat membantu kita untuk memenuhi tujuan-tujuan keuangan. Akan tetapi berhutanglah dengan bijak dan sesuai dengan kemampuan (membayar), agar tidak sampai terjebak dalam lingkaran hutang yang tak pernah lunas. Cara untuk mengetahui apakah kita terjebak hutang atau tidak sangat mudah.

Diambil dari laman Detik Finance, gejala-gejala berikut ini merupakan awal tanda kita sudah terjebak dalam lingkaran hutang yang 'sulit' untuk kita lunasi:

(Ilustrasi terjebak lingkaran hutang)


1. Rasio cicilan utang lebih dari 35%
Rasio yang umum untuk pembayaran cicilan utang biasanya berkisar 30-35% dari total penghasilan bulanan. Jika masih dalam rentang tersebut maka ini masih bisa dikatakan dalam besaran yang aman.

Namun apabila suatu bulan tertentu jumlah pengeluaran kita meningkat sehingga dana untuk membayar hutang turut terpakai. Pilihannya ada dua, menurunkan pengeluaran yang lain, atau akan mengambil tabungan untuk membayar (cicilan) hutang. Jika sudah seperti ini, maka gejala nomor 2 yang akan muncul berikutnya.

2. Menggunakan tabungan untuk membayar hutang
Pada titik ini kita mulai mengalami kesulitan membayar (cicilan) hutang. Mungkin tidak terlalu sulit juga, karena untungnya kita memiliki tabungan dana darurat yang sangat berguna untuk menambal kekurangan pembayaran hutang tersebut, sehingga pembayaran utang pun tetap lancar tanpa tertunggak.

Jadi jangan sepelekan keberadaan dana darurat ya. Dana darurat adalah dana multi fungsi yang sangat bermanfaat pada waktunya dibutuhkan.

Nah, Itu jika kita memiliki tabungan dana darurat. Namun apa jadinya apabila tingkat pengeluaran kita di bulan-bulan berikutnya tetap meningkat dan tidak dapat diturunkan, sementara penghasilan tidak bertambah. Dana tabungan pun terus terpakai sedikit demi sedikit hingga akhirnya tabungan habis, alhasil tanda nomor 3 mulai terlihat.

3. Kita mulai tidak bisa membayar utang
Seiring dengan dana tabungan yang mulai menipis dan dengan adanya kebutuhan-kebutuhan lain yang mendesak, akhirnya kewajiban pembayaran hutang mulai terganggu.

Kita mulai meminta kebijakan kelonggaran waktu pembayaran hutang sambil mencari tambahan pendapatan dengan cara lain, salah satunya dengan menjual aset yang kita miliki.

4. Menjual aset untuk membayar hutang
Setelah tabungan habis dan meminta kelonggaran waktu pembayaran, selanjutnya emas batangan simpanan atau aset berhaga lainnya pun mulai kita jual untuk mendapatkan uang guna mencicil hutang.

Semua aset berharga akhirnya dilego demi mendapatkan penghasilan tambahan. Setelah semua dilakukan ternyata tetap saja hutang masih terganggu pembayarannya, maka mulailah terlihat tanda kelima.

5. Mengambil hutang untuk membayar hutang
Inilah yang dinamakan gali lubang tutup lubang. Untuk membayar hutang ke A, akhirnya kita mengambil hutang ke B.

Itu adalah sedikit gambaran apabila kita terjebak dalam lingkaran hutang. Ceritanya mungkin bisa berhenti sampai poin kedua atau ketiga, namun bisa juga berlanjut ke nomor 6 dan seterusnya.

Utang memang bermanfaat untuk membantu kita memenuhi tujuan keuangan. Namun perhatikan cara dalam berutang. Kita tetap harus memonitor rasio-rasio keuangan kita. Jika tidak familiar dengan rasio-rasio keuangan, cukup perhatikan 5 tanda di atas.

Karena berhutang dan mengelola hutang adalah salah satu hal terpenting dalam sebuah Perencanaan Keuangan, maka cara lebih detil lagi biasanya dibahas di workshop-workshop perencanaan keuangan agar kita terhindar dari hutang komsumtif yang membuat finansial kita hancur berantakan.
Baca sumbernya

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Online Shop: