Provokator Akhir Zaman

Erhaje88

Saya tidak habis pikir kenapa orang semacam Zulkifli Muhammad Ali bisa digelari 'ustadz akhir zaman' oleh para pengikutnya hanya karena sering menyampaikan ceramah tentang tema akhir zaman. Padahal ilmu tentang pembahasan situasi akhir zaman itu sangat erat dengan penguasaan ilmu Eskatologi dan Geopolitik yang sangat perlu kajian mendalam.


Sekedar info, Eskatologi adalah bagian dari teologi dan filsafat yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa pada masa depan dalam sejarah dunia atau nasib akhir dari seluruh umat manusia yang biasanya dirujuk sebagai akhir zaman yang dinubuatkan dalam kitab suci atau literatur agama.

Ulama-ulama ahli eskatologi yang sangat dikenal di dunia Sunni contohnya adalah Syaikh Imran Nazar Hosein dan kalau di Syi'ah ada Ayatullah Ali Kurani (Lebanon), yang saya simak dari ceramah-ceramah mereka ternyata tidak saling kontradiktif satu sama lain walau beberapa rujukan literatur yang diambil berbeda. Intinya mereka sepakat menyatakan Zionis adalah musuh besar umat islam akhir zaman.

Tapi anehnya ada ustadz alumnus demo berjilid-jilid di negeri ini yang entah mendapat sertifikat 'ustadz akhir zaman' darimana, dalam sebuah ceramahnya yang fenomenal dengan pedenya menyatakan umat di negeri ini akan disembelih oleh kolaborasi Cina, Komunis dan Syi'ah (tanpa sedikitpun menyentuh Zionis). Ia menyatakan jutaan KTP sedang dibuat di Cina dan Paris atas nama warga Indonesia yang nantinya mereka akan menginvasi Indonesia dengan melakukan kegaduhan dan kekacauan. Ia juga berkata rakyat Indonesia akan dibuang ke laut, kemudian orang-orang asing itu akan mengisi Indonesia, minimal 200 juta akan mengisi Indonesia.

Entah dari kitab, literatur, atau nubuat akhir zaman mana orang ini menyampaikan ceramah (baca: fantasinya). Atau entah mungkin dari goa mana ia mendapat wangsit kita tidak pernah tahu. Yang saya tahu disaat ulama-ulama eskatologi yang dikenal pakar di bidangnya menyebut musuh umat Islam adalah Zionisme, orang ini pembahasan kebenciannya tidak lebih di seputar Cina, Komunis dan Syi'ah. Hal yang tak pernah jauh dari tema-tema konyol yang diusung demo berjilid-jilid pimpinan 'Imam Besar' yang sampai sekarang pun tak kunjung pulang dari Turki dan Saudi karena panggilan Polri.

Saya tak ingin membuat bantahan panjang untuk provokator ini. Satu hal yang perlu 'ustadz akhir zaman' ini tahu. Sejauh ini yang gemar mengebom masjid, gereja beserta jemaahnya yang sedang ibadah bukanlah Syi'ah, Komunis ataupun Cina. Yang terang-terangan mengumumkan 'jihad' untuk membunuh aparat negara juga bukan Syi'ah, Komunis dan Cina. Yang menyebut demokrasi & Pancasila sebagai thogut, menyebut lambang Garuda sebagai berhala, berteriak ingin mengganti ideologi negara, dan jelas-jelas telah memamerkan video penyembelihan para tawanan di Suriah, Iraq, Afganistan dll termasuk seorang petani di Poso juga bukanlah Syi'ah, Komunis ataupun Cina. Mau tau siapa mereka?

Pelakunya justru orang-orang yang kalian gelari sebagai 'mujahidin', orang-orang sinting berjubah yang setiap aksinya sering kalian sebut sebagai 'jihad', dan apabila mampus ditembak Densus kalian beri gelar 'syuhada', tidak lupa dibumbui jenazahnya senyum dan wangi.

Saya pikir tidak ada pentingnya menggelari 'ulama' pada penceramah semacam ini, apalagi menyebut penangkapan provokator semacam ini sebagai 'Kriminalisasi Ulama'. Ini adalah penistaan pada kesakralan gelar 'ulama'. Masih terlalu banyak ulama yang waras di negeri ini yang ceramah-ceramahnya menenteramkan, damai, dan berbasis pada data, bukan sekedar ujaran kebencian. Dan toh hidup mereka tenang-tenang saja di negara ini.
Sekian.

(Ahmed Zain Oul Mottaqin)

COMMENT

Click to CommentSembunyikan

No comments:

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Pesan Tiket Langsung di Tiket.com: