Penjual Susu Dan Air Kencing Unta di Hudaibiyyah, Saudi Arabua

Catatatan Perjalanan ust. Adhi Fikri 

Jika kita berkunjung ke peternakan unta di Hudaibiyyah, Saudi Arabia, kita akan ditawari untuk membeli 2 buah produk. Yang satu adalah susu unta, dan satunya lagi kencing onta. Satu botol kecil Susu unta dijual dengan harga 5 riyal, sementara kencing unta dibandrol dengan harga 4 kali lipatnya, yaitu 20 riyal atau setara Rp 70.000 untuk satu botol kecil.

Karena kencing (unta) ini mahal, maka pemilik unta menempelkan semacam pispot lalu dipasang kain penahan semacam sempak atau celana dalam pada tempat keluarnya kencing. hihihi...

(bachtiar nasir minum air kencing unta)

Sebagai pimpinan rombongan, saya diberi satu botol susu unta Gratis. Sang pedagang minta agar saya mempromosikan produknya berupa susu dan kencing. Kepada para jamaah, saya cuma promosikan Susu Unta saja. Ya...mumpung di Arab lah, mencicipi susu unta.

Pedagang terlihat rada kesal ke saya, karena pembelinya hampir tidak ada. Ya...bagaimana mau beli, cara displaynya saja menjijikkan. Botol susu dipajang berdekatan dengan botol kencing. Dan lucunya lagi, pedagang ini menerangkan cara meminum air kencing ini adalah dengan cara mencampur susu dan kencing unta.

Kepada para jamaah, saya hanya menjelaskan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:

ﺍﻥ ﺍﻟﻠّٰﻪ ﻟﻢ ﻳﺠﻌﻞ ﺷﻔﺎﺀ ﺍﻣﺘﻲ ﻓﻴﻤﺎ ﺣﺮﺍﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ
"sesungguhnya Allah tidak menjadikan buat umatku, obat dari sesuatu yang diharamkan".



Saya sendiri memegang pendapat bahwa sesuatu yanh keluar dari Qubul (kelamin) dan dubur (anus) itu najis (kecuali mani). Kalau najis itu ya...haram dikonsumsi.

Kalo ada yang menunjukkan ke saya hadits bukhori tentang berobat denhan kencing unta ini, saya akan berkata: "Itu adalah dalam keadaan darurat".

Dalam keadaan darurat, yang haram bisa jadi halal. Jangankan air kencing, bangkai pun boleh dimakan jika tidak ada lagi yang bisa dimakan.

0 Response to "Penjual Susu Dan Air Kencing Unta di Hudaibiyyah, Saudi Arabua"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel