Kisah Tragis Sang Ustadz, Mati Su'ul Khotimah

Oleh: Semar Bodronoyo


Tersebutlah seorang ustadz bernama Barseso. Ulama besar yg dikenal alim, taat beribadah, dan memiliki jutaan pengikut yang militan.

Sudah berkali-kali Iblis datang menggoda untuk menjerumuskan sang ustadz. Tapi selalu gagal. Iblis tak menyerah. Suatu ketuka Iblis datang ke rumah ustadz Barseso dalam wujud layaknya sahabat karib sesama ulama.




"Bro, elu ulama terkenal. Rumah elu segede gini, kotor gak keurus. Kalau gue jadi elu, pasti sudah cari pembantu rumah tangga", demikian Iblis membuka pembicaraan.

"Istri ana sudah bisa mengurus rumah sendiri", kata ustadz Barseso menimpali.

"Tapi istri elu berhak juga beribadah seperti yang loe lakukan. Jangan egois, bro. Kamu enak-enakan beribadah, tapi istri elu yang sudah tua itu gak ada waktu untuk beribadah lantaran capek urus rumah tangga".

"Benar juga saran antum",
kata Barseso.

Beberapa hari kemudian Iblis kembali datang dengan membawa seorang perempuan calon pembantu. Usia 20-an tahun. Masih ting-ting pastinya. Kulit kuning langsat. Rambut mayang mengurai. Mata seperti bintang kejora. Persis di atas bibir sebelah kiri ada tahi lalat kecil yang menambah keindahan. Tubuh tinggi semampai dengan kaki jenjang. Dan satu lagi, bodinya bro, bodi SDSB: Semok Depan Semok Belakang, Hemmm..

"Bro, ini gue bawain calon pembantu buat elu", kata Iblis.

"Oooo...."


Ustadz Barseso hanya melongo tak berkedip melihat paras cantik dan body aduhai sang calon pembantu. Tapi buru-buru ia segera sadar dan berucap istighfar berkali-kali.

"Oke bro, karena tugas gue sudah beres, gue pamit. Gue pesen sama elu, tolong amanah ini dijaga baik, karena ia masih kerabat gue", begitu pesan iblis kepada Barseso.

"Inya Allah, amanah antum akan ana jaga dengan baik'.

Waktu pun berlalu tanpa ada kejadian yang signifikan. Iblis mulai gelisah. Kalo misi ini gagal, ia pasti akan turun pangkat dari letnan kembali jadi kopral. Iblis pun kembali datang ke rumah Barseso.

"Gimana bro, apa si pembantu bisa bekerja dengan baik?"

"Ana berterima kasih sama antum. Itu anak pinter ngurus rumah tangga, dan juga pinter memasak".

"Tapi ruang tamu ini kok kotor bro..",
kata Iblis.

"Kalau begitu biar ana panggil pembantu untuk bersihin", kata Barseso menimpali.

Dipanggillah si pembantu seksi oleh ustadz Barseso untuk bersihin ruang tamu. Entah kenapa, pembantu seksi ini bersihin lantai dengan cara jongkok. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Iblis. Iblis meniupkan angin, dan tersingkaplah rok panjang yang dipakai si pembantu hingga menyentuh paha bawah. Ustadz Barseso terkesiap dan merasa darahnya mendidih melihat pemandangan itu.

"Ada apa bro?", tanya Iblis.

"Oh, eh.. eh.., ndak ada apa-apa akhi..", jawab Barseso.

Tapi Iblis sebenarnya tahu persis apa yang ada di dada sang ustadz.

"Nggak apa-apa bro. Santai aja. Dia itu tipe pembantu yang lugu. Penurut apa kata majikan. Gak pernah protes. Kalau sekedar buat inspirasi, gak apa-apa kok bro, kalau cuma dipegang-pegang. Cuma dosa kecil bro, entar istighfar juga rontok itu dosa".

Ustadz Barseso hanya diam tak menjawab. Karena sudah dikuasai nafsu dalam hatinya ia setuju dengan pendapat Iblis. Hari demi hari berlalu, dan ustadz Barseso mulai berani menyentuh tubuh si pembantu.
Iblis tahu segalanya yang terjadi. Iblis kembali datang menemui ustadz untuk menaikkan eskalasi kedosaan sang ustadz.

"Bro, kalau cuma pegang-pegang itu tanggung. Sekalian aja elu setubuhi. Kalau cuma sekali gak apa-apa. Elu gak usah takut sama Allah. Ingat bro, Allah itu Dzat Yang Maha Pengampun. Habis main kuda lumping, entar elu segera bertaubat. Allah pasti menerima hamba-hambanya yang bertaubat. Apalagi elu sudah punya investasi amal kebaikan begitu banyak".

"Benar juga akhi.. Antum memang cerdas".

Selang beberapa hari, setelah melalui analisa dan pertimbangan yang matang, ustadz Barseso memutuskan untuk menggauli si pembantu. Hanya sekali, ya hanya sekali. Tapi sudah kehendak Allah, meski hanya sekali, si pembantu pun hamil. Ustadz Barseso bingung bukan main. Lalu datanglah iblis.

"Ada masalah apa bro, gue lihat kayaknya elu punya masalah berat".

"Pembantu ana hamil akhi.."

"Udah, gak usah bingung. Nih saya bawakan minuman untuk meredakan stres"

Iblis menyodorkan sebotol minuman khamr kepada ustadz. Ustadz pun menenggak khamr, dan kelihatan mulai mabuk. Di antara sadar dan tidak, iblis berbisik kepada Barseso.

"Bro.. elu ulama terkenal, ulama besar. Pengikut elu banyak. Daripada menanggung malu, bunuh aja itu si pembantu. Bunuh bro.. bunuh!! Hanya itu jalan keluar untuk menutup aib elu".

"Ana mau kabur saja akhiii..."

"Hahaha... elu mau kabur ke mana? Ke Arab Saudi? Ah elu gak mikir. Entar lu malah jadi buron polisi. Semua media akan memberitakan kasus elu. Hanya ada satu solusi bro, bunuh.., bunuh itu pembantu..!!!"

Akhirnya terjadilah pembunuhan itu. Iblis tertawa kegirangan. Berita kematian pembantu ustadz menjadi viral di media sosial. Sejumlah pengamat dan opini netizen mengarahkan tuduhan bahwa pelakunya tak lain adalah ustadz Barseso.

Pro kontra demonstrasi tak terhindarkan. Pengikut setia yang pro ustadz menganggap bahwa junjungannya telah dikriminalisasi. Sedang yang kontra meyakini bahwa si ustadz telah bertindak cabul dan jadi pembunuh. Ribuan massa itu berdemo di depan rumah sang ustadz, dan minta agar ia diadili. Mereka berteriak-teriak.

"Hai ustadz cabul..! Ustadz mesum..! Bacot kamu aja sok suci, tapi otak kamu ngeres..! Ayo keluar ustadz cabul..!!!'
Ustadz Barseso bingung bukan main. Tak terlintas solusi apa pun dalam pikirannya. Lalu datanglah Iblis.

"Jangan bingung bro. Temui mereka, dan ucapkan sumpah mubahalah. Ucapkan kalimat Demi Allah bahwa elu gak membunuhnya. Pasti mereka bakal percaya sama elu"

Maka ustad Barseso pun keluar menemui massa, dan mengucapkan sumpah Demi Allah tiga kali bahwa ia tidak berbuat mesum dan juga tidak membunuh.

Tapi massa terlanjur tidak percaya. Dibawalah sang ustadz beramai- ramai ke tengah alun-alun kota. Massa yang sudah marah itu menyalibnya di tiang kayu. Lalu mereka dengan beringas merajam sang ustadz dengan batu.
Ustadz hampir menemu ajal. Di tengah sakaratul maut, Iblis datang.

"Kalau elu mau nuruti kata-kata gue, gue janji elu akan gue selamatin. Gue sudah bawa ribuan laskar, Front Pembela Barseso (FPB) buat nyelametin elu.
Maukah elu mengakui bhw gue adalah Tuhanmu? Gue adalah pelindungmu?. Kalau elu setuju, cukup anggukkan kepala bro.. Anggukkan kepala dengan keyakinan.!"


Ustadz Barseso pun menganggukkan kepala tanda setuju apa yang diucapkan iblis. Dan pada saat bersamaan, lemparan batu besar dari massa tepat menghujam kepalanya. Prak.., ustadz Barseso pun roboh dan tewas tanpa sempat bertaubat.

Ulama besar, taat beribadah, berilmu tinggi, dan punya jutaan pengikut itu pun akhirnya meninggal dalam keadaan musyrik. Mati su'ul khatimah.
Naudzu Billah min dzalik.

0 Response to "Kisah Tragis Sang Ustadz, Mati Su'ul Khotimah"

Post a Comment

Erhaje88.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel